Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 4 - Kapal Pesiar


__ADS_3

"Apa saja yang kamu bawa di koper besar itu?" tanya Sean, sambil memperhatikan isi di dalam koper Kyra.


"Barang-barang penting, seperti make up, skincare, baju, perhiasan, cel..." Kalimat Kyra dipotong oleh Sean.


"ya sudah, aku tak mau dengar lagi. cepatlah siap-siap, kita akan pergi naik taksi online." ujar Sean sambil keluar dari kamar Kyra.


Tak lama kemudian Kyra sudah siap dengan pakaian casual nya, begitu juga dengan Sean. mereka membawa 2 koper dan 2 tas sedang.


sekarang mereka berdua sedang menunggu diteras rumah, sambil menunggu taksi yang telah dipesan oleh Sean.


Kyra melirik sang kakak, "Kata Aunty Naina nanti malam akan ada acara pesta pembukaan di kolam renang. apa kakak Bawa baju renang?" Tanya Kyra mencoba basa basi.


Sean menoleh ke arah Kyra, "Kakak sudah tau dari Agnes, tapi... aku tidak mengizinkan mu memakai baju renang kurang bahan itu." Peringatan Sean sambil menatap tajam ke arah sang adik.


mendengar peringatan Sean, wajah Kyra langsung cemberut. "Tidak kok, aku juga ga bakal berenang nanti. karena sedang hari nya, jadi aku akan memakai pakaian biasa." Jelas Kyra.


Sean tersenyum kemenangan, "memang seharusnya begitu, baguslah kalau kamu paham."


tak lama kemudian taksi online nya datang, Kyra dan Sean mengangkut koper mereka untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil.


lalu mereka pergi menuju pelabuhan.


Disisi Lain


"Tuan Jadwal yang butuh kehadiran anda, telah saya undur sampai anda pulang dari liburan, tuan." beritahu Abi kepada Benedict yang sedang duduk santai di kursi belakang mobilnya.


Sedangkan Benedict mengangguk paham, "Abi, aku ingin bertanya sesuatu padamu, jawab saja sesuai pengalaman mu sejujurnya."


Mendengar perkataan Benedict, Abi menatap Benedict melalui pantulan kaca mobil. "Tentu tuan, apa yang ingin anda tanyakan?".


Benedict menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, "Kenapa bisa kamu dan istri mu menikah Abi?" tanya Benedict.

__ADS_1


"Tentu saja karena kami saling mencintai, tuan." jawab Abi yang tidak salah sama sekali.


Mendengar jawaban Abi, Benedict menghela nafas berat. "Bukan itu maksudku, bagaimana bisa kalian tahu kalau kalian saling mencintai?" tanya Benedict sedikit lelah.


Abi mengangguk paham dengan maksud pertanyaan Benedict, "Saya tahu kalau saya mencintai istri saya, itu karena saat pertama kali kami bertemu saya merasakan jantung saya berdetak kencang, tubuh saya merasa panas, wajah saya memerah, dan pikiran saya selalu ingin bertemu dan berbicara dengan nya setiap saat." jelas Abi sambil tersenyum kecil, "Saat itulah saya sadar, kalau saya mencintai istri saya." Jawab Abi.


"Berarti jika saya mengalami apa yang kamu rasakan, berarti tandanya saya sedang jatuh cinta? baiklah saya paham Abi, terimakasih informasinya." tiba-tiba Benedict menunjukkan wajah kepercayaan diri yang kentara.


Abi sedikit bingung dengan apa yang dimaksud dengan tuannya, karena tidak biasanya Benedict menanyakan pertanyaan soal percintaan seperti ini.


"Tuan, apakah anda sedang jatuh cinta?" tanya Abi sedikit hati-hati.


Benedict menaikkan sebelah alisnya, "Tidak, memangnya kenapa?"


Abi langsung menggelengkan kepalanya, "tidak, bukan apa-apa tuan."


Tak lama kemudian mereka telah sampai di pelabuhan.


Dengan langkah yang tegas Benedict masuk ke dalam pesiar, saat masuk Benedict sudah disambut dengan pelayan disana dan juga Mr Andreas.


