
Cahaya matahari masuk diantara celah gorden, sehingga membuat Benedict mengerjapkan matanya beberapa kali.
Namun saat Benedict ingin bangun, ternyata Kyra menindih nya sehingga tubuh mereka sangat menempel.
Bahkan Benedict bisa merasakan dada Kyra, dan juga miliknya yang mulai berdiri lagi.
Dengan lembut Benedict menggeser tubuh Kyra ke sampingnya, bahkan tidak lupa dia mengecup bibir Kyra dengan lembut.
Bahkan dengan banyak pergerakan dari Benedict, Kyra sama sekali belum bangun.
wajar saja, mereka baru tidur saat jam 4 subuh. dan sekarang sudah jam 8.
Benedict sudah berpakaian rapi, tapi Kyra masih tidur. Benedict mencoba membangunkan Kyra dengan berbagai cara.
"Sayang, bangun~" Benedict menepuk bahu Kyra lembut, lalu beberapa kali menggoyangkan nya.
Tanpa sadar Kyra menepis tangan Benedict, "Pergilah..., aku masih ngantuk...."
setelah menjawab, Kyra kembali tidur seperti semula.
Karena gemas Benedict mengecup pipi Kyra, "Jangan tidur lama-lama, aku kembali ke kamar ku dulu." ucap Benedict yang hanya dibalas anggukan kepala saja.
Benedict keluar dari kamar Kyra, dia berusaha bergegas kembali ke kamarnya yang berada cukup jauh dari kamar milik Kyra.
Disisi lain...
Setelah Benedict keluar dari kamarnya, Kyra langsung bangun dengan wajah memerah padam.
"Sialan!! apa yang aku lakukan?! dasar bodoh! Kyra bodoh!!" pekik Kyra kesal.
Kyra mencoba bangun dari tempat tidur, tapi sayangnya dia malah terjatuh terduduk. bagian intimnya sangat sakit sekali setelah digempur berjam-jam.
"Dasar bajingan!!" pekik Kyra tertahan
Dengan tertatih-tatih Kyra berjalan ke kamar mandi, dia berendam dengan air panas sehingga bisa merilekskan otot tubuhnya.
"Aahhh nikmat nya~"
Setelah apa yang dilakukan Kyra dan Benedict semalam Kyra mencoba mengingat, entah kenapa bagian dalamnya terasa terisi sesuatu.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan dia tidak memakai pengaman?" gumam Kyra sambil berpikir.
"Bagaimana jika aku hamil?" Kyra mulai memeluk perutnya yang masih rata.
"Mengandung anak milik Benedict Anderson... Anderson..." tiba-tiba Kyra mulai berkhayal.
Dengan dia menikahi Benedict, kehidupan mewah... pakaian brand ternama... barang-barang branded... liburan mewah...
Bagaimana dengan keluarga bahagia?...
Apakah Benedict bisa mewujudkan hal tersebut?
Entah kenapa Kyra mulai merasa takut, dia memeluk tubuhnya dengan erat. "Bagaimana kalau sama seperti ayah?" gumam Kyra kecil.
sebenarnya ayah nya Kyra lumayan kaya, dulu Ayah Kyra sangat mencintai ibunya Kyra... namun, semua itu berubah setelah sang ayah ketemu dengan mantan kekasih nya.
Bisa dibilang Ibunya Kyra dan ayahnya Kyra dulu dijodohkan, jadi mereka tidak bisa menolak nya sama sekali. Awal pernikahan mereka merasa bahagia, tapi sayangnya sang ayah belum selesai dengan masa lalunya.
Ayah Kyra bernama Argus Andreas mulai berselingkuh dengan Ajeng Winata, tepat setelah 2 tahun Kyra lahir.
Mengetahui perselingkuhan suaminya Rachel tidak mau berdiam diri, dia langsung memberikan surat cerai saat suaminya baru pulang. tanpa mendengar penjelasan sang suami, Rachel membawa koper dan anak-anak nya pergi dari rumah mereka menuju rumah orang tuanya.
setelah cukup lama Kyra berendam, mungkin sudah sejam lebih. Kyra bangun, lalu mengeringkan tubuhnya didepan cermin.
Dia melihat banyak sekali bekas ****** dibagian dadanya, perut, bahkan bahunya. Padahal tadi malam Kyra sudah bilang jangan meninggalkan bekas.
"Untung saja bukan dibagian yang mudah dilihat" gumam Kyra sambil mengusap bekas ****** tersebut.
Setelah mengeringkan tubuh dan rambutnya, Kyra keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian. Dia mengganti pakaiannya dengan kaos kebesaran dan celana pendek santainya.
Kyra mengangkat seprai kamarnya yang ada bekas noda darah, dengan seprai yang baru yang telah disimpan di lemari pakaian.
setelah merapikan kasurnya, Kyra mendekat ke meja dekat kasur untuk menelpon layanan kamar.
"Halo" panggil Kyra.
"..."
"Tolong bawakan sarapan ke kamar 158 ya..."
__ADS_1
"..."
"Ya"
"..."
"terimakasih"
Setelah menelepon layanan kamar, Kyra membaringkan tubuhnya. lalu dia memutar film melalui laptopnya, dengan Snack yang sudah ada beberapa bungkus yang sengaja Kyra simpan.
"The Notebook? nonton lagi aja deh."
Karena terlalu memperhatikan film, Kyra terkejut saat mendengar suara ketukan pintu. Kyra langsung berjalan menuju pintu, lalu membukanya dengan cepat.
"Kamu?" Heran Kyra melihat orang yang tidak bisa dia tebak muncul dihadapannya.
"Kyra, ada yang ingin kukatakan padamu..." Ucapan Agnes terjeda, lalu dia menggeser tubuhnya. "Dan kurasa sepertinya kamu lapar, kita bisa mengobrol sambil makan." lanjutnya sambil mendorong troli makanan ke kamar Kyra.
Kyra membiarkan Agnes masuk ke kamarnya, "Pantas saja lama, kamu toh."
"hehe, iya maaf. tadi harusnya pelayan sudah mengantar makanan mu dari tadi, tapi aku menahannya... karena aku ingin makan bersamamu." Jawab Agnes sambil tersenyum kecil.
Kyra membiarkan Agnes duduk di kursi dan mejanya, sedangkan Kyra makan di atas kasur sambil bersender di kepala ranjang.
"Jadi mau bicara apa?" tanya Kyra sambil mengunyah makanan nya.
Agnes meneguk ludahnya, "Aku dan Benedict akan bertunangan, jadi..."
Kyra terdiam, bahkan tangannya berhenti menyuapkan makanan.
"... bisakah kamu putus dengan Benedict? karena aku akan menjadi calon istrinya." Agnes wajahnya mulai berkaca-kaca.
Kyra menggertak giginya, menahan kesal di dalam dirinya.
"Apa maksud mu Agnes?"
"Aku ingin kamu putus dengan Benedict, segera!"
BERSAMBUNG
__ADS_1