
Dilain waktu, di tempat yang berbeda.
Seorang pria berkacamata, tengah duduk di meja kerjanya. Memeriksa satu persatu berkas yang ada dihadapannya.
"Apa-apaan ini?"
Pria paruh baya itu menggebrak meja cukup keras.
Pria di hadapannya menyodorkan lagi satu map dari tangannya.
"Silahkan di baca Tuan, itu berkas kerugian perusahaan"
"Dasar tidak berguna. Cepat bawa dia kemari! "
Beberapa menit berlalu, pria yang diberi perintah kembali masuk diikuti oleh karyawan di belakangnya.
Putra, sekretaris sekaligus tangan kanan dari Anton pemilik PT Berlian. Pagi tadi Anton mendapat sesuatu yang janggal dari laporan di perusahaannya. Rupanya ada orang yang berusaha menyabotase data-data perusahaan dan menilep gaji para karyawan.
Pria di belakang Putra adalah Arya, manager di divisi keuangan.
"Jelaskan"
Anton berbicara dengan nada rendah namun penuh penekanan.
"A... Ada apa Tuan? "
"Ada apa?" Anton menyeringai, dengan tatapan mengejek.
"Put jelaskan padanya"
"Data perusahaan bocor Pak manager, dan slip gaji karyawan tidak sesuai dengan ketentuan dari perusahaan"
Arya yang sedari tadi menunduk kini mulai gemetar.
"Jadi siapa lagi yang harus dipanggil? Anda tahu kan jawabannya! Bicaralah jangan ada yang ditutup-tutupi sedikitpun. Tuan Anton tidak sebaik itu untuk memaafkan orang yang bersalah dan tidak mau jujur"
__ADS_1
Deg...
"Ampun Tuan, saya minta maaf"
Bruk.. Arya langsung menjatuhkan diri, bersimpuh dan berbicara dengan gemetar. Bahkan bukan hanya suaranya, tapi seluruh tubuhnya gemetar
"Siapa yang menyuruhmu?"
Anton kembali mengeluarkan suara
"Bima... Pak Bima dari PT Anugrah"
Benar saja dugaan Anton, karena selama perjalanan bisnisnya hanya dengan Bima ia memiliki kerja sama yang kurang bagus.
"Panggil mereka yang ikut bersamamu"
Arya mendongakkan kepalanya.
"Siapa saja yang menjadi tim anda Pak manager, bawa mereka kemari. Semuanya, tanpa terkecuali"
Prok.. Prok...
Anton bertepuk tangan dan tertawa, membuat bingung orang-orang yang baru saja masuk.
"Haha, tidak kusangka banyak benalu di perusahaan ku!"
Mereka berenam menundukan kepala termasuk Arya.
"Hebat sekali, Manager Keuangan dan 2 staff nya mengambil 10 persen gaji para karyawan. Dan kalian berdua yang tugasnya menjaga keamanan di perusahaan rela menyelinap masuk ke ruang utama untuk mencuri data. Haha, hebat sekali. Otak kalian begitu dangkal, dimana tempat di kantor ini yang ruangannya tanpa CCTV? Kalian pikir Putra bodoh sampai membiarkan kalian bertindak seenaknya? "
"Maafkan saya tuan"
"Berapa banyak Bima menggaji mu? "
"Ampun Tuan maafkan saya"
__ADS_1
"Jawab pertanyaan Tuan Anton dengan benar! "
Putra kembali mengeluarkan suara.
"Sa...satu milyar Tuan"
Arya semakin menunduk
"Bilang pada Bima, jangan menghambur-hamburkan uang demi hal yang tidak penting seperti ini. Kalian bertiga dipecat dengan tidak hormat, kembalikan seluruh uang perusahaan sesuai dengan fungsinya sebelum saya melaporkan kalian ke ranah hukum. Pergilah, saya tidak ada toleransi apapun"
Arya dan dua staf di sampingnya segera meninggalkan ruangan. Tersisa 2 orang mereka adalah Andri dan Budi, satpam yang sudah lama mengabdikan diri di perusahaan Berlian.
"Jujur, saya sangat kecewa. Jika bukan kalian berdua saya tidak akan pernah mau berbicara bahkan melihat pun saya tidak sudi. Apa pemberian saya selama ini kurang? Berapa banyak Bima dan Arya menggaji kalian? "
"Maafkan saya Tuan, saya terpaksa melakukannya. Tuan tahu kan kondisi ibu saya yang sudah tua dan sakit-sakitan membutuhkan banyak biaya" Pak Budi mengeluarkan suara walaupun tatapan nya masih tertunduk ke bawah.
"Kenapa? Kau tidak punya mulut untuk berbicara padaku? "
"Ampun Tuan, saya salah. Arya memaksa kami melakukannya"
"Benar Tuan, kami hanya di suruh Arya dan Bima. Kami terpaksa melakukannya karena sedang terjerat kesulitan"
Ya benar Andri. Paman Kanaya mengeluarkan suara
"Pak Andri saya benar-benar kecewa. Anda adalah salah satu karyawan saya yang saya banggakan"
"Maafkan kami Tuan, tolong jangan pecat kami"
Tuan Anton menghela nafas, menyandarkan punggungnya pasa sandaran kursi.
"Selesaikan semua, kembalikan uang yang telah Arya berikan, itu bukan hak kalian! Tapi hak karyawan. Arya menggaji kalian masing-masing 200 juta hasil dari penggelapan gaji. Pergilah saya beri waktu satu minggu"
Pecah sudah keributan di PT Berlian
Bersambung.....
__ADS_1