
Sekarang Kyra dan Benedict sedang berjalan jalan santai.
Kyra merasa aneh dengan tatapan Benedict ke padanya, seperti orang yang baru saja jatuh cinta.
Bagaimana Kyra tau? karena Kyra sangat peka dengan keadaan, dan tatapan Benedict sekarang persis sekali seperti orang baru jatuh cinta.
"Kenapa mas melihat ku seperti itu? saya kan jadi malu." Ucap Kyra sambil menyentuh kedua pipinya yang memerah.
Entah kenapa melihat wajah malu-malu milik Kyra, membuat Benedict rasanya ingin mengurung Kyra di kamar dan terus memperhatikan wajah tersebut selamanya. Sepertinya Benedict bisa gila jika Kyra berdekatan dengan pria lain, karena Kyra hanya miliknya seorang.
"Kamu terlihat indah, rasanya aku semakin menyukai mu Kyra." Ungkap Benedict sambil menunjukkan senyuman termanisnya.
Sebenarnya Kyra sedikit bingung dengan Benedict, kenapa pria tersebut sangat mudah sekali mengatakan suka padanya.
Walaupun begitu, Kyra yakin kalau pria itu sama saja. kalau sudah ketemu yang baru, dia akan melupakan yang lama.
"Bagaimana bisa mas Ben mengatakan cinta secara lantang kepada seorang gadis yang baru tadi malam anda temui." Ucap Kyra sedikit bergeleng kecil, merasa heran.
Sedangkan Benedict mengangkat bahunya, "Entahlah, karena cinta tidak butuh alasan kan?" Balas Benedict.
"Kalau mas menyukai saya tanpa alasan, bagaimana jika saya menyukai mas karena harta? apa mas tetap akan suka sama saya?" tanya Kyra memastikan, karena sekarang Kyra belum merasakan aneh dengan perasaannya.
Langkah Benedict terhenti, lalu dia berhadapan dengan Kyra. Dengan lembut, Benedict menggenggam kedua tangan Kyra dan tersenyum lembut.
"Jika itu bisa membuat mu bertahan bersamaku, maka aku tidak masalah jika harta ku menjadi alasan kamu bertahan, Cukup dengan rasa cinta ku padamu dan kamu selalu disisiku selamanya, itu sudah jauh lebih dari cukup." Ungkap nya dengan menatap mata Kyra lekat.
Bukannya merasa tersentuh, Kyra malah merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan sikap Benedict. karena pria itu terlalu aneh atau bisa dibilang bodoh, dan perkataan Benedict barusan mampu membuat Kyra merasa geli.
__ADS_1
Kyra berusaha tertawa, "Ahahahahaha, Aduh... mas jangan terlalu serius ah, belum tentu juga kita bakalan pacaran sama mas." ucap Kyra tanpa pikir panjang.
Mendengar perkataan dari Kyra, mampu membuat Benedict merasakan marah. namun dia tetap berusaha menahan emosinya tersebut, sayangnya tangan Benedict menggenggam tangan Kyra sangat kuat.
sehingga membuat Kyra merasa sakit di tangan nya.
"Kenapa?"
"Mas pegangannya terlalu kuat." Kata Kyra, berusaha melepas pegangan tangan Benedict.
Baru saja Benedict menyadari apa yang dia lakukan, dengan cepat Benedict mengendorkan pegangan tangannya.
Lalu dia mencium kedua tangan milik Kyra, sehingga membuat sang empu memerah.
"Mas ngapai sih, geli tau."
"Kyra, jangan berkata seperti itu. Memang jodoh tidak ada yang tahu, tapi sebisa mungkin saya akan menjadi jodohmu." Ungkapnya dengan nada lembut, Benedict berusaha melupakan kalimat menyebalkan yang tadi Kyra katakan.
"Kudengar dari pelayan, katanya besok kita akan berlabuh di Singapura." Kata Kyra mencoba mengalihkan.
Benedict menyadari kalau Kyra sedang mengalihkan pembicaraan sekarang, walaupun begitu dia tak masalah.
"ya, tapi kurasa kita bakal sampai saat malam hari. apa kamu ada rencana nanti?" tanya Benedict.
sedangkan Kyra mengangguk, "Ya, Aku harus menjemput temanku nanti. lalu kami akan berjalan-jalan, sebenarnya temanku itu ikut juga dari kemarin. tapi karena dia sekarang lagi di Singapura, jadi dia akan ikut saat kapal sampai di Singapura." Jelas Kyra.
"Sepertinya kalian sangat dekat ya, padahal aku ingin mengajakmu dinner saat sudah sampai. tapi tak masalah jika kamu ada rencana, aku bisa menunggu." Ungkap Benedict, sambil mengelus rambut Kyra pelan.
__ADS_1
Lalu Benedict melihat jam tangannya, tanpa dia sadari mereka sudah mengobrol sangat panjang sehingga sudah menunjukkan pukul 13:23 siang.
"Astaga, aku sudah menahan mu sangat lama. bagaimana kalau kita makan siang?" tawar Benedict.
"lama? Memangnya sudah jam berapa?" Tanya Kyra, sebenarnya dia juga tidak menyadari sekarang sudah jam berapa.
"emm, ini jam 13:23. mau makan?" tawar Benedict sekali lagi.
Wajah Kyra langsung terkejut, masalah nya tadi malam Naina mendatangi kamar Kyra. untuk meminta nya perform di hari terakhir liburan, karena Naina pernah dengar kalau Kyra pernah menjuarai festival antar kampus.
"Astaga, aku tak bisa makan siang. aku harus pergi, aku ada janji." Ucap Kyra kepada Benedict panik.
melihat wajah panik Kyra, Benedict merasa bingung. "memangnya ada apa?"
"Aku harus latihan, untuk perform nanti." Jawab Kyra, lalu mengambil ancang-ancang untuk pergi. "maaf aku tak bisa makan bersama, jadi... aku pergi dulu ya. sampai jumpa nanti." kata Kyra lalu berlari pergi menuju ruang teater.
Sedangkan Benedict melihat Kyra lari terbirit-birit, hanya bisa terkekeh geli. "Lucunya..."
Benedict mengeluarkan Handphone nya, lalu menekan kontak asisten nya Abi.
"Halo tuan Benedict, ada yang bisa saya bantu." ucap Abi dari sebrang sambungan telepon.
"Abi, aku ingin kamu mencari tahu tentang seseorang. Seorang wanita muda, namanya Kyra Avelin. Aku ingin informasi nya sudah ada sebelum jam makan malam." Perintah Benedict kepada Abi, tanpa melunturkan senyum kecilnya.
Sebenarnya Abi merasa heran, apa jangan-jangan tuannya Benedict ingin menghancurkan hidup seorang wanita? biasanya Benedict kalau menanyakan informasi tentang seseorang, endingnya pasti menghancurkan hidup orang itu.
"Baik tuan, akan saya kerjakan." Jawabnya.
__ADS_1
"Tut~" sambungan telepon langsung dihentikan oleh Benedict.
BERSAMBUNG