
Hari sudah malam lebih tepatnya pukul 18.25, seperti yang dijanjikan Kyra akan mengajak Benedict ke Newton food centre.
"Kenapa tidak makan di restoran?" Tanya Benedict penasaran, kenapa harus ditempat orang biasa.
"Karena banyak kios dengan banyak juga pilihan makanan, dan juga harga yang merakyat tidak terlalu mahal seperti direstoran." Balas Kyra dengan antusias.
"Kalau soal biaya, biar aku yang urus. kamu bisa makan sepuasnya, tak perlu harus berdesakkan dengan orang lain." Ucap Benedict yang merasa tidak perlu makan-makan disana.
"Kamu tau Ben? terkadang hal yang sederhana itu lebih menyenangkan daripada tempat fancy yang membuat ku kurang nyaman, dimana kita harus melakukan table manner. itu bukan aku..." Jelas Kyra, yang merasa makan di kios lebih menyenangkan.
Benedict hanya bisa menghela nafas berat, dia menyerah.
"Sebenarnya aku belum pernah makan di banyak kios makanan seperti itu, tapi... jika itu yang kamu mau aku akan ikut." Ucap Benedict diakhiri dengan senyuman lembut kepada Kyra.
Kyra tersenyum kemenangan, dia mencubit sebelah kanan pipi Benedict pelan.
"Perhatian nya, ayo kita pergi."
Disisi lain.
( Food court centre )
"Kalian lihat Kyra?" tanya Sean kepada Erick dan juga Agnes yang baru saja duduk.
__ADS_1
"Tidak kami tidak melihat nya." Jawab Agnes.
"OOO Kyra, tadi aku lihat. dia sedang makan siang di atas kapal, setelah itu aku tidak tau lagi." Jawab Erick tanpa beban sama sekali.
"Ck, bukan itu maksudku. maksudku kalian tau Kyra dimana? atau Kyra memberi tahu dimana dia sekarang?" Ucap Sean sedikit lelah dengan ulah Erick yang aneh.
Tiba-tiba tubuh Sean dikejutkan oleh suara pekikan dari belakang, "BA!!!"
Namun sayangnya orang yang dikejutkan tidak terkejut sama sekali, melainkan orang yang dimeja sebelah yang terkejut.
Sehingga membuat Amanda yang baru saja mengejutkan Sean tadi harus minta maaf ke meja sebelah yang ditemani oleh suaminya.
Setelah meminta maaf, Amanda dan suaminya Nico duduk di meja bulat besar yang telah ada Sean, Erick, dan Agnes.
"Ting!~" Suara notifikasi handphone milik Sean berbunyi.
saat membaca teks tersebut dia bernafas lega, "Kyra sedang di jalan, dia bilang kita pesan saja makan duluan sebelum tambah ramai." ucap Sean.
"Kak Nico sama kak Amanda bajunya couple an ya? sama-sama ga berlengan dan juga warna putih polos pula." ucap Agnes yang dari tadi memperhatikan pakaian yang dipakai oleh Amanda dan Nico.
"Sebenarnya cuma aku tadi yang pakai kaos tanpa lengan, tapi gara-gara kami naik wahana. aku ga sengaja muntah di baju milik Nico, jadi terpaksa beli baru deh. hehe." Jelas Amanda tersenyum polos.
Sedangkan Nico tersenyum gemas dengan kelakuan sang istri.
__ADS_1
"Sepertinya Kak Nico bener-bener tipikal suami yang dingin diluar, tapi bucin didalam ya." Ucap Erick yang dari tadi memperhatikan tatapan Nico ke Amanda.
"Ya iyalah, Nico dingin sama orang lain. tapi kalo dengan istrinya harus bucin dong, kalo didinginin juga mana betah." balas Amanda sambil memeluk sebelah lengan kanan milik Nico erat.
tiba-tiba, teman kuliah Agnes, Erick, dan Kyra dateng dengan membawa makanan.
"Loh kok ada kalian?" tanya Erick bingung.
Luna, Kevin, dan Zay, mereka dulu waktu kuliah adalah rekan satu band dengan Kyra. mereka duduk di sebelah Erick dan Agnes.
"Kok kalian belum ambil makanan? ntar rame loh." ucap Luna sambil menunjuk orang-orang ramai.
"mana Cumi bakarku?" tanya Kevin mencari-cari cumi bakarnya.
"Ini loh, kok ga lihat sih." Zay memberikan cumi bakar tersebut kepada Kevin.
"Makasih Bro" ucap Kevin sambil tersenyum lebar.
"Ngomong-ngomong mana Kyra?" tanya Luna yang dari tadi tidak melihat keberadaan Kyra.
"Dia masih dijalan" jawab Amanda.
Tiba-tiba Kyra dan Benedict datang beriringan, dan tangan Benedict menggenggam tangan Kyra erat. Kyra lakukan agar, Agnes bisa melihat kedekatan nya bersama Benedict.
__ADS_1
BERSAMBUNG