"Tuan Anderson, lama tidak berjumpa." Joe Andreas menjabat tangan Benedict, yang disambut baik oleh Benedict.


"Senang bertemu denganmu juga, Joe." Benedict memperhatikan isi dalam pesiar sambil memberikan senyum miring nya, "ngomong-ngomong ini kapal pesiar yang indah sekali, seperti nya Mr Andreas memiliki uang yang sangat banyak sekali ya." ucap Benedict menatap meremehkan ke arah Joe.


Mendengar perkataan Benedict, rasanya Joe langsung berkeringat dingin. "Ya, begitulah. Sepertinya anda telah melalui perjalan yang panjang, saya telah menyiapkan kamar terbaik di kapal pesiar ini untuk anda tuan Anderson"


Joe memanggil pelayan yang berada didekatnya, untuk mengantarkan Benedict langsung ke kamarnya. "Oh, iya. Tuan Anderson, nanti malam akan ada acara di kolam renang utama, saya harap anda datang ikut memeriahkan acaranya."


Benedict melepas kaca matanya, lalu tersenyum ramah. "Tentu saja saya akan datang, Mr Andreas."


Pelayan mengarahkan Benedict menuju kamar yang akan dia tempati selama 15 hari ini.

__ADS_1


Sedangkan Kyra dan Sean yang sudah sampai langsung menghampiri ke arah Naina, yang sedang mengobrol bersama Agnes.


"Aunty!" panggil Kyra, sambil berjalan menuju Aunty Naina.


Merasa ada yang memanggil, Naina menoleh dan mendapati Kyra dan Sean sedang berjalan menghampiri mereka.


"Kyra, Sean. Keponakan ku tersayang, kemarilah." panggil Naina dengan senyum bahagia nya.


saat Kyra dan Sean sudah sampai di hadapan Naina, Kyra melihat Agnes yang sepertinya mencoba ramah kepadanya.


"Agnes! lama tidak berjumpa." Sapa Kyra sambil memeluk Agnes, yang dibalas ekspresi terpaksa walaupun dia tetap membalas pelukan Kyra.


Dengan cepat mereka melepas pelukannya, "Astaga Agnes, kamu terlihat tambah cantik saja." puji seorang pria yang tiba-tiba saja datang, pria itu namanya Erick.


Erick seorang Millionaire, karena telah mewarisi showroom mobil dan dana pinjaman milik sang ayah. apalagi showroom mobil tersebut sudah memiliki cabang dimana-mana, bisa dibilang Erick termasuk calon suami mapan yang sedang mengincar Agnes.


Mendengar pujian dari Erick, Agnes tersipu malu. "Terimakasih Erick, kamu juga terlihat tampan hari ini."


melihat interaksi diantara mereka berdua, Kyra menahan senyumnya. Lalu Kyra mencoba menggoda mereka berdua, "Astaga, kisah cinta Erick sang Romeo dan Agnes sang Juliet. yang sedang bersemi di atas kapal pesiar, uwauwauwa." goda Kyra sambil menatap mengejek ke arah mereka.


dan benar sekali wajah Agnes dan Erick langsung memerah padam, "Kyra hentikan..." ucap Agnes malu-malu.


mendengar perkataan Agnes yang lembut kepadanya, Kyra jadi bingung. tumben sekali Agnes tidak memarahi atau membentaknya seperti mereka remaja dulu.


"Kyra sudah hentikan." ucap Sean, lalu menarik Kyra pergi. "Aunty kami akan kekamar dulu." ucap Sean pamit ke Naina.


"iya, kuncinya ambil saja dimeja resepsionis. sudah Aunty atur." jawab Naina sambil melambaikan tangan yang dibalas lambaian tangan oleh Kyra.


Sedangkan Agnes dan Erick masih merasa canggung, bagaimana tidak. dahulu Erick merupakan cinta pertama Agnes, tapi sayangnya Erick harus kuliah di luar negeri yang membuat mereka jadi putus hubungan.


walaupun sekarang Agnes menyukai Benedict, tapi perasaannya hanya berlandaskan rasa suka biasa. berbeda dengan Erick yang benar-benar membuat Agnes jatuh cinta padanya, karena sifat Erick yang manis.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2