
Di usianya yang bisa dibilang masih muda Kanaya harus menanggung banyak beban hidupnya sendirian. Usai malam setelah berbincang lewat ponsel bersama pamannya. Kanaya memasang iklan penjualan rumah di sosial medianya.
Sebenarnya, Kanaya hampir putus asa. Tetapi mengingat dirinya harus mewujudkan semua mimpi-mimpi yang selama ini ia perjuangkan Kanaya semangat berusaha kembali.
Sedangkan di suatu rumah terjadi keributan kecil.
"Kan aku sudah bilang! Jangan mau diperdaya oleh manager sialan itu! "
Orang itu adalah Bi Rita dan Paman Andri.
"Aku kan tidak tahu kalau akhirnya harus terseret seperti ini"
"Kau juga sudah gila apa? Uang 200 juta habis untuk bermain judi. Kita tidak mungkin menipu Kanaya dengan jumlah sebesar itu! "
"Sudahlah cepat kita pikirkan jalan keluarnya"
"Dasar gila! Kalaupun keponakan mu memberi 50 juta kemana lagi kita mencari sisanya? 150 juta gaji mu satu tahun saja tidak cukup! Kemana kita mencari uang sebanyak itu dalam waktu beberapa hari? "
"Kau seperti bebek saja Rita, berisik sekali"
"Bagaimana tidak berisik. Kau lihat bagaimana keluarga kita. Seharusnya kau punya otak untuk berpikir. Temui atasan mu sana. Bukankah kalian sudah dekat. Minta keringanan padanya"
"Benar, aku harus bicara pada Tuan Anton, sejak kemarin kita belum bertemu lagi"
Panjang sekali percakapan mereka yang entah titik akhirnya jatuh dimana, Bi Rita yang teris menerus menyalahkan suaminya, dan Paman Andri yang tidak terima karena terpojok ucapan sang istri membuat perdebatan keduanya tidak dapat dilerai waktu. Paman Andri yang sudah terjatuh ke dalam jurang perjudian membuat kehidupannya semakin rumit.
Sudah beberapa waktu berlalu Kanaya belum juga mendapat perkembangan mengenai penjualan rumahnya, bahkan untuk komentar sekedar pembeli bertanya pun tidak ada. Membuat Kanaya semakin merasa frustasi dan kebingungan.
Ya Tuhan bagaimana ini
__ADS_1
Kanaya berjalan gontai menuju rumahnya.
"Eh maaf"
Kanaya segera merapikan barang yang berserak di jalan, karena tidak fokus ia menyenggol bahu orang lain.
"Kau Kanaya kan? "
"I.. Iiya, maaf saya tidak sengaja kak"
"It's okey, panggil aku Baby" Wanita di hadapan Kanaya mengulurkan tangan, jika dilihat dari penampilan nya mungkin usianya hanya terpaut 2-3 tahu lebih tua dari Kanaya, tetapi dari segi berpakaiannya seperti orang memakai baju kurang bahan. Sangat seksi. Tidak kedinginan apa larut malam begini memakai pakaian seperti itu
"Iya maafkan saya Kak Baby"
"Kau baru pulang? Selarut ini? Oh iya rumahku di ujung gang sebelah pojok"
"Iya kak, saya pulang kerja. Maaf tidak mengenali kakak"
Kanaya hanya tersenyum, dari raut wajahnya orang yang melihat sekilas pun mereka tau dan bisa menebak bahwa Kanaya sedang memikirkan sesuatu.
"Sorry girl, kau baik-baik saja kan? Aku lihat dari raut wajahmu kau sedang ada masalah"
Kanaya menyelipkan anak rambutnya ke belakang teling, menarik nafas kasar.
"Sedikit kak"
"Mau kutemani? "
"Tidak perlu kak, sungguh merepotkan"
__ADS_1
"Katakan saja, barang kali aku bisa bantu"
Kanaya sedikit ragu, mana ada orang pertama kenal langsung bercerita mengenai permasalahan hidup.
"Hei... Jangan bengong. Katakan saja aku pandai menjaga rahasia"
"Ehh... Hehe.. Aku sedang dalam kesusahan kak. A.. Aku sedang membutuhkan banyak uang"
Puk puk... Baby menepuk halus pundak kanaya diiringi dengan tawa centilnya.
"Mau ikut denganku? "
"Kemana kak? "
"Kerja, di bar"
"Di bar?" Kanaya sedikit tersentak
"Ya... Dalam satu dua hari kau bisa mendapat jutaan. Tergantung dari performance kamu"
"Eh maaf kak, aku tidak pernah... "
"Pikirkan saja dulu. Jika kau minat temui aku ke rumah" Wanita bernama Baby itu melenggang, menjauhi Kanaya.
"Aku pergi dulu, jika kau sudah menemukan jawabannya segera datang"
Kanaya hanya mematung di tempat. Langkah apa yang harus ia ambil, tidak mungkin kan sepanjang waktu ia hanya terus berdiam diri.
Setelah, merapikan pakaian dan membersihkan tubuh, kanaya membaringkan diri di atas tempat tidur, meringkuk dengan wajah lesu. Otaknya kembali berfikir, berperang dengan keadaan. Hingga tanpa terasa matanya terpejam membawa dirinya ke dasar alam bawah sadar.
__ADS_1
Bersambung...