
Pagi yang mencekam untuk Kanaya, pagi-pagi sekali dirinya bangun. Mengendap-endap keluar dari kamar, menemui bibi di belakang untuk membantu menyelesaikan pekerjaan.
Hari masih sedikit gelap, fajar menyingsing di ufuk timur sana. Kanaya berjalan menuju dapur.
"Selamat pagi Non, ada yang bisa kami bantu?" Salah satu pelayan menyapa saat melihat Kanaya menghampiri mereka.
"Ah santai saja, panggil aku Naya. Kalian sedang apa? Biar kubantu"
Kanaya mendekat ke arah pelayan yang sedang menyelesaikan tugasnya masing-masing. Kanaya merasa tidak enak jika harus disegani seperti itu, apalagi saat ia melihat ternyata banyak pelayan yang usianya mungkin setara dengan dirinya.
"Tidak, Non masuk kamar saja ini masih pagi nanti nyonya dan Tuan akan marah jika tahu menantunya sampai kecapean"
"Kalian ini lucu sekali, aku hanya membantu bukan mau membuat keributan"
"Ti.. Tidak maksud kami bukan begitu"
"Haha tenanglah, aku hanya ingin membantu bosan di dalam kamar" Kanaya menepuk pundak pelayan yang kepanikan.
"Tapi Non"
"Panggil aku Naya, namamu siapa?"
Kanaya mengulurkan tangan ke hadapan pelayan yang ada di hadapannya.
"Dira, nama saya Dira"
Kanaya membuka obrolan, suasana di dapur pagi itu nampak ramai dan asyik saat Kanaya bertanya dan bercerita banyak hal, pelayan di belakang sangat suka dengan sikap ramah nona muda barunya. Mereka merasa jarak bumi dan langit antar majikan dan pelayan yang sangat jauh saat ini tidak setinggi yang mereka pikir, Nona muda yang ramah dan baik hati tentunya menambah suasana baru di dapur mereka.
Gadis itu dengan semangat membantu pelayan belakang untuk menyiapkan beberapa hidangan untuk di sajikan pagi ini. Sampai mentari perlahan mulai naik dan terang, Mama Dave tengah mempersiapkan kebutuhan suaminya untuk pergi ke kantor.
"Loh? Naya, sedang apa? Kau sudah bangun? Hari ini ada kelas pagi?"
Mama Dave memberi rentetan pertanyaan pada menantunya yang sedang merapikan meja makan.
__ADS_1
"Naya ada kelas nanti siang Ma"
"Yasudah tidur lagi sana istirahat"
Selang beberapa waktu pelayan datang terkejut melihat majikannya ada di sana.
"Nyonya maafkan saya, ini kesalahan saya. Nona muda hanya ingin melihat saja"
Pelayan itu menjelaskan dengan terbata-bata
"Dira, sudahlah" Kanaya mengusap pundak pelayan "memang aku ingin membantu sekalian ingin melihat-lihat juga, bosan di dalam kamar Ma" Kanaya tersenyum pda mama Dave.
"Kau memang luar biasa Naya"
Kehangatan di pagi hari itu terasa begitu damai, kehadiran Kanaya di mansion menjadikan sensasi suasana baru yang menyenangkan untuk semua orang, kecuali Dave.
Saat matahari semakin berada di atas kepala, Kanaya tengah bersiap mempersiapkan diri berangkat ke kampus.
Begitu juga dengan Dave hari ini ia sama-sama berangkat siang hari.
"Kamu ada jadwal kelas kan siang ini?"
"Hm"
"Yasudah, cepat bersiap sana. Naya tunggu ya kamu pergi bareng Dave saja"
"Tidak!" Ucap keduanya serentak.
"Tidak usah Ma, biar Kanaya pergi dengan motor saja"
Kanaya menolak halus permintaan orang tuanya.
"Benar, lagian dia punya kaki dan tangan sendiri untuk apa menumpang bersamaku"
__ADS_1
Dave meletakan botol air dingin yang habis di teguknya.
"Dave! Tida ada bantahan"
"Ck. Menyusahkan saja!"
Laki-laki itu pergi lagi menaiki tangga menuju kamarnya.
Mereka sudah bersiap Dave sudah menyiakan mobilnya untuk segera berangkat, sedangkan Kanaya masih berdiri dengan ragu sebenarnya dia sangat malam jika harus bersamaan dengan suaminya tapi di sisi lain Mama Dave memberikan perintah yang sulit di tolak.
Kanaya masuk ke dalam mobil setelag drama penolakan selesai, akhirnya dia dan Dave mengalah pada ibunya yang keras kepala. Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
"Jangan ada yang tahu tentang ini. Siapapun itu"
Dave membuka pembicaraan.
"Kau tenang saja, untuk apa juga aku memberi tahu orang lain"
"Bagus lah"
Beberapa waktu berlalu, mobil mereka menembus padatnya kendaraan. Mereka sampai di pertigaan menuju kampus Dave menepikan mobilnya. Dia menoleh pada Kanaya yang tertidur.
"Arghhh"
Kanaya mengerjap, merasakan keningnya di sentil.
"Sakit!"
"Enak sekali tidur di mobil gue, cepat turun!"
"Ck, ya biasa saja aku juga masih punya telinga."
Gadis itu melihat keadaan sekitar, benar saja dugaannya dia akan di turunkan oleh Dave, untunglah tidak terlalu jauh.
__ADS_1
Kanaya segera turun dari mobil dan cepat mencari transportasi umum untuk dirinya melanjutkan perjalanan menuju kampus.
bersambung.....