Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 15 - Perkenalan


__ADS_3

Melihat kedekatan Kyra dengan Benedict, entah kenapa raut wajah Agnes langsung masam.


"Siapa tu Ky?" tanya Kevin kepada Kyra, sambil menatap jahil.


"Saya kekasih nya Kyra, nama saya Benedict Anderson. saya harap kita semua bisa akur." Ucap Benedict sambil tersenyum ramah, tidak lupa dengan kacamata bacanya yang memberikan kesan pria baik-baik.


"Apa itu benar dek?" Tanya Sean menatap Kyra dengan sorot mata yang tajam.


Kyra menatap kearah Erick yang hanya mengangguk yang artinya menyuruh Kyra mengiyakan perkataan Benedict barusan.


"Iya, mas Ben kekasih Kyra kak. iya kan mas?" Ucsp Kyra seraya mengganti tautan tangan mereka menjadi merangkul lengan Benedict mesra.


"Iya Ky." Benedict merasa senang dengan perlakuan Kyra yang terlihat menggemaskan.


Kyra dan Benedict duduk, dan entah kenapa bagi Benedict sikap Kyra sangat aneh sekarang. seperti orang yang sengaja mengumbar-umbar kemesraan.


"Mas Ben mau makan apa? sate mau? atau sop ayam?" tanya Kyra.


"menunya cuma itu?" tanya Benedict.


"nggak, banyak kok. tapi aku pengen sop sama sate." ucap Kyra sambil terkekeh polos.


"kenapa ga pesen aja keduanya?" tanya Amanda heran.


"ga mau ah, takut ga habis. jadi minta mas Ben aja yang pesen salah satunya." ucap Kyra dengan nada sok manja

__ADS_1


Benedict mengelus rambut Kyra sayang, perlakuan Benedict ditatap tajam oleh Sean yang sedang meminum es teh nya.


"Terserah kamu, nanti biar mas yang habiskan." Balas Benedict yang masih tersenyum lembut kepada Kyra.


"Tenang aja Ky, kan ada aku yang siap menjadi tong sampah mu." sahut Kevin sambil cengir.


"dasar Maruk!" ucap Kyra, lalu dia berdiri dari duduknya. "Mas aku pesan dulu ya, mas tunggu saja disini."


"Biat mas temenin!" Baru saja Benedict ingin berdiri, tapi langsung ditahan oleh Sean.


"pesanlah dek, kakak mau mengobrol sama kekasih mu ini." ucap Sean sambil menekankan kata kekasih di kalimat nya barusan.


"owh ok, be nice sama mas Ben ya!" ucap Kyra, lalu dia memesan makanan nya.


"Saya kenal Kyra saat di kapal, walaupun perkenalan kami sangat singkat. tapi perasaan saya kepada Kyra itu nyata adanya." Jawab Benedict dengan tulus.


"kalo boleh tahu, siapa yang menyatakan perasaan duluan?" tanya Luna kepo.


"Sebenarnya saya duluan, karena saat pertama kalinya saya mencintai seseorang saya ingin selalu dekat dengannya." Ungkap Benedict sambil menatap ke arah Sean kalau perkataan nya tulus.


"apa yang anda suka dari Kyra, tuan Anderson?" tanya Agnes, sambil menatap dengan penuh rasa ingin tahu.


tiba-tiba Benedict terkekeh, "Entahlah, saat pertama kali saya melihat Kyra dan bagaimana cara bicaranya yang penuh percaya diri membuat saya tertarik. kemudian rasa tertarik itu menjadi penasaran kemudian menjadi perasaan cinta." jelas Benedict.


"Wah kamu bener-bener tipe idaman Kyra ya, dari segi penampilan dan sikap beneran tipenya Kyra. Bisa saja kalian memang ditakdirkan." ucap Luna sambil memberikan jempol ke arah Benedict, yang artinya dia akan mendukung Benedict.

__ADS_1


"saya senang jika kamu berpikiran begitu, karena saya juga merasa telah ditakdirkan bersama Kyra. karena saya sangat lah mencintai Kyra." Ungkapnya sambil tersenyum senang.


"Padahal Kyra waktu kuliah seperti cowok, bahkan rambutnya kek cowok pendek bet." ungkap Kevin sambil mengeluarkan selembar foto, dimana Kyra memainkan gitar dengan rambut pendek dan pakai an tanpa lengan.


Benedict mengambil selembar foto tersebut, lalu diperhatikan baik-baik olehnya. "Boleh saya memiliki nya?" pinta Benedict masih tetap menatap ke arah selembar foto tersebut.


"Ambil saja, aku juga masih punya banyak." ucap Kevin, sambil menunjukkan banyak foto lewat handphone nya.


"Tolong kirim ke saya." Ucap Benedict sambil mengeluarkan Handphone nya dengan cekatan.


Tak lama kemudian Kyra membawa makanan nya, yang langsung membuat Benedict berdiri untuk membantu nya.


"Perhatian nya~~" Kata Amanda sambil mengeluarkan nada jahil.


"kenapa? iri ya?" tanya Kyra dengan nada sombong.


"dih, siapa juga yang iri sama orang pacaran. yang penting itu sudah nikah, jadi bisa bebas bermesraan." ungkap Amanda sambil memeluk lengan Nico dengan manja.


sedangkan Nico hanya bisa tersenyum kecil, sambil mengelus kepala Amanda lembut.


"Bagaimana kalau kita makan dulu, kita lanjutkan pembicaraan nanti." Ucap Agnes, yang sedikit cemburu dengan perhatian yang diberikan Benedict kepada Kyra.


"ah, iya. kita makan yuk, nanti kita harus kembali ke kapal." setuju Erick yang mulai memakan makanannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2