Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 5 - Kolam renang


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Kyra sudah bersiap dengan tank top putih dengan kain merah. Sedangkan rambut panjangnya diurai sampai pinggang, Jangan lupa dengan make up yang tipis saja.


Setelah bersiap-siap Kyra keluar dari kamarnya menuju kolam renang utama, yang Kyra yakin mereka pasti sudah ramai berkumpul disana.


Sesampainya Kyra disana, dia langsung berjalan menuju Sean, Erick, Agnes, Manda, dan Nico yang sedang berkumpul disana.


"Kyra! lama tidak bertemu." Ungkap Manda, langsung memeluk erat sepupunya itu.


Kyra membalas pelukannya Manda, tak lama mereka berpelukan Manda melepas pelukan mereka.


"Manda, astaga. kamu potong rambut?" tanya Kyra sambil menyentuh lembut rambut Manda.


"iya, tapi kulihat rambutmu sekarang sangat panjang. Dan outfit mu terlihat indah, sangat seksi." puji Amanda sambil tersenyum lebar.


"sungguh? tapi kurasa suamimu lebih berfikir kalau kamu lebih seksi." ungkap Kyra sambil melirik ke arah Nico, yang selalu menatap ke arah Amanda.


"tentu saja, suamiku selalu menganggap istri nya yang paling cantik. bukan maksud ku PD, tapi itulah kebenaran nya." puji Amanda kepada dirinya sendiri, sambil bergelayut manja di tangan suaminya.


"Kalian benar-benar membuat ku geli sekarang." Ucap Agnes, sambil memegang piring kue.


Sedangkan Sean dan Erick terkekeh, "Ayolah Nico, sekarang kalian akan bermesraan didepan kami. apa kalian lupa kalau kami ini jomblo?" tanya Erick.


Nico mengusap bahu sang istri lalu tersenyum, "Jika kalian iri, mangkanya cari suami dan juga istri. Biar bisa bermesraan seperti ini."


"Bukannya Sean sudah punya pacar?" tanya Agnes.


Sean mengangguk, menyetujui. "Iya aku punya, tapi dia sedang sibuk dengan urusan kantor nya." jawab Sean.


Dari tadi Kyra melirik ke arah piring Agnes yang penuh dengan makanan ringan, "Agnes, aku juga mau." Kyra menunjuk ke arah makanan Agnes.


Amanda juga melihat makanan Agnes juga, "Bagaimana kalau kita duduk terlebih dahulu, sambil memakan makanan prasmanan disana."


Amanda menarik mereka semua, untuk duduk dimeja bundar yang lumayan luas untuk mencicipi prasmanan nya.


Tapi tak lama, karena Amanda, Erick, Nico, dan Sean mulai masuk ke dalam kolam. katanya ingin bermain gulat di air.


Sekarang tersisa Kyra dan Agnes di meja tersebut, yang masih menikmati puding coklat.


"Hmm, pudingnya sangat enak." kagum Kyra yang tak berhenti mengunyah.


"Tentu saja, makanan disini sudah dibuat oleh koki yang terkenal. sudah pasti makanan nya sangat enak." Ungkap Agnes dengan nada sedikit sombong.

__ADS_1


Kyra mengangguk, "Ya, benar."


seketika suasana menjadi canggung, karena ini pertama kalinya Kyra dan Agnes dibiarkan berdua saja.


"ehem, Kyra." panggil Agnes sedikit canggung.


"Ya?"


"Maafkan aku, saat kita remaja aku sudah bersikap jahat." ungkap Agnes, dia sedikit tidak enak. karena dulu pernah salah paham dengan Kyra.


Kyra mengangguk, "Tidak masalah, aku paham Kenapa kamu kesal. tapi... itukan masa lalu, tak perlu dibahas lagi." sebenarnya Kyra tak ingin membahas masa lalu, karena masa tersebut membuat Kyra malu.


Agnes tersenyum, "Baguslah, aku harap kita bisa akur."


"hehe, tentu saja pasti. kita kan keluarga." balas Kyra sambil tersenyum lebar.


tiba-tiba Bibi Adel muncul diantara Kyra dan Agnes, "Astaga, para tamu belum makan. dan kalian sudah makan duluan, apalagi sudah sebanyak ini."


