Obsesi Sang Billionaire

Obsesi Sang Billionaire
BAB 10 - Pria Yang Disukainya


__ADS_3

"Halo, Rara. Kenapa?" tanya Agnes yang sedang menelepon di resto untuk sarapan.


"Bisa kamu kasih tau ke Kyra, aku nggak jadi dateng. suruh dia jangan jemput aku, karena aku sekarang ada di Bali." Ucap Rara.


"Kenapa kamu ga telepon Kyra aja?" tanya Agnes.


"Sengaja, aku mau ngobrol sama kamu tentang beberapa hal. Kan kita udah lama ga ngobrol." ucap Rara sambil terkekeh geli.


"Walaupun begitu ga enak kalau ngobrol lewat telepon, lebih enak ngobrol langsung." kata Agnes sambil menghirup tehnya.


"ey, ga apa-apa lah. lagipula aku udah bosen kalau ngobrol sama suamiku terus, yang ada nantinya perang kasur." Ucap Rara, membuat Agnes tertawa kecil.


"Enaknya punya suami, bisa manja-manja deh." Kata Agnes sedikit merasa iri dengan kehidupan rumah tangga Rara yang harmonis.


"Mangkanya cari suami, kalo bisa yang ganteng plus kaya." Saran Rara.


"Belum ada yang lamar sih-" kalimat Agnes dipotong oleh Rara.


"Ada yang kamu suka ga? Erick gitu? kan kamu udah Deket sama Erick dari SMA." kata Rara, sambil merekomendasikan Erick.


"Entahlah, menurut ku Erick adalah cinta pertamaku. tapi... akhir-akhir ini aku sedang tertarik sama seseorang pria." Ungkap Agnes.


"Benarkah? siapa? spill dong, aku kepo." Tanya Rara yang sangat kepo.


"Hmm, aku cuma kasih tau kamu loh. sebenarnya orang yang membuat ku tertarik itu Benedict Anderson, seorang pria tampan yang dingin. keren abis deh, tipeku banget." Ungkap nya sambil tersenyum manis.


Disisi lain, Kyra yang sedang menguping di balik tembok hanya bisa tercengang tanpa bisa mengatakan apapun.

__ADS_1


Lalu Kyra beranjak dari posisinya, dia ingin memberi tahu Erick tentang ini.


Saat Kyra ingin menghampiri Erick, dia tak sengaja melihat Erick sedang mengobrol santai dengan Benedict.


Kyra menghampiri kedua pria tersebut, "Erick" panggil Kyra.


Mendengar namanya dipanggil, Erick langsung menoleh ke arah Kyra. "Kenapa Ky?" tanya Erick.


"Kyra, ada apa? Kukira kamu ada janji hari ini." tanya Benedict sambil menunjukkan senyum ramahnya.


Kyra mengacuhkan perkataan Benedict, lalu dia menarik tangan Erick menjauh dari sana.


Benedict yang melihat Kyra yang mengacuhkannya dan menarik tangan pria lain yang baru dikenalnya bernama Erick. membuat Benedict merasa kesal, dan cemburu.


Kyra menarik tangan Benedict sampai ketempat yang sangat-sangat sepi, yang mungkin jarang dilewati oleh orang.


"Aku mendapatkan kabar baik dan kabar buruk, kau ingin mendengar yang mana dulu?" tanya Kyra.


Erick merasa bingung, "Kabar baik?"


"kabar baiknya kamu adalah cinta pertama Agnes." jawab Kyra.


Sedangkan Erick langsung tersenyum lebar, dia sangat bahagia mendengar jawaban Kyra. "Lalu kabar buruknya?"


"Tadi aku sengaja menguping pembicaraan Agnes dengan Rara melalui handphone, kudengar Agnes tertarik sama seseorang yaitu Benedict Anderson. pria tadi yang mengobrol bersama mu." Jelas Kyra, kepada Erick.


"Mr Anderson? sungguh? tapi kenapa?" tanya Erick bingung.

__ADS_1


Kyra mengangkat bahunya, "Ntah, Mungkin karena Benedict pria tampan, tinggi, memiliki tubuh atletis, dan juga kaya. siapa yang tidak tertarik." Jawab Kyra sekenanya saja.


Mendengar jawaban Kyra, tiba-tiba Benedict mendapatkan ide, "Bagaimana jika kamu mendekati Mr Andreas, kita buat Agnes patah hati. seperti ide mu sebelum nya, dan aku akan menjadi pria yang dia butuhkan untuk bersandar." jelas Erick.


Kyra menggelengkan kepalanya ingin menolak, "Aku tidak ma-"


"500 juta."


"Baiklah, aku akan mencoba membuat Mr Anderson menyukai ku. sehingga jika Agnes mengungkapkan perasaan nya, Mr Anderson bakal menolak nya." putus Kyra sambil tersenyum manis.


Sedangkan Erick yang melihat perubahan sikap Kyra, hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kyra, apa kamu butuh uang?" tanya Erick.


Kyra menganggukkan kepalanya, "Tentu saja, semua orang butuh uang. lagipula kamu sih aneh, kok bisa-bisanya menghamburkan uang dengan mudah. tapi untunglah ada aku yang siap mengambil uangnya." balas Kyra sambil tertawa jahat.


"Dasar wanita aneh." ucap Erick.


"Heh"


"Jadi bagaimana caramu akan menggoda Mr Anderson?" tanya Erick penasaran.


"ya, mudah saja sih. tinggal goda saja, nanti juga dapat." jawab Kyra seadanya.


"Jangan bilang kamu sering menggoda orang Kyra? astaga, tidak kusangka." Erick menutup mulut nya terkejut.


dengan kuat Kyra menabok tubuh belakang Erick, kuat sehingga sang empu meringis kesakitan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2