Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 3 - Kyra


__ADS_3

"Kakak, bagaimana kalau kita pergi mencari hadiah untuk paman dan bibi." tawar Kyra, sambil menyender kan tubuhnya di dinding kamar Sean.


Sean menoleh, "Kenapa tidak kasih lukisan mu saja, bukannya lebih mudah?" saran Sean, yang lebih fokus menatap Handphone nya.


Mendengar saran dari sang kakak, Kyra memutar matanya malas. "Bilang saja kakak malas keluar, dan juga melukis itu tidak lah mudah ya."


Karena kesal Kyra langsung keluar dari kamar sang kakak, karena kakaknya Sean itu selalu saja cuek kepadanya. seperti apapun yang dilakukan Kyra itu adalah urusan nya.


"Cih, dasar kakak pemalas." gerutu Kyra.


Kyra menyiapkan alat-alat lukisnya, sebelum melukis. Kyra memperhatikan foto pernikahan pamannya sebagai referensi untuk lukisannya.


Saat memperhatikan foto pernikahan pamannya dari ponsel, tiba-tiba masuk notifikasi dari insta nya.


yaitu foto postingan sahabat baiknya Sinta dan Rohan, atau bisa dibilang mantan sahabat baik. padahal mereka sangat dekat dulu, tapi sayangnya tidak lagi.

__ADS_1


"Makin mesra..." gumam Kyra dengan wajah datar memperhatikan foto kedua mantan sahabatnya itu. "Sampai aku ingin membunuh kalian berdua." ucap Kyra tanpa sadar.


Seketika Kyra sadar dengan apa yang dikatakan nya, dia langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak-tidak, mereka berdua memang kumpulan orang tolol."


Walaupun Sinta dan Rohan adalah sahabat baik Kyra, tapi mereka berdua bukanlah sahabat baik Kyra dari kecil.


Kyra memiliki sahabat baik, mereka sudah dekat selama 19 tahun. namanya adalah Julia, dia gadis yang sangat baik dan yang terpenting mereka berdua memiliki tipe pria yang sangat berbeda.


tiba-tiba Kyra tersenyum, menurutnya untuk apa memikirkan orang yang sama sekali tidak menyukainya, jika ada orang-orang yang selalu ada dan sangat menyayanginya.


handphone Kyra berdering, Neina istri dari paman Andreas menelepon Kyra.


mendapatkan panggilan tersebut Kyra menjawabnya sambil tersenyum manis.


"Aunty Neina, kenapa menelepon?" tanya Kyra.

__ADS_1


"Aduh Kyra, bagaimana kabarmu. Aunty ingin memastikan kamu harus datang ke pesta ulang tahun pernikahan Aunty ya, jangan tidak datang. nanti Aunty akan menjemputmu kalau perlu Aunty seret kamu agar datang." Ucap Neina panjang lebar agar keponakan tersayang nya tersebut datang.


Mendengar ancaman sang Aunty membuat Kyra terkekeh geli, "Ok ok, Kyra pasti datang bersama kak Sean. tapi mama ga bisa datang Aunty, karena mama udah ada janji duluan. ga apa-apa kan Aunty?"


"Aunty ga apa-apa kok, mama udah kasih tahu. Jadi Aunty paham kok. Tapi bagus lah kamu mau datang, jadi Agnes bakal punya teman ngobrol." Sang bibi sangat antusias memikirkan kalau Kyra dan Agnes bakal berteman dekat.


Kyra hanya bisa terkekeh canggung, "Ya, kami bisa menjadi teman baik Aunty."


"Senang mendengar nya Kyra, Aunty tutup dulu karena mau mencari dress untuk acara nanti. byee" Neina menutup panggilan setelah dapat deheman dari Kyra.


Walaupun hubungan Kyra dan Agnes tidak berjalan baik, tapi bibi Naina selalu menyambut hangat Kyra seperti anaknya sendiri. Apalagi setelah kejadian 9 tahun yang lalu... dimana ayah Kyra pergi meninggalkan ibu nya bersama wanita lain.


Jika dibilang kehidupan Kyra banyak masalah, menurut nya itu biasa. karena setiap manusia itu pasti memiliki konflik hidup nya masing-masing, dan tidak ada manusia yang sempurna.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2