Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 9 - Rencana Cinta Erick


__ADS_3

"Hosh hosh"


Kyra sedang melakukan Gym di malam hari, karena akhir-akhir ini dia sedikit banyak pikiran. apalagi perilaku Benedict yang menurut nya tidak jelas.


Namun, bukan hanya Kyra yang sedang nge-gym saat itu, dia ditemani oleh Erick yang tidak sengaja bertemu di pintu masuk gym.


"apa kau tidak capek?" tanya Erick, sambil memberikan handuk kepada Kyra.


"Tentu saja capek, mangkanya aku duduk istirahat sekarang." jawab Kyra, "tapi terimakasih handuknya."


Erick menggelengkan kepalanya tidak masalah, "Hei, apa kau tahu Agnes akhir-akhir ini dekat dengan siapa?" tanya Erick penasaran.


"Setahuku tidak, memangnya kenapa?" Tanya Kyra sambil mengelap keringatnya.


"Sebenarnya aku suka sama Agnes, hanya saja aku takut dia tak suka sama ku." Ungkap Erick sambil tersipu malu.


"kalau kau suka, ya ungkapkan jangan dipendam. lagipula siapa yang tidak tahu kalau kau menyukai Agnes." Balas Kyra, lalu menunjuk wajah Erick. "Lagipula semuanya terlihat jelas dari wajah dan perilaku mu."


Mendengar perkataan Kyra, Wajah Erick tersipu malu. "Emangnya prilakunya dan wajahku terlihat seperti apa?" tanya Erick malu-malu.


"Eyy, kamu setiap ada Agnes atau berbicara dengan nya selalu menunjukkan wajah lembut, terkadang tersipu malu, bahkan tatapan mata mu tidak bisa teralihkan dari Agnes. kalau perilaku, kamu itu selalu memperhatikan Agnes, dan juga selalu mengutamakan nya." Jelas Kyra kepada Erick.


"Begitukah? aduh, apa jangan-jangan Agnes juga tau?" Tanya Erick merasa frustasi.

__ADS_1


"Hmm, kurasa sih. Tidak. karena Agnes itu gadis yang tidak peka, jadi kamu harus berusaha lebih keras lagi." Jawab Kyra, lalu mengambil botol minum di tas nya.


"Kamu benar, tapi bagaimana caranya?" tanya Erick, sempat berpikir beberapa saat.


Kemudian Erick mendapatkan ide, "Bagaimana kalau kamu Kyra, membantu ku mendapatkan cinta dari Agnes. mengingat kamu waktu kuliah banyak teman wanita, kurasa kamu mengerti bagaimana perasaan wanita. bagaimana?"


Kyra menggelengkan kepalanya, tidak setuju "Tidak, aku tidak mau ikut campur sama sekali dengan urusan kalian. Bisa-bisa aku dimusuhi Agnes lagi." Tolak Kyra.


Wajah Erick yang tadinya antusias, langsung murung. dia mencoba memikirkan cara lain, lalu ide baru terlintas dibenaknya.


"Bagaimana kalau kamu membantu ku, aku akan membayar mu?" tawar Erick lagi.


Kyra menggelengkan kepalanya, "Sudah kubilang ak-"


Dengan cepat Kyra langsung menjabat tangan Erick, "Baiklah, kurasa Agnes biasa menjadi milik mu, Tentunya dengan bantuan ku, sang ahli wanita."


"Sungguh? Bagaimana caranya?" Tanya Erick tidak sabaran.


"pertama-tama, kita harus mencari tahu. apakah Agnes memiliki seseorang yang dia sukai? jika ada, kita harus menjauhi nya dengan orang tersebut. lalu kamu Erick, akan selalu berada bersama Agnes setiap saat." Jelas Kyra, sambil tersenyum miring.


"Bagaimana cara kita biar tahu siapa orang tersebut?" tanya Erick kepada Kyra.


Kyra berdiri dari duduknya, "kalau masalah itu biar aku yang mengurus nya, kamu cukup selalu berada disisi Agnes dan buat dia senyaman mungkin. lalu setelah dia sudah bergantung padamu, jauhi dia." Ucap Kyra.

__ADS_1


Mendengar kalimat terakhir, Spontan Erick langsung tidak setuju. "Kenapa aku harus menjauhi nya? tidak, aku tidak mau."


Kyra langsung memukul kepala Erick pelan, "Kau bodoh, jika kamu selalu berada bersamanya dia akan bergantung padamu, dalam kata lain saat dia sangat membutuhkan tapi kamu tidak ada Agnes akan merasakan kehilangan lalu dia akan menyadari seberapa penting nya kamu dalam hidup nya. Disaat itu lah kamu akan berkata, kamu tidak ingin hubungan hanya pertemanan, dan kamu ingin hubungan lebih seperti kekasih atau pasangan hidup." Jelas Kyra panjang lebar agar Erick paham dengan maksud nya.


"Lalu?" tanya Erick lagi.


Kyra sekali lagi memukul kepala Erick pelan, "Lalu? lalu apalagi, tentu saja Agnes akan berkata iya dia mau menjadi pasangan mu. lalu kalian akan menikah, dan memiliki anak. selesai." Ucap Kyra sedikit kesal.


Merasa ide yang Kyra katakan sangat bagus, sontak Erick langsung memeluk Kyra dengan hati yang sangat gembira.


"Itu ide yang sangat cemerlang." ucap Erick.


Kyra langsung melepas pelukan mereka, "Hey, jangan senang dulu. bisa saja rencana ini gagal. Jadi jangan terlalu senang, kalau gagal nanti nangis aku ga mau tanggung jawab."


Erick hanya mengangguk, tapi tidak melunturkan senyum lebarnya.


Disisi lain, Benedict yang awalnya ingin nge-gym, malah melihat kedekatan dua orang manusia yang sedang mengobrol sambil tersenyum bahagia.


Benedict tambah kesal, saat ia melihat ada seseorang yang memeluk wanitanya tanpa izin.


ya, wanitanya. sekarang Kyra sudah di cap sebagai wanita nya, oleh Benedict.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2