Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 12 - Orang kaya


__ADS_3

Benedict mengendarai mobilnya bersama Kyra, sebelum ke tempat tujuan mereka sempat mampir ke minimarket untuk membeli banyak cemilan.


"Wih, kita beli banyak sekali cemilannya." Kagum Kyra melihat 3 kantong belanjaan yang besar.


"Setelah ini kita ke apartemen ku." Ucap Benedict sambil memasuki barang belanjaan ke kursi belakang.


"Ngapain?" tanya Kyra bingung.


"Katamu ingin bersantai, jadi kita ke apartemenku saja. kita bisa menonton film sambil ngemil nanti." Jelas Benedict kepada Kyra.


"Hanya itu saja?" tanya Kyra, takut nanti Benedict berbuat macam-macam.


Mendengar perkataan Kyra, tiba-tiba Benedict berbalik lalu mengukung Kyra diantara kedua tangannya sehingga Kyra hanya bersandar di pintu mobil.


Benedict memajukan wajahnya, lalu berbisik.


"Apa kamu ingin kita melakukan sesuatu yang lebih?" tanya Benedict.


Wajah Kyra seketika memerah, "Bukan, m-maksudku-" gugup Kyra, karena jarak wajahnya dan Benedict sangatlah dekat.


"Kamu tau Kyra, Wajahmu sekarang sangat lah menggemaskan. rasanya aku ingin memakan mu sekarang." Ungkap Benedict sambil mengusap wajah pipi Kyra lalu mengusap bibir Kyra.


"A-apa-apaan sih, sudahlah ayo kita pergi." Kyra mendorong tubuh Benedict, Namun tubuh Benedict terlalu besar dan kuat untuk bisa Kyra dorong.


"Kamu ingin pergi? kemana?" tanya Benedict mencoba memancing Kyra.


"Ya, pergi." jawab Kyra dengan wajah yang masih merah merona.


"Kemana?" tanya Benedict lagi.


"seperti rencana awal, nonton dan ngemil." Jawab Kyra gugup, jantung nya sekarang sudah berdegup sangat kencang sekarang.


"Dimana?"


"Apart mu!" pekik Kyra sedikit keras.


Benedict melepas kukungan nya, lalu menggandeng Kyra memasuki mobil.

__ADS_1


Selama diperjalanan, Kyra mencoba tenang. apalagi saat Benedict tadi bilang dia ingin memakan nya apa ga panik anak orang.


Walaupun begitu Kyra tetap mengikuti Benedict, karena Kyra dia telah berjanji dengan Erick untuk menggoda Benedict. Sehingga Benedict tidak mau sama Agnes.


"dapetin 500 juta, lalu bayar hutang!" Batin Kyra.


Kyra membuka ponselnya, lalu mencari tutorial agar pria yang kamu incar terobsesi padamu.


Tidak tahu saja Kyra, kalo Benedict sebenarnya sudah terobsesi dengan nya.


"Caranya mudah, nanti bakal kupraktekkan ah~" Batin Kyra, wajahnya yang panik langsung berubah cerah.


Sedangkan Benedict yang memperhatikan Kyra dari ujung matanya, hanya bisa tersenyum heran dengan perubahan wajah Kyra.


Tak lama kemudian mereka sampai, Benedict membuka pintu mobilnya lalu membuka pintu mobil Kyra. lalu dia menuju kursi belakang untuk membawa kantong plastik yang berisi banyak makanan mereka.


"Biar aku bantu" Tawar Kyra, tangannya sudah ingin mengambil salah satu kantong yang dipegang Benedict.


"Tidak-tidak usah, biar aku saja. kamu pegang kartu ku, lalu PINnya 134679." Ucap Benedict memberikan kartu apartemen nya kepada Kyra.


"Benarkah? apa karena mudah diingat? sebabnya bagiku pin itu mudah diingat." ungkap Benedict sambil tersenyum.


"sama kok" balas Kyra.


Mereka berjalan menuju menaiki lift sambil mengobrol ringan, lalu mereka sampai di lantai 17 lantai paling atas. Kyra langsung memencet pin yang dikasih tadi, seperti perkataan Benedict.


Saat memasuki apartemen tersebut, Kyra terkesima. berapa luasnya apartemen tersebut, dan sangat mewah.


"Astaga!" gumam Kyra kagum.


Kalo dibilang Kyra itu mudah kagum dengan sesuatu yang mewah, bisa dibilang Kyra itu lumayan materialistis.


"Kamu ingin nonton dimana? dikamar? atau di ruang tengah?" tanya Benedict.


"Besar tv yang dikamar atau ruang tengah?" tanya Kyra.


"Ruang tengah" Jawab Benedict, sedang menyusun belanjaan nya tadi.

__ADS_1


"ya sudah, ruang tengah saja."


Melihat Benedict yang sedang menata makanan, Kyra ingin membantu juga.


"Mau kubantu?" tawar Kyra.


"Boleh, bisa ambilkan korek di kamar ku. letak kamar nya ada di ujung lorong sebelah kanan." Pinta Benedict.


"Dan juga koreknya ada di ruang pakaian." lanjutnya.


"okey!" Balas Kyra sambil menunjukkan tangannya berbentuk ok.


Kyra berjalan menuju kamar Benedict, saat dia memasuki kamar tersebut. tiba-tiba jiwa miskin nya berteriak.


"Astaga, luas sekali. sangat rapi, dan keren." kagum Kyra memperhatikan setiap inci kamar tersebut.


"Apartemen ini dua kali lebih besar dari rumahku, astaga. seberapa kaya Benedict Anderson itu." Gumam Kyra.


Lalu dimenuju kamar ganti pakaian milik Benedict, bahkan luas kamar tersebut seluas kamar miliknya.


"Dasar orang kaya!" pekik Kyra.


Dia mencari-cari korek yang dimaksud oleh Benedict, ternyata korek tersebut berada di rak jam tangan.


"ini dia" Kyra akhirnya ketemu korek tersebut.


lalu dia berjalan menuju dapur, dia melihat Benedict sedang membuat jus apel. dengan baju kaos tangan pendek, sehingga memperlihatkan otot-otot tangannya yang besar.


"Astaga bagaimana bisa pria ini terlihat sangat sempurna, benar-benar pria idaman." Batin Kyra sangat terpesona dengan Benedict.


Tanpa sadar Kyra menyentuh bisep Benedict pelan, "ini koreknya".


Benedict menoleh ke arah Kyra, "ah, iya. terimakasih, kamu bisa cari saja dulu film yang ingin ditonton. sebentar lagi aku selesai." ucap Benedict.


"ya, baiklah." balas Kyra


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2