Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 11 - Mengajak pergi


__ADS_3

Pagi ini kapal pesiar sudah sampai di pelabuhan Singapura, mereka sudah bersiap-siap untuk keliling Singapura.


"Kyra!" panggil Erick yang baru saja melihat Kyra keluar dari kamarnya.


"Kenapa?" tanya Kyra.


"Hari ini kamu ajak Mr Anderson jalan-jalan, nanti aku akan ajak Agnes. Entah bagaimana caramu mengajaknya, tapi kumohon usahakan. ok?" Ucap Erick kepada Kyra.


Sedangkan Kyra hanya mengangguk, "Iya iya, sama pergilah. aku ingin sarapan dulu."


Erick menatap Kyra bingung, "Kamu belum sarapan? ini sudah siang ky, ini waktunya makan siang."


"Iya aku tau, tadi malam aku begadang menyelesaikan desain poster." ujarnya.


"Ya sudah makanlah, aku mau ke tempat Agnes dulu. bye" kata Erick sambil melambaikan tangannya.


Kyra mengangguk, membalas lambaian Erick lalu berjalan pergi meninggalkan Erick.


Sat Kyra berjalan menuju resto, tidak sengaja dia melihat Benedict sedang duduk minum kopi sambil membaca novel Sherlock Holmes.


Kyra memesan makanan nya, setelah memesan Kyra memilih duduk di hadapan Benedict.


"Yo, mas Ben." sapa Kyra dengan senyum jahil.


Benedict menoleh ke arah Kyra, lalu menutup buku yang sedang dia baca. "Ada apa Kyra?" tanya Benedict.


"aku ingin makan." jawab Kyra.


"lalu?" tanya Benedict lagi.


"aku ingin duduk disini, karena ada kamu." jawab Kyra lagi dengan senyuman tanpa dosa.

__ADS_1


Benedict yang tadi sedang menghirup kopinya langsung keselek. "Uhuk uhuk, hah... hah?"


"Kamu ta apa-apa?" tanya Kyra khawatir.


"tidak, aku tak apa-apa. hanya keselek minuman saja." jawab Benedict.


"Kalau kamu keberatan, aku akan pindah ke tempat duduk lain saja kalau begitu." Kyra hendak berdiri, namun tangannya langsung ditahan oleh Benedict.


"Aku tak keberatan sama sekali, kamu boleh duduk lagi." tahan Benedict, tidak rela.


Kyra langsung tersenyum cerah, "Baiklah kalau begitu."


Tak lama kemudian makanan Kyra datang, Kyra memakan makanan nya dengan nikmat. selama Kyra memakan makanannya, Benedict terus memperhatikan Kyra yang sedang makan.


"kenapa baru makan sekarang?" tanya Benedict.


"Tadi telat bangun, jadi ga sarapan." jawab Kyra masih menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kenapa bisa telat?" tanya Benedict lagi.


"Ya, lain kali jangan begadang. tidak sehat, lain kali tidurlah lebih cepat." saran Benedict sambil menyeruput kopi nya.


Kyra telah selesai memakan makanannya, lalu dia minum jus nya.


"Kamu sibuk ga nanti?" tanya Kyra sambil bertopang dagu menatap Benedict.


"Sepertinya tidak, memangnya kenapa?" tanya Benedict curiga.


"Bagus dong." Ucap Kyra dengan senyuman lebar.


Benedict menaikkan sebelah alisnya heran, "Bagus kenapa?" .

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita pergi berdua?" tawar Kyra, lalu memegang tangan Benedict sebelah. dia lakukan untuk membujuk plus menggoda Benedict.


Benedict merasa curiga dengan sikap Kyra sekarang, "Kemana?".


"Kemana saja asalkan bersamamu, tapi saat makan malam. Kakakku mengajak kami untuk makan malam di Newton food centre, ya paling antar ponakan dan anak rekan bisnis paman." Jawab Kyra.


"Tapi aku bukan anak rekan bisnis." jawab Benedict, walaupun dia sempat tersipu dongan godaan Kyra.


"Kan kamu bersamaku, jadi ikut saja." Ucap Kyra.


"Tapi kamu serius mau kemana saja? nanti ku ajak tempat aneh, kamu tetep mau ikut?" Tanya Benedict lagi.


"Hmm, kalau begitu tempat yang bisa bersantai dan tak perlu banyak gerak." sebenarnya yang dimaksud Kyra sekarang adalah bioskop.


"Baiklah, aku mengerti. kalau begitu ayo kita pergi." ajak Benedict tidak sabar.


"Kita pergi naik apa memangnya?" tanya Kyra bingung.


"Naik mobilku" Balas Benedict


Lalu dia berdiri, lalu berjalan ke hadapan Kyra. dia menggenggam tangan kanan Kyra, lalu Benedict membawanya turun ke pelabuhan.


saat melihat mobil Benedict sudah terparkir rapi di parkiran mobil, Kyra langsung merasa heran.


"Kok bisa?" tanya Kyra penasaran.


"Mobil itu diantar oleh anak buahku, aku memiliki beberapa cabang di tiap negara. jadi sudah pasti ada anak buah ku di setiap negara tersebut, dan mobil ini adalah milikku." Jelas Benedict, lalu dia memakai kaca mata hitam.


"Dasar orang kaya" Gumam Kyra


Benedict menarik Kyra memasuki mobilnya, begitu pun juga dia.

__ADS_1


Mereka berkendara sampai tujuan yang telah di tentukan oleh Benedict sendiri.


BERSAMBUNG


__ADS_2