
"Apa yang kau lakukan bersama Benedict semalaman? Jawab yang jujur..." Tanya Sean dengan raut wajah marah.
"Aku bukan anak kecil lagi Sean." Tekan Kyra sambil menatap tajam ke arah Sean.
"Ky, jangan bilang kau..." Raut wajah Benedict menunjukkan wajah ketidak percayaan nya, "Melakukan S*x?"
Kyra hanya diam tidak menyangkal dan juga tidak setuju, tapi menurut Sean keterdiaman Kyra artinya apa yang dia katakan adalah benar.
"Jadi benar..." Sean duduk di kasur kamarnya.
"Kak... Apa kakak marah?" tanya Kyra, sambil duduk disebelah Sean.
"Marah? tidak, aku kecewa padamu. Benedict itu pria paling kaya di negara ini, kita bukanlah apa-apa Ky. Bagaimana jika dia hanya mempermainkan mu? aku tak ingin kamu sakit hati." Jawab Sean
"Apakah Benedict seburuk itu?"
"Ya!! Aku sudah bekerja dengan banyak orang kaya, dan Benedict pasti sama seperti mereka!! Para orang kaya itu sering berselingkuh dari istrinya, dan aku tak ingin kamu menikah dengan orang sejenis itu. lebih baik kamu menikah sederhana dan bahagia, dengan begitu aku bisa tenang." Sean memeluk tubuh Kyra.
"Benedict melamar ku" ungkap Kyra dengan wajah datar.
Sean melerai pelukan mereka, "Kamu menerima lamaran nya?" tanya Sean memastikan.
"Belum, karena aku masih ragu." jawab Kyra sambil mengusap wajah nya.
__ADS_1
"Baguslah, tolak pria itu dengan tegas. kamu mengerti?"
"Bagaimana jika aku mencintainya?" tanya Kyra, sambil merenung.
"Kamu mencintai nya? Apa karena dia tampan? Kaya? walaupun begitu, prilakunya itu sangat menyebalkan Ky. dan aku akan melakukan segala cara agar kalian berjarak, walaupun aku harus dipecat dari perusahaan nya itu." Jelas Sean sambil memegang kedua bahu Kyra.
Kyra menggelengkan kepalanya, lalu dia melepas tangan Sean dari bahunya. "Berhentilah Sean, masalah ini biar aku yang urus. yang mau menjalani hubungan ini tuh aku bukan kamu."
Kyra keluar dari kamar Sean, lalu dia berjalan menuju kamarnya.
Disisi lain...
"Sejak kapan Tuan Anderson bersama Kyra? kalau saya boleh tahu." tanya Joe sesopan mungkin.
"Apa Kyra setuju untuk menikah?" tanya Joe, karena dia lumayan tahu dengan sikap Kyra yang sangat keras kepala dan susah dibujuk.
"Kami saling mencintai, saya yakin Kyra pasti setuju." Jawab Benedict dengan yakin.
Joe mengangguk paham, "Baiklah, kurasa saya sudah menahan anda sangat lama. sekali lagi saya minta maaf dengan prilaku putri saya, semoga anda bisa memaafkan putri saya yang belum dewasa itu." Joe sedikit menunduk ke arah Benedict, Namun langsung ditahan oleh Benedict.
"Tolong... jangan menunduk seperti itu, saya ingin menghormati orang yang sangat disayangi oleh wanita yang kucintai." Kemudian Benedict menunduk kan kepalanya
Joe mengangkat kepalanya, dia sedikit merasa aneh dengan sikap Benedict akhir-akhir ini yang terkadang mudah senyum dan mulai bersikap ramah.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit undur diri, Mr Andreas." Benedict keluar dari ruangan tersebut menuju kamarnya, dia berniat ingin membersihkan dirinya lalu bertemu dengan Kyra.
Sedangkan Kyra sekarang sedang duduk di kamar milik Amanda dan Nico.
"Kupikir Agnes sudah berubah, aku tak menyangka dia akan melakukan hal murahan seperti itu kepada keluarga nya sendiri." ucap Amanda sedikit kesal dengan sikap Agnes yang sok menyedihkan tadi.
Nico bahkan memijat pelipisnya, "Yah, aku cukup merasa bersalah kepada Benedict karena aku sempat menganggap nya pria brengsek."
"Tidak masalah, kurasa Benedict tidak akan menganggap hal itu." Balas Kyra, sambil melambaikan tangannya tidak mungkin.
"Jadi bagaimana hubungan mu dengan Benedict akhir-akhir ini?" tanya Amanda, sambil sedikit memperbaiki kaca matanya.
"Ya, biasa saja. memangnya kenapa?" tanya Kyra balik.
"Hmmm, aku sedikit curiga dengan hubungan kalian. seberapa jauh hubungan kalian sudah?" tanya Amanda penasaran.
"Kak, itu bukan urusanmu. lagipula ini mungkin hanya akan menjadi hubungan yang sementara, ini hanyalah perasaan sesaat yang tiba-tiba muncul diantara dua orang." jawab Kyra .
"Baiklah jika kau berkata seperti itu, aku akan menganggap nya demikian juga." lanjut Amanda sambil memberikan senyuman jahil.
"Apaan sih?"
BERSAMBUNG
__ADS_1