Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 20 - Mabuk


__ADS_3

Kyra dan Benedict mengantar Sean ke kamarnya, setelah mengantar Sean. Benedict mengantar Kyra yang sudah pengar menuju kamarnya.


"Ahahaha, tadi sangat lucu." Kyra tertawa efek mabuknya sangat kuat.


"Ya, ya. tadi sangat lucu, sayangku sangat puas sekali menertawakan kekasih nya." Ucap Benedict sambil merangkul bahu Kyra agar tidak terjatuh saat berjalan.


Mendengar perkataan Benedict, Kyra menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. "Enggak! Kamu memang tampan, tapi kamu bukan kekasih ku." Tolak Kyra spontan.


"Aku kekasihmu Sayang, dan aku mencintaimu. sekarang kamu sedang mabuk lebih baik kamu beristirahat." Balas Benedict dengan lembut sambil mengusap bahu Kyra.


"Istirahat? aku mau mandi!" jawab Kyra dengan keras


"Aku mau mandi, rasanya lengket~... dan juga bau~" lanjutnya.


Entah kenapa mendengar cara bicara Kyra yang menggemaskan membuat Benedict harus menahan diri untuk tidak memakannya.


Mereka sudah sampai di dalam kamar Kyra, Benedict membawa Kyra masuk ke kamarnya.


Saat di kamar, Kyra membuka jaketnya. lalu dia berjalan menuju kulkas untuk mengambil minuman.


"Sayang, mau kemana?" tanya Benedict yang masih setia mengikuti Kyra dari belakang.


Saat Kyra sudah mengambil botol jus miliknya, tanpa sadar Kyra tersandung sehingga jatuh di hadapan Benedict.

__ADS_1


Karena mencoba menangkap Kyra yang mau terjatuh, pakaian Benedict menjadi kotor karena jus yang tumpah dari tangan Kyra.


"Jusku~" rengek Kyra yang melihat jusnya tumpah.


Walaupun bukan baju Benedict saja yang ketumpahan jus, melainkan baju milik Kyra juga. sehingga baju tersebut menerawang membentuk lekuk tubuh Kyra.


Dengan segera Benedict berdiri, lalu mengambil handuk di kamar mandi. dia menutupi tubuh Kyra dengan handuk, agar dia bisa menahan diri untuk tidak memakannya.


"Huh?" Kyra yang masih mabuk, menatap heran ke arah Benedict.


"Kamu harus mandi sayang, kalau tidak kamu akan sakit." Benedict hendak berdiri, namun Kyra menahan tangan Benedict sehingga sang empu terhenti.


Kyra berdiri berhadapan dengan Benedict, lalu dia mengusap kemeja Benedict yang terkena jus tadi.


"Basah..." Ucapnya pelan, sambil menatap ke arah mata Benedict.


Dengan lembut Benedict ******* bibir ranum milik Kyra dengan lembut dan hati-hati, sedangkan Kyra mengalungkan tangannya di leher Benedict sehingga posisi mereka sudah menempel.


"eum... Ahh~ Cup.."


"Eum... Benhhh"


Merasa permainan nya mulai merasa liar dan panas, Benedict mulai melepaskan tautan bibir mereka. setelah dilepas Kyra mulai mengecup leher milik Benedict, sehingga membuat bekas ****** yang terlihat jelas.

__ADS_1


"Cup..."


"Ssshhh hmm" eram Benedict tertahan.


Benedict mulai menahan menjauhkan tubuh Kyra darinya, karena dia takut permainan ini akan semakin jauh. bisa-bisa karena mabuk mereka akan melakukan hal lebih, sehingga nanti paginya akan membuat salah satu dari mereka tidak ingat yang akhirnya berujung sakit hati.


"Kita hentikan sampai sini, kamu harus istirahat." tegas Benedict mendudukkan Kyra di atas kasur.


Dengan pantang menyerah Kyra kembali berdiri, dia melepas handuknya, lalu melepaskan pakaiannya satu persatu hingga membuat nya telanjang dihadapan Benedict.


"Kyra, apa-apaan ini?!" Benedict tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Kyra saat ini, karena yang dilakukan Kyra sungguh membuat nya sesak dibagian bawah miliknya.


Kyra mendekati Benedict, lalu mencoba melepas kancing kemeja milik Benedict satu persatu.


"Hentikan Kyra, kamu sedang mabuk sekarang!!" Kesal Benedict sampai menahan kedua tangan milik Kyra.


Lalu Kyra memajukan wajahnya tepat ditelinga Benedict, lalu berbisik. "Bukankah ini yang selalu kamu mau? Mencicipi tubuhku, setelah bosan lalu dibuang." Setelah itu Kyra menunjukkan raut wajah meremehkan.


Mendengar perkataan Kyra, Benedict sangat amat kesal. "Terserah padamu, jangan salahkan aku jika nanti pagi kamu sulit berjalan."


Dengan cepat Benedict melepas seluruh pakaiannya, lalu dia membanting tubuh Kyra ke atas kasur. ditindih nya tubuh Kyra, lalu kedua tangan milik Kyra ditahan dengan kedua tangan , milik Benedict.


Benedict mulai mencium bibir Kyra dengan rakus seakan-akan tidak ada hari esok, karena tidak mau kalah dengan Benedict Kyra juga mulai bermain liar.

__ADS_1


Karena mabuk, mereka melewati malam yang sangat panas dan menyenangkan selama semalaman.


BERSAMBUNG


__ADS_2