
Setelah kejadian Kyra yang ketahuan oleh Benedict, Kyra berencana untuk tidak memperdulikan perkataan Benedict. Dia sibuk mempersiapkan bandnya untuk tampil di hari H perayaan ulang tahun pernikahan pamannya, yaitu hari ke 9 liburan.
sudah beberapa hari Kyra lewati untuk menghindari pertemuan dengan Benedict, bahkan dia makan selalu dikamar.
tepat di hari H perayaan, Kyra yang sedang bersiap-siap menyiapkan gitar listrik nya dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan.
"Apa mic nya tidak masalah?" tanya Kevin kepada Luna.
"Tidak, semuanya sudah benar. latar penari nya juga tidak ada masalah." ucap Luna sambil memperhatikan sekelilingnya.
"enak ya jadi Luna, hanya mantep dan memainkan drumnya. sedangkan aku harus nari, bermain gitar sambil bernyanyi." keluh Kevin pura-pura merasa lelah.
"Kan Zay sama Kyra juga sama saja, bedanya mereka gak nyanyi. udah deh jangan ngeluh, setiap tampil ngeluh terus. Ga bosen apa, Kyra sama Zay aja ga ngeluh..." Luna mengoceh panjang lebar kepada Kevin.
Karena malas mendengar kan ocehan Luna, Kevin lebih memilih duduk disebelah Kyra.
"kenapa Luna mengoceh?" tanya Kyra curiga.
"Bukan apa-apa kok, hanya hal tak penting." jika Kevin berkata sejujurnya, Kyra pasti akan mengolok-olok nya.
"kamu lihat Zay?" tanya Kyra sambil menatap Kevin.
"Kata Luna Zay sedang makan, dia makan lebih cepat sebelum acara malam nanti. katanya sih pas tampil ga mau kelaparan." Jelas Kevin sambil melipat kedua tangannya.
"OOO, lagipula kita masih punya banyak waktu. bagaimana kalau kita latihan sebentar, aku takut nanti ada masalah." saran Kyra, dia langsung berdiri.
"tapi kan Zay masih makan, masa kita latihan tanpanya?"
"tenang saja, Zay itu bisa diandalkan. tidak seperti mu, ayo kita latihan." Kyra menarik tangan Kevin, untuk berdiri.
__ADS_1
Disisi lain...
Benedict sedang berolahraga di tempat Gym yang ada di kapal, ditempat Gym tersebut hanya ada dia dan Nico saja.
Walaupun hanya ada mereka berdua, tapi Benedict dan Nico tidak banyak mengobrol. mereka lebih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
lalu, tak lama kemudian Agnes muncul dengan pakaian olahraga nya yang lumayan terbuka.
Agnes yang melihat Benedict yang sedang Treadmill, mulai mendekati Benedict dengan mulai Treadmill disebelah Benedict.
"Umm, Hai" sapa Agnes dengan malu-malu.
Mendengar sapaan dari orang disebelah nya itu, Benedict hanya bisa mengangguk saja.
"Kamu kekasih nya Kyra kan?" tanya Agnes basa-basi.
Benedict sontak menoleh ke arah Agnes dengan mengkerut kan dahinya, "Iya, kenapa?"
Benedict menghela nafas berat, lalu menghentikan olahraga nya. "Itu bukan urusanmu." Jawab Benedict dengan ketus.
Melihat Benedict yang berhenti, Agnes juga ikut berhenti. "apa aku salah bicara?" tanya Agnes gugup.
Walaupun Agnes tidak dihiraukan oleh Benedict sama sekali, entah kenapa rasanya tatapan Agnes kepada Benedict itu terlalu menyebalkan bagi Benedict.
saat Benedict mencoba banyak alat, disitu ada Agnes yang terus mengikuti Benedict kemana saja dia pergi.
"Apa kamu tidak punya kesibukan lain?" tanya Benedict dengan ketus, lalu dia bergegas pergi dari tempat Gym ke ruang ganti pria.
Tentu saja Agnes tidak mengikuti nya sampai ruang ganti, dia terdiam ditempatnya sambil menahan tangis.
__ADS_1
"Kenapa harus Kyra lagi..." Gumam Agnes merasa sedih.
Agnes juga kembali ke ruang ganti pakaian, dia sudah tidak bersemangat lagi untuk bermain alat.
Saat di ruang ganti pakaian Benedict tidak sengaja melihat Erick yang sedang mengobrol dengan Nico, saat melihat Erick rasa kesal Benedict bertambah.
"Ck"
Dia malas bertemu ataupun melihat Erick, bahkan orang yang sangat ingin dia temui malah menghindari nya seperti dia adalah sebuah kuman.
"Hei!" panggil Erick.
Tapi sayangnya tidak dipedulikan oleh Benedict.
"Cih, sombong sekali." celetuk nya yang bisa didengar oleh Benedict.
"Erick, hentikan. Jangan bersikap kekanak-kanakan." peringat Nico, yang malas ada perdebatan saat dia sedang berganti.
"Siapa juga yang bersikap kekanakan." sahut Erick tidak setuju.
"Lebih baik kamu kembali, lalu berganti baju. nanti malam bandnya Kyra akan tampil, kita harus siap-siap." saran Nico kepada Erick.
"Ya, lagipula aku tak sabar melihat Kyra tampil. sudah pasti dia akan sangat mempesona, bagaimana pun aku sering melihatnya tampil di acara kampus. walaupun sudah lama sih." Jelas Erick dengan antusias.
mendengar pembicaraan Nico dan Erick yang sedang membahas tentang Kyra, Benedict langsung mendekati mereka.
"Kyra akan tampil malam ini?" tanya Benedict dengan penasaran
Nico menatap Benedict heran, "Kamu ga tahu? padahal kamu kekasih nya, Kyra sering sekali latihan di aula bawah akhir-akhir ini." Ungkap Nico dengan santai.
__ADS_1
"Ahh, begitu. baiklah kalau begitu, permisi." Benedict menjauh dari mereka lalu berjalan pergi ke luar ruang ganti setelah berganti pakaian.
BERSAMBUNG