
"apa ayah mengundang Benedict Anderson?" tanya Agnes dengan wajah yang sangat cerah, seperti baru saja mendapatkan hadiah lotre.
sang ayah Joe Andreas tersenyum melihat ke antusias an putri satu-satunya itu, "Ya, ayah mengundang nya." Jawabnya.
mendengar jawaban dari sang ayah, Agnes langsung melompat kegirangan. "Astaga-astaga, ayah!!! aku sangat mencintaimu." Agnes langsung memeluk sang ayah.
Joe mengelus rambut putri nya lembut, "Ayah tahu kalau putri ayah, sangat menyukai Benedict Anderson. Jadi ayah mengundangnya, agar putri ayah senang."
"Ayah, adalah ayah terbaik yang pernah kutemui. aku sangat sayang sama ayah."
Joe terkekeh pelan karena mendapatkan pujian dari putri kesayangan nya itu, "Tentu saja, apa yang tidak untuk putri ayah."
Agnes melepas pelukannya dari Joe, lalu dia langsung melihat ke arah cermin. "Menurut ayah, apa aku terlihat cantik?" tanya Agnes, sambil menatap wajahnya ke arah cermin.
"tentu saja, putri ayah adalah gadis yang paling cantik yang pernah ayah temui." puji Joe, sambil mengusap kepala Agnes lembut.
Saat berkaca tiba-tiba Agnes mengingat sesuatu yaitu, Kyra.
"ayah, apa Kyra akan ikut nanti?" tanya Agnes, wajah yang tadinya terlihat bahagia langsung berubah datar.
Melihat ekspresi wajah Agnes yang berubah, Joe merasa heran. "Iya, ayah mengundang seluruh keluarga besar. dan tentunya mereka juga akan datang, memangnya kenapa nak?." tanya Joe penasaran.
Agnes menggelengkan kepalanya, "Tidak, seingat ku dulu Kyra sangat tomboy dan rambutnya seperti cowok. pantas saja dia tak punya pasangan, padahal sudah usia 25." Jelas Agnes, dengan wajah tidak suka dengan Kyra.
"Jangan mengatakan hal seperti itu, ga baik nak. Lagi pula, Kyra adalah gadis yang baik. ayah sangat kenal dengan baik seperti apa Kyra itu." ingat Joe lembut kepada Agnes.
Joe tahu kalau Agnes sangat tidak menyukai Kyra, tapi walaupun begitu bagi Joe Kyra dan Agnes sekarang adalah wanita dewasa mereka seharusnya sudah mulai berpikir dewasa juga.
__ADS_1
Walaupun Agnes tidak berpikir demikian.
Karena Agnes ingat dulu saat mereka masih remaja, Kyra gadis dengan penampilan seperti cowok bisa memikat hati pria yang disukainya.
dan itulah yang membuat Agnes sangat tidak menyukai Kyra, karena dia selalu dekat dengan banyak cowok.
walaupun sebenarnya Agnes tau kalau itu bukan salah Kyra, kalau banyak cowok yang dekat dengannya.
Semenjak kejadian Agnes melabrak Kyra yang selalu dekat dengan banyak cowok itulah, membuat Kyra mulai menjauh dari cowok-cowok. Kyra jadi lebih sering berinteraksi dengan teman ceweknya, bahkan dia menjauhi semua cowok yang dekat dengannya.
Kyra melakukan semua itu karena dia ingin dekat dengan sepupu nya Agnes.
Disisi lain
"tok... tok... tok..." suara ketukan dari ruang kantor Benedict.
Tanpa menunggu jawabanku sang pemilik, pintu itu terbuka menunjukkan Abi dengan wajah tertekan.
"Jangan salahkan Abi nak." Seorang pria paru baya masuk dengan langkah tegas, berdiri dihadapan meja kantor sang anak.
Benedict langsung melepas kaca matanya, "Ayah? kenapa datang kemari?" dia sedikit terkejut dengan kedatangan sang ayah yang tiba-tiba datang tanpa kabar.
Pria paru baya tersebut bernama Nick Anderson, seorang pria berusia 63 tahun yang memiliki 2 anak laki-laki.
"apakah ayah tidak boleh datang ke perusahaan anak ayah sendiri?" tanya Nick, sambil memperhatikan sekeliling ruangan Benedict.
Benedict menggelengkan kepalanya, "Bukan seperti itu ayah, biasanya ayah datang kalau menginginkan sesuatu." jawab Benedict.
__ADS_1
"aduh-aduh, pinggang ku. bisa-bisanya orang tua rapuh ini, tidak dibiarkan berdiri. sungguh anak tidak berbakti." Dengan dramatis Nick memegang pinggang nya yang tidak sakit tersebut dengan sangat lebay.
Disisi lain Benedict menghela nafas lelah dengan sifat sang ayah, "Silahkan duduk ayah." kemudia dia menoleh ke arah Abi, "Dan Abi, tolong antarkan kami teh dan cemilan ringan." perintah Benedict kepada Abi.
"baik tuan."
Melihat Nick yang sudah duduk di sofa panjang, Benedict ikut duduk di sofa singel dekat sang ayah. "Jadi bagaimana kabar ayah, dan Richard?" tanya Benedict basa-basi.
"kabar ayah baik, kalau Richard dia sedang traveling bersama teman-temannya ke Brazil." jawab sang ayah seadanya.
Benedict mengangguk, "Lalu kenapa ayah datang kesini?" tanya Benedict untuk kesekian kalinya.
Nick menghela nafas berat, "Ayah merasa kesepian, bisakah kau menikah lalu berikan ayah menantu dan cucu secepatnya?" pinta sang ayah, memberikan raut wajah yang sedih.
"Ayah, Ben sedang berusaha mencari calon istri. tapi Ben belum menemukan pasangan yang cocok." jelas sang anak bermaksud memberi pengertian kepada sang ayah Nick.
Mendengar jawaban Benedict membuat Nick kesal, "Bagaimana kamu tidak menemukan gadis yang cocok, kalau kamu saja seharian di dalam kantor terus. bukannya pergi berkencan keluar, kamu malah sibuk bermesraan dengan tumpukan berkas ini." kesal Nick kepada Benedict.
"akan Ben usahakan ayah." balas Benedict seadanya.
"tuh kan, bagaimana ayah tidak stress kalau anak ayah saja sudah seperti ini."
tak lama kemudian Abi datang dengan membawa teh dan makanan ringan.
"ayah nikmati lah makanan nya, Ben mau mengerjakan berkas yang masih tersisa." Benedict beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah meja kerjanya.
"lihat anak itu, bagaimana bisa dia menemukan jodoh. kalau dia hanya duduk di meja kerjanya seharian." ucap Nick ke Abi.
__ADS_1
Mendengar perkataan Nick, Abi hanya bisa tersenyum canggung. karena dia bingung harus menjawab apa.
BERSAMBUNG