
"Tuan Ben anda mendapatkan undangan ulang tahun pernikahan dari Mr. Andreas." seorang kepala pelayan bernama Dani memberikan sebuah amplop kepada seorang pria bertubuh kekar yang sedang sarapan.
Pria tersebut menerima amplop tersebut, "terimakasih Dani" ucapnya, lalu membuka isi amplop tersebut.
setelah membaca isi surat tersebut pria itu terkekeh, "Mr Andreas, seberapa banyak uang mu. sehingga bisa menyewa sebuah kapal pesiar, sedangkan kamu masih berhutang padaku."
Pria tersebut bernama Benedict Anderson, seorang pebisnis real estate dan pengusaha di bidang teknologi. bisa dibilang dia merupakan seorang Billionaire yang sangat sukses di usianya 30 tahun.
"Abi!" panggil Ben.
Abi yang merupakan asisten Benedict, langsung mendekat ke arah tuannya. "iya tuan? ada yang bisa dibantu?" tanya Abi.
"Bisakah kau kosongkan jadwalku, dari tanggal 13- 29? aku akan bersenang-senang untuk sementara." Benedict memberikan senyuman nya kepada Abi.
yang mana Abi tahu, kalau tuannya Benedict sudah mengeluarkan senyuman khasnya tersebut. sudah pasti itu merupakan perintah mutlak, yang tidak boleh dipertanyakan.
Abi mengangguk, "Bisa tuan, tolong bersenang-senang lah sepuas anda tuan." jawab Abi sambil menunduk.
"Ya, tentu saja." Benedict menghirup kopinya.
__ADS_1
Benedict beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan ke luar mansion nya menuju parkiran mobil miliknya.
"tuan anda akan ada meeting di jam 10 dengan Mr Mehra dari India, mengenai investasi yang akan kita lakukan kepada perusahaan Mr Mehra." jelas sang Asisten Abi.
"Baiklah, Abi jangan lupa. siapkan makan siangku nanti, aku akan makan didalam ruangan ku. dan aku tidak ingin di ganggu." Benedict sedikit memberikan peringatan dikalimat terakhirnya.
"Baiklah tuan." Abi mengerti, kenapa Benedict tidak mau diganggu. itu karena dia mau fokus bekerja, dan tuannya tersebut sering diganggu oleh kedatangan wanita-wanita yang tidak jelas datangnya dari mana.
Yang Abi tahu, selama dia menjadi asisten nya Benedict. tuannya itu tidak pernah berhubungan romantis dengan wanita manapun.
"Ayo Abi, kita berangkat."
Disisi Lain.
Sang ibu menghela nafas, "Karena Mama ga bisa, mama ada janji sama Tante Lidya untuk pergi ke Jogja. jadi Kyra, kamu saja yang pergi gantikan mama bareng Kak Sean. ya?"
"Mama kan tahu, kalau cewek-cewek itu ga suka sama aku ma." mohon Kyra, sambil memeluk sang ibu.
sang ibu mengusap bahu Kyra, sambil berkata. "tenanglah putriku, itukan hanya kejadian masa lalu. kalian saat itu masih anak-anak, sekarang kalian sudah dewasa, kalian juga sudah berfikir dewasa sayang." sang ibu memberikan pengertian kepada Kyra agar sang anak bisa mengerti.
__ADS_1
bagaimana bisa Kyra tenang, sepupu-sepupu perempuannya itu adalah perempuan yang tak mau kalah. bahkan Kyra pernah dilabrak, gara-gara sepupu nya itu bilang Kyra merebut pacarnya.
Siapa lagi sepupu nya tersebut kalau bukan Agnes, putri dari paman Andreas. seorang putri manja, yang selalu mendapatkan segalanya.
sedangkan Kyra hanya Putri dari keluarga yang berkecukupan dan hidup biasa saja. Kyra bahkan tidak pernah manja, karena dia tak mau seperti Agnes.
"Baiklah aku akan pergi, tapi jika mama mendengar kabar aku bertengkar dengan Agnes. jangan salahkan aku, jelas salah Agnes." Kyra berdiri dari duduknya, lalu langsung masuk ke kamarnya.
Sean yang baru keluar dari kamarnya langsung mendekati sang ibu, "kenapa dengan Kyra?" tanya Sean, dia menggaruk-garuk rambutnya.
"Dia masih takut sama Agnes" jawab sang ibu seadanya.
Mendengar jawaban sang Ibu Sean mengangkat sebelah alisnya, "Agnes?" tanya Sean yang masih bingung.
ternyata sang ibu lupa menjelaskan kepada anak sulungnya tersebut kalau mereka mendapatkan undangan, "oh iya, ibu lupa. pamanmu Andreas, dia mengundang kita untuk datang ke pesta ulang tahun pernikahan nya di atas kapal pesiar. Ibh ga bisa datang, jadi kamu sama adikmu yang datang. kalo Kyra udh setuju, jadi kamu harus temenin adikmu disana." jelas sang ibu kepada Sean.
"Pantas saja Kyra kesal." ujar Sean.
"sudah sana, mandi gih. lihat tuh iler masih nempel, cepet mandi sana. setelah itu anterin ibu ke rumah nenek." sang ibu mendorong Sean ke arah kamar mandi.
__ADS_1
"iya-iya Sean mandi kok."
BERSAMBUNG~~