"kenapa?" tanya Agnes heran.


"benar, kenapa? apa para tamu ini tuan kita? apakah perlu kita menyajikan kepada mereka?" tanya Kyra heran kepada bibinya yang satu ini.


"Bi, Prasmanan artinya makan ambil sendiri-sendiri." balas Agnes, masih menyuapkan puding ke dalam mulutnya.


Kyra menggelengkan kepalanya, "apakah kita harus menyuapi mereka atau mereka tidak bisa makan sendiri?" tanya Kyra lagi


mendengar pertanyaan Kyra dan sikap Agnes membuat sang bibi berbalik badan kesal meninggalkan mereka berdua.


Kyra dan Agnes terkekeh geli, "Yasuda, ayo" ajak Kyra sambil menarik tangan Agnes.


Disisi lain


"Harus kuakui konsep acaranya sangat menakjubkan Mr Andreas, dan semua tamu sepertinya sangat menikmati acara ini." puji Benedict kepada Joe.


Joe tersenyum ramah, "Apa yang bisa kukatakan? Aku harus melakukan nya, karena Ini adalah permintaan istri dan anak-anak ku." Ungkap Joe kepada Benedict.


Benedict tersenyum sinis, "Tapi kurasa biaya yang dikeluarkan pasti sangatlah besar bukan?"


Mendengar perkataan Benedict, tiba-tiba Joe merasa keringat dingin. "Tenang saja tuan, Kalau soal pinjaman saya kepada anda. akan segera saya lunasi setelah liburan ini."


tiba-tiba Kyra dan Agnes muncul, mereka mendekati Benedict dan juga Joe yang sedang mengobrol berdua.

__ADS_1


"Paman Joe! Ada sesuatu yang ingin kukatakan!." Ucap Kyra sesampainya dia dihadapan Benedict dan Joe.


Melihat kedatangan Kyra, Benedict menatap Kyra dari atas sampai bawah.


Entah bagaimana cara mengatakan nya, sekarang Benedict merasa terpukau dengan Kyra.


"ada apa Kyra, Agnes?" tanya Joe menatap ponakan dan anaknya, yang tumben sekali berjalan berdua.


Agnes tersenyum ramah, "Bukan apa-apa ayah, kami hanya menawarkan untuk para tamu untuk makan makanan mumpung masih hangat." ungkap Agnes, sedikit melirik ke arah Benedict.


Tanpa sadar Benedict terus menerus menatap Kyra tanpa berkedip, dia memperhatikan setiap sudut wajah Kyra. dari mata, hidung, dan juga bibirnya.


Mendapatkan tatapan dari Benedict, Kyra mencoba membuka suara. "Apa kamu suka puding?" tanya Kyra.


Tapi sayangnya pertanyaan Kyra tidak dijawab oleh Benedict, melainkan hanya tatapan mata Benedict yang terus menerus menatap nya.


kemudian Kyra menjentikkan jarinya dihadapan Benedict, sehingga sang empu sadar dengan lamunannya.


"Ya?" tanya Benedict yang mulai sadar.


"apa kamu suka puding?" tanya Kyra lagi.


"tidak" balas Benedict, yang masih menatap mata Kyra. tapi Benedict merasa gugup dan salah tingkah dihadapan Kyra.


Kyra tersenyum manis, "Maka cobalah, rasanya enak. aku yakin kamu akan menyukainya." tawar Kyra.


Benedict mengangguk, merasa sangat gugup sekarang dan apalagi saat melihat senyuman manis Kyra kepadanya.


"ayah, kami pergi dulu. bye"


"dah, paman."


Kyra dan Agnes berjalan pergi, meninggalkan Benedict dan Joe yang masih berdiri diposisi nya.


"ayo tuan, kita makan." tawar Joe.


"kamu duluan saja Joe." balas Benedict.


Kemudian Benedict menyentuh dadanya, dan wajahnya seketika memerah. Dia merasakan perasaan yang baru saja tadi pagi dikatakan asisten nya Abi, Saat dia merasakan perasaan jatuh cinta.


"Apakah aku baru saja, Jatuh cinta?" gumam Benedict.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2