
Sesaat sebelum persiapan pernikahan dilaksanakan Dave masih bersenang-senang bersama teman-temannya. Menyisakan waktu luangnya dengan berkumpul bersama meski hujan mengguyur bumi tidak menghalangi untuk mereka menyempatkan diri.
"Sepertinya dia sedang ada masalah"
Jack memulai percakapan saat setelah masuk ke dalam mobil
"Benar, kita lihat nanti apa yang sebenarnya terjadi"
Dave menjawab sembari fokus terhadap kemudinya.
"Memang apa yang mau kita diskusikan?"
Daniel dari jok belakang ikut menimpali
"Ck. Tidak tau, kita ikuti saja si Fikri sialan itu maunya apa"
Jack jadi gemas sendiri
Sedangkan di mobil depan yang posisinya berada di hadapan mobil Dave ada Fikri dan Arham yang duduk bersebelahan.
"Are you okey?"
Arham memulai percakapan setelah mobil melaju dari area parkir
"Hm"
Fikri hanya berdehem.
"Lo ada masalah sama Alin?"
Arham bertanya dengan hati-hati
"Ck. Tidak ada, fokus menyetir saja"
Jawab Fikri dengan sinis
"Cuma nanya, lagian kita sebagai sahabat lo gak akan bertanya kalau engga merasa aneh"
"Aneh dari mananya? Gue cuma lagi badmood aja"
Fikri menjawab dengan pandangannya diarahkan ke luar jendela mobil. Melihat rintik hujan yang perlahan mulai turun lagi. Arham memilih menyudahi pertanyaan-pertanyaannya.
Seketika beberapa saat berlalu mereka sudah sampai di Apartemen milik Fikri, masuk dan berbincang lagi walaupun mereka rasa ada yang aneh dari sahabatnya, tetapi mereka lebih memilih mengangkat bahu masing-masing saat melihat Fikri yang memasang wajah gelisah dan badmood.
"Jaket siapa?"
__ADS_1
Jack bertanya pada Fikri setelah melihat jaket wanita berada di sofa ruang tamunya. Dengan cekatan Fikri mengambil jaket itu dan melemparnya ke arah kamar
"Bukan punya siapa-siapa!"
"Lah? Ngapain lo pake jaket cewek?"
Jack langsung terdiam saat mendapati tatapan tak bersahabat dari Fikri.
"Mirip jaket pacarmu Niel hanya beda warna. Hihi si gila itu sepertinya pernah memasukan wanita"
Jack berbisik ke telinga Daniel
"Arghh Siska ku yang manis, tunggu aku selesai Kuliah kita akan menikah hehe"
Daniel berbicara dengan nada diimut-imut sembari memandangi foto seorang wanita di handphone nya
Jack hanya bergidik geli
"Kalau seandainya gue nikah bagaimana? "
Dave bertanya di sela aktivitasnya yang sedang pain PS.
"Haha. Memang lo punya pacar? Wanita mana yang bisa meruntuhkan es batu kayak lo? Ya walaupun lo memang banyak yang suka sih"
Sia*l gue bicara apa si!
"Santai saja Dave mukanya"
Daniel menimpali
"Niel beritahu bagaimana lo menyatakan perasaan pada siska? "
Arham menyimpan makanan ringan yang ada di pelukannya kemudian menatap intens Daniel yang ada di hadapannya.
"Hah? Mau nembak siapa lo? Gila ada apa sih, kenapa hari ini lo semua pada aneh!"
Daniel berkacak pinggang
"Sia*lan cepat beritahu bagaimana?"
Arham melempar bantal yang ada di sampingnya ke arah Daniel.
"Jadi perempuan mana Ham?"
Jack bertanya
__ADS_1
"Gue tahu. Cewek tadi kan?"
Dave membalikan badannya berbicara sambil menunjuk-nunjuk ke arah Arham
"What? Alin? Benar Ham?"
Daniel mendekati Arham
Brugg
Mereka menoleh ke asal suara
"Berisik"
Fikri berkata kemudian pergi arah kamarnya setelah membanting meja tadi.
"Ki?"
Mereka menggeleng bingung dengan apa yang terjadi.
Tak lama Dave mendapati panggilan dari orang tuanya.
"Kita pulang saja. Biarkan si bodoh itu sendirian dulu"
Jack bergegas menyambar jaketnya.
"Cepat gue antar kalian semua, mama gue sudah menghubungi ada urusan mendadak yang harus diselesaikan"
Akhirnya mereka semua bubar, menyisakan tanda tanya di kepala masing-masing. Sedangkan di kamar apartemen laki-laki yang tadi membanting meja kini sedang duduk sendirian. Matanya tertuju pada jaket merah muda di lantai.
'Sia*alan kenapa gue ini'
Fikri kembali melempar semua benda yang ada di sampingnya
Ia mengacak frustasi rambutnya.
'Bodoh'
Brug lagi-lagi Fikri menendang lemari yang ada di kamarnya.
Kalau saja teman-temannya masih ada mungkin mereka akan mengira jika Fikri sedang berada dalam pengaruh alkohol atau mungkin Fikri disangka akan menjadi pasien rumah sakit jiwa, entahlah.
Laki-laki itu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sampai alam membawanya ke alam mimpi.
Bersambung...
__ADS_1