Nikah Paksa Dengan Suami Kejam

Nikah Paksa Dengan Suami Kejam
Hinaan lagi


__ADS_3

Malam petang yang dingin kala angin menyeruak masuk menghantam tubuh semua insan. Malam yang seharusnya dijadikan waktu terlelap dan istirahat, tapi tidak bagi Kanaya. Harinya yang sibuk dengan 90% beraktivitas.


Kanaya sudah mulai mengerti dengan pekerjaannya. Ia berangkat ke Bar setelah pulang dari kafe, mengganti baju di ruang khusus di bar lalu melaksanakan tugas sesuai arahan dari mommy Riana.


Uang yang sudah terkumpul hampir 70% Kanaya berharap situasi ini cepat berlalu dan ia tidak lagi harus terjerat dalam keadaan macam ini.


Malam semakin dingin Kanaya masuk ke dalam ruangan VIP dimana sekumpulan pemuda Memesannya. Deg... Pandangannya tertuju kembali pada laki-laki yang beberapa hari memakinya, Dave.


Sial, kenapa harus bertemu dengan dia lagi


Kanaya melenggang menghampiri sofa yang mereka duduki. Beberapa pria menggeserkan tubuh, memberi jarak agar Kanaya duduk di tengah diantara mereka. Di tengah dentuman musik menggema dan lampu kelap kelip warna warni


Wah wah kau sudah mulai mengerti ya Naya


"Naya, kau cantik sekali"


Sosok laki-laki di samping Kanaya yang sudah setengah mabuk, membelai lembut pipi Kanaya.


"Temani aku malam ini"


Semakin meracau saja, apalagi wajahnya sudah ditenggelamkan kedalam tengkuk kanaya


"Maaf, aku tidak menerima jasa melayani di tempat tidur"


Kanaya mendorong pelan wajah yang menempel di tubuhnya.


"Munafik sekali, mana ada wanita yang bekerja di tempat seperti ini tidak melayani laki-laki. Mungkin dia ingin bayaran besar jack, berikan dia nominal fantastis"

__ADS_1


Dave berbicara lagi


"Benar, mau berapa? Katakan saja padaku" Tangan jack sudah mulai sulit dikondisikan, mulai meraba-raba halus pada pinggang Kanaya


Lelaki di samping Kanaya semakin mepet mendekat, tangannya meraba halus punggung kanaya.


"Nikmati saja malam ini"


"Haha menjual diri jangan tanggung-tanggung. Kau tau? Temanku ini seorang milyader"


"Jaga bicaramu"


"Apakah ada wanita yang kerja di tempat seperti ini yang tidak menjual diri? Oh oh kau butuh dana untuk membiayai kian mu kan. Haha makanya kalau tidak mampu jangan soksokan kuliah di kampus elit"


"Heh, tau apa kau tentang diriku"


Sial. Brengsek kau Dave


Untung saja minuman di meja sudah hampir habis. Jadi dengan sigap Kanaya berdiri, mengambil nampan dan bertanya pada pria-pria di sekelilingnya apakah ada yang ingin mereka pesan lagi.


"Tentu saja aku akan memesan dirimu" Jack menyahut lagi


"2 botol lagi, saja"


Pria di ujung menyahut


"Hey, kau tidak dengar dia juga memesanmu"

__ADS_1


Ada juga yang menyahuti pertanyaan Kanaya dengan kalimat itu.


Semuanya memandang Kanaya rendah, terlihat dari tatapan mereka yang sepertinya memberikan tatapan mengejek, ada pula yang terang-terangan merendahkan seperti Dave dan ada juga yang memberikan respon biasa saja namun tidak membela. Haha memang kau siapa Naya berharap ada yang membela mu. Semangat sebentar lagi kau akan keluar dari neraka ini.


.


.


.


Sedangkan di tempat lain, di sebuah kamar dengan lampu temaram sepasang suami istri tengah berbincang bersamaan dengan angin malam yang larut.


"Dia masih memiliki putri, yang entah kehidupannya seperti apa, akan mulai ku selidiki esok"


"Kau tidak perlu mencemaskan dengan terlalu sayang. Biarkan orang-orang mu mengerjakan semuanya dengan baik"


"Ya, kau benar tapi bagaimana bisa kita melewati hal sepenting ini. Ya Tuhan"


Percakapan tersebut keluar dari mulut Tuan Anton dan istrinya. Terlihat dari gurat wajah Tuan Anton yang berekspresi antara gelisah dan ketakutan.


"Kita akan mengetahui semuanya, setelah orang-orang yang kamu perintah membawakan hasil informasi dengan banyak"


Tangan sang istri terulur lagi, seperti memberikan energi penyemangat.


Malam temaram yang dilalui dengan kondisi berbeda dari setiap orang. Ada gurat kegelisahan di wajah Tuan Anton dan istrinya di malam ini. Sedangkan di kawasan lain, suami istri yang terus menerus menyalahkan satu sama lain, merasa bahwa kehidupannya berada di jalan buntu. Sedangkan Kanaya, kondisinya mulai limbung, kepalanya hampir pecah karena beberapa kali meneguk minuman alkohol atas permintaan kliennya. Karena tidak terbiasa walaupun sedikit Kanaya merasa sangat pusing.


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2