
Kyra memilih film Fear street, bisa dibilang film favoritnya. Dengan Benedict yang sedang menyiapkan makanan diatas meja ruang tengah, dan selimut.
"Untuk apa selimut?" tanya Kyra bingung.
"Untuk jaga-jaga, kalau kamu kedinginan." Jawab Benedict sambil menata selimut di sisi kanan sofa.
"Owh, ok"
Entah kenapa setiap Benedict bersikap baik kepada Kyra, membuat hati Kyra berdegup kencang sekali.
Kyra duduk di sofa panjang, dengan Benedict disebelah nya sambil menaruh tangannya di kepala sofa belakang Kyra. yang terlihat seperti Benedict merangkul Kyra.
mereka awalnya terlihat fokus menonton film, sekaligus mengemil. tapi saat di bagian akhir film, pandangan Benedict teralihkan ke wajah Kyra.
Merasa ada yang memperhatikan nya dari tadi, Kyra menatap Benedict heran.
"kenapa?" tanya Kyra penuh tanda tanya.
"Mau berciuman?" tanya Benedict, matanya terfokus ke bibir ranum milik Kyra.
"Kamu gila?" Kyra sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari Benedict.
"canda nya ga lucu tau."
"Aku ga bercanda" kata Benedict masih terfokus ke Kyra.
"Ga lucu ah, aku minum dulu-" saat Kyra ingin berdiri tangannya langsung ditahan oleh Benedict agar duduk kembali.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Benedict merasa tak rela.
"Aku haus, jadi mau ambil minum." jawab Kyra sedikit kecil, karena wajah Benedict yang lumayan dekat dengan wajahnya membuat nya gugup.
"Aku menyukaimu, kamu juga suka aku kan?" Benedict mengatakan hal itu dengan tidak yakin.
"Kenapa kau berpikir begitu?" tanya Kyra dengan raut wajah tak percaya.
"Karena kamu datang kesini, padahal tadi aku bilang akan memakanmu. tapi kamu masih tetap ikut, kamu menyukai ku kan?" Ungkap Benedict merasa yakin sekarang.
"Kan kamu bilang hanya menonton dan ngemil, aku juga tak percaya kamu mau memakanku." Balas Kyra tak mau kalah.
Benedict mengelus pipi Kyra pelan, "Terserah, aku tak peduli. Yang penting aku menyukaimu." Ungkapnya kepada Kyra, matanya fokus ke arah bibir Kyra.
Wajah Kyra merona merah, "Ben-" kalimat Kyra terpotong.
Selama Benedict mencium Kyra, Kyra hanya bisa diam mematung. tapi lama-kelamaan Kyra terhanyut dengan permainan bibir Benedict yang sangat lihai itu, membuat Kyra ikut membalas kecupan bibir Benedict.
Mereka terus berciuman, sampai membuat Kyra terbaring diatas sofa dengan Benedict yang menindih tubuhnya.
"Mmmhhhh cup, Ky" desah Benedict.
Benedict melepas tautan bibir mereka, lalu dia mencium pipi sampai ke leher jenjang Kyra.
Ciuman Benedict terhenti saat, tangannya yang ingin memasuki pakaian Kyra, langsung dihentikan oleh Kyra sendiri dengan wajah yang sudah memerah padam.
"Ben... jangan..." ucap Kyra yang sudah sangat malu sekarang.
__ADS_1
Tangan kanan Kyra yang menahan tangan Benedict tadi, langsung digenggam Benedict. Dia mencium tangan tersebut dengan lembut.
"Kyra, Maukah kamu menikah denganku?" Tanya Benedict dengan tatapan penuh harapan.
"Apa?!" pekik Kyra terkejut mendengar perkataan Benedict.
"Menikah lah denganku!" ulang Benedict lagi dengan sedikit memohon.
"Kenapa? kenapa kamu ingin menikah denganku?" Tanya Kyra penasaran, sebab tidak biasanya pria langsung melamar wanita yang baru dia temuin.
"Aku kira ketertarikan ku padamu hanyalah ketertarikan biasa Ky, tapi saat aku melihatmu bersama pria lain. aku sangat tidak suka, tidak-tidak aku sangat membencinya. Aku ingin kamu selalu bersama ku, dan membuat keluarga kecil kita bersama." Ungkap Benedict setulus mungkin.
Kyra sedikit tersentuh dengan perkataan Benedict, sebenarnya dia bisa saja menerima lamaran tersebut. lagipula hidup bersama Benedict lebih terjamin, dia kaya, tampan, dan sayang kepadanya.
Tapi entah kenapa Kyra masih ragu dengan Benedict, dia ragu akan bagaimana tanggapan keluarga besar nya dan keluarga Benedict.
"Ben... Maaf-" kalimat Kyra dipotong oleh suara Benedict.
"Tolong, pikiran terlebih dahulu. kamu masih memiliki waktu yang lama, yaitu sampai selesai liburan ini. Jadi jangan menolak ku terlalu cepat, aku tak ingin sakit hati selama liburan." Ungkap Benedict sambil menutup mulut Kyra dengan telapak tangan nya.
Kyra melepas tangan Benedict dari mulut nya, "Baiklah, akan kupikirkan dulu." balas Kyra.
"Baguslah." Benedict menarik Kyra ke dalam dekapannya, yang juga dibalas oleh Kyra.
Disaat mereka pelukan, entah sudah berapa kali Benedict mencium pucuk kepala Kyra. sedangkan Kyra hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Benedict.
BERSAMBUNG
__ADS_1