
Suara gitar listrik yang dimainkan dengan lihai, mencuri semua tatapan mata semua orang.
Kyra, Luna, Kevin, dan Zay tampil dengan memukau dan indah pada malam hari itu. walaupun mereka cuma latihan beberapa hari, itu tidak mengurangi keterampilan mereka yang sebenarnya.
Tapi ada adegan dimana saat Kyra dikasih bagian Solo nya bermain gitar, dan latar penari pria mengelilingi Kyra yang membuat nya seakan-akan kalau dia selalu menjadi pujaan hati pria.
Semua orang sangat kagum saat adegan tersebut, kecuali Benedict yang sudah beberapa kali mengeraskan rahangnya menahan kesal.
Setelah tampil Kyra, Luna, Kevin, dan Zay bergabung dengan Erick, Amanda, Nico, dan Agnes yang sedang duduk di meja bundar.
"Bagaimana penampilan kami?" tanya Kevin sangat antusias.
Amanda mengacungkan jari jempol nya, "Sangat keren, bahkan aku sangat suka adegan saat Kyra bermain gitar solo, itu sangat keren."
"Sungguh? kupikir hanya aku saja yang berpikir seperti itu." Kata Erick dengan antusias. "Kalian keren sekali, pasti paman dan Tante pasti sangat terpukau dengan penampilan kalian. benar kan Agnes?"
Agnes sedikit tersedak kecil, "Uhuk... hmm, iya. Ayah dan ibu tadi terlihat sangat bahagia, melihat penampilan kalian tadi. terimakasih ya." Agnes tersenyum manis.
"Apa sih yang enggak buat yang punya acara" Ucap Luna dengan bangga.
Joe Andreas dan Naina Andreas jalan mendekat ke arah meja yang ada Kyra, Luna, Kevin, dan Zay sambil tersenyum lebar.
"Astaga, Aunty sangat suka sekali dengan penampilan kalian. Bahkan rasanya Aunty ingin menonton penampilan kalian setiap hari, kalian semuanya sangat luar biasa. terimakasih ya anak-anak." kagum Aunty, sambil memeluk mereka berempat.
"Ya, paman juga sangat bangga melihat kalian. kalian telah membuat acara ini semakin berkesan bagi ku dan Naina. terimakasih anak-anak." puji sang paman sambil mengusap kepala mereka.
Kyra tersenyum cerah, mendengar pujian dari paman dan bibinya. "Tidak masalah paman, Aunty. Asal kalian bahagia Kyra sangat senang mendengarnya."
Mereka mengobrol panjang lebar tentang penampilan tadi, dan raut wajah bahagia Kyra tidak luntur sama sekali.
__ADS_1
"Kalian melihat kak Sean? dari tadi aku tidak melihatnya." tanya Kyra sambil menoleh ke kanan dan kekiri
"Oh, kalau itu. Sean bilang, dia ingin kita berkumpul di dekat kolam. katanya ingin mengobrol sambil minum sedikit, katanya untuk refreshing." jawab Nico sambil mengelap kaca matanya yang berembun.
"kalau begitu, ayo!" seru Erick sama Kevin bareng.
Mereka berdelapan naik ke atas, mendekat ke arah kolam. seperti yang diminta oleh Sean.
Saat mereka sudah sampai disana, Kyra seketika terdiam karena dia melihat kakaknya Sean sedang mengobrol santai bersama Benedict dengan ditemani dengan minuman.
Sean saat melihat Kyra, langsung tersenyum lebar, "Kyra, sini. kalian juga, ayo duduk temani aku minum." ajak Sean sambil menyuruh Mereka duduk di bangku tepi kolam.
Benedict berdiri, lalu menghampiri Kyra. Dia langsung memeluk Kyra dengan erat, lalu mengecup pipi Kyra dengan lembut.
"Berhentilah menghindari ku, sayang" bisik Benedict.
Karena diperhatikan oleh banyak orang, Kyra hanya bisa terdiam dan membalas pelukan Benedict dengan ragu.
"Bisakah kalian hentikan bermesraan didepan ku yang jomblo ini, aku tidak bisa menahannya." Ucap Kevin, sambil menunjukkan raut wajah yang sedih.
"Mangkanya cari pasangan, jangan jomblo terus. kan ngenes nantinya." ejek Luna.
"Kamu ya..." Saat Kevin ingin menyerang Luna, Zay langsung menutupi Luna dibalik tubuhnya.
Mereka semua duduk, berputar mengelilingi botol-botol minuman.
Erick dan Kevin duduk dibawah, bersama Luna.
sedangkan Benedict masih merangkul tubuh Kyra mendekat ke tubuhnya.
__ADS_1
Saat mereka mengobrol dan minum-minum, tiba-tiba Kevin rasanya mual, dia memuntahkan isi perutnya di dekat Erick sehingga sepatu yang dikenakan oleh Erick jadi kena muntahan Kevin.
"Ahahahahah, Kevin muntah" ketawa renyah milik Luna.
"Eww, Kevin. jorok sekali." ucap Agnes yang langsung mengangkat kakinya.
"Kavin, muntah disana. jangan disini." ucap Luna.
"Astaga, kasihan sekali sepatu Gucci milik Erick. pasti mereknya langsung berubah menjadi Ghuekci~" ejek Luna sambil meniru cara muntah Kevin tadi.
"Tidak lucu Luna" ungkap Erick sangat kesal sekarang.
"Tunggu dulu..."
"Sepatu milik Benedict juga kena, ahahahaha" ketawa Amanda kali ini.
"Kevin kamu sangat epic, tidak-tidak tapi Epiuck." ejek Luna yang membuat semuanya ketawa termasuk Kyra yang ketawa sangat besar.
"apa itu merek Lueakh Vuitton." ejek Luna ke sepatu milik Benedict.
yang membuat mereka ketawa, bahkan Nico dan Zay ikut tertawa.
"apa menurut mu lucu?" tanya Benedict yang melihat Kyra yang tertawa lebar.
"Apa, itu lucu. ahahaha." jawab Kyra yang masih tertawa.
Biasanya Benedict merasa kesal jika diejek seperti ini, tapi melihat Kyra yang tertawa dengan lebar membuat Benedict ikut tertawa lebar.
Entah sudah berapa kali Luna dan Amanda memberikan kalimat ejekan kepada sepatu Erick dan Benedict yang kena muntahan Kevin yang sangat Epiuck.
__ADS_1
Bahkan mereka tertawa sangat puas tadi malam, yang membuat mereka sakit perut. sedangkan Kevin sudah pengar duluan.
BERSAMBUNG