Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 10


__ADS_3

Perhatian, chapter ini banyak mengandung unsur dewasa jadi yang tidak tahan silahkan lewati. wkwk dosa tanggung sendiri.


Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen, kalau ada yang tiponya maaf ya wkkwwkw muacc


..........


Plak…


Entah dapat kekuatan dari mana Sila langsung menampar Marvin, walaupun tamparan itu tidak ada apa-apannya buat Marvin, tapi untuk kesekian detik Marvin hanya melihat Sila. ini pertama kalinya di tampar oleh perempuan, dan yang menemparnya adalah bocah. 'Siall' katanya


Sila yang melihat Marvin hanya diam langsung mendorong tubuh Marvin, hingga hampir terjungkal kebelakang. Sila memanfaatkan situasi tersebut untuk turun dari tempat tidur dan berlari kerah pintu. Marvin yang tersadar langsung mengejar Sila.


Saat  hampir mencapai pintu keluar. Tangan besar milik Marvin langsung memeluknya dari belakang. Tangan besar itu memeluk perutnya dan satunya lagi memeluk pundaknya.


“t tolong lepaskan tuan. hiksss" sambil memberontak


“aa ku tidak mengenalmu..” mohon Sila, sekuat tenaga melawan, tagan kecilnya berusaha melepaskan tangan Marvin. Namun yang didapat tenaganya terkuras. Dia sudah menagis karna ketakutan.


Bukk..


Marvin langsung memojokkan Sila ke dinding.Sakit , ya punggung Sila sakit karna berbenturan dengan dinding. Sila yang masih beruaha mendorong Marvin tapi seincipun tidak bergeser. Marvin langsung memegang tangan Sila dan menyatukannya di atas kepala Sila. sedangkan tangan lainya menarik pinggang Sila sampai berbenturan dengan tubuh Marvin. Tubuh kecil Sila sudah terkurung dengan tubuh yang besar itu.


“tapi aku mengenalmu” kata Marvin.


“t tuan tolong lepaskan” bibir Sila bergetar, saat nafas Marvin menerpa telinganya.


“hnn, apa aku harus melepasmu” katannya sambil menatap intens Sila. ah gadisnya sangat lucu. Marvin melihat wajah Sila dengan teliti. “manis” gumam Marvin.


“tolong, lepaskan” katanya yang sudah menagis. Kakinya sudah lemas.


“setelah kau melakukan ini semua “ kata Marvin, sambil megendus leher Sila.


“maaf karna menampar tuan hissk” …katanya.


“bukan itu maksudku little girl” kata Marvin “ kau membuatku bergairah, semua yang ada di tubuhmu membuatku bergairah” katanya sambil menghisap telinga Sila. Saat ini dia sangat takut dalam hatinya terus meneriakan nama abangnya.


“akhh” Sila yang mengeluarkan suara desahan, membuat Marvin gelap mata.

__ADS_1


Marfin langsung mengangkat Sila dan mensejajarkan wajahnya, dan mengaitkan kaki Sila di pinggangnya. Karna kaget tangannya langsung memengang pundak kekar Marvin. Sila langsung menyembunyikan wajahnya, laki-laki itu bisa merasakan tangan itu bergetar dan Sila tidak sengaja menggigit bibirnya. sweater rajutnya sudah lepas entah kemana , kini dia hanya memakai  tanktop.


Melihat itu Marvin langsung mencium bibir Sila, melumat bibir Sila. bahkan menghisapnya. Ciuman itu sama sekali tidak ada kelembutan. Marvin semakin menghapus jarak sampai dada merka saling menempel. Sila terus memukul pundak marvin tapi sia-sia.


Marvin terus menghisap bibir Sila, lidahnya berusaha masuk tapi Sila menutup rapat bibirnya., sampai yang empunya mencakar pundak Marvin. Karna tau gadisnya kehabisan udara akhirnya dia menjauhkan wajahnya.


“hahh…hahh ,..”Sila menghirup udara sebanyak banyaknya.Tapi Marvin langsung memasukan lidahnya kedalam mulut Sila. karna kaget dia itu berusaha untuk melepaskan diri. Dia menahan suaranya agar tidak keluar


‘oh tuhan ini ciuman pertamanya, pengalan pertamanya, tapi dia diperlakukan seperti ini’ kataSila dalam hati.


“hmm… ah.. ” Sila mendesah saat Marvin menekan pinggangnya.


“ahhh… kamu merasakannya, dia sudah keras” kata Marvin sambil mermas pantat Sila. Sila hanya menggelengkan kepala, memukul pundak Marvin untuk dilepaskan.


“sshh…ahh” desahnya lagi.


**Sila pov


Aku sudah pasrah.. siapapun tolongg. ‘abang’ gumam ku. Aku bersyukur saat dia berhenti bergerak.


aku memejamkan mata saat kurasa ciumannya berhenti,. ahh bukan berhenti, mulutnya segera mencium rahang ku dan pundakku.


"ahh kumohon.. pundak sila sakiiit hisssk" akhiranya dia berhenti dan menatap aku.


“Marvin, sebuat namaku” aku hanya menggeleng sambil menagis, ‘Marvin” entah dimana aku mendengarnya.


Tapi tak lama dia menarik rambutku di belakang kepalaku.


"auu" jerit sila.


“panggil namaku Sila” aku masih menggelng, aku tidak mau menyebut namanya dan apa ini dia mengenal ku . Tiba-tiba pipiku dicengkram. Air mataku mungkin sudah habis, tenaga ? aku sudah pasrah, tenagaku sudah habis, sia-sia kalau aku melawan.


“toolong lepaskan aku” kataku yang masih memohon dengangan air mata."aku tidak mengenalmu"


"maka panggil namaku, sila aku tidak suka dibantah" katanya. aku sudah pasrah mungkin kalau aku sebut namanya akan di lepaskan, pikirku.


 “m ma arvin…” kataku sambil tergagap. “ulang” perintahnya dengan mutlak.

__ADS_1


“maarvin..” ucapku paruh. aku melihat bibirnya tersenyum, bukan menyeringai. “bagus little girl, sekarang keluarkan lidahmu” aku melotot, lidah apa dia mau memotong lidah ku. ‘Tidakk, aabang  tolong' jeritku dalah hati.


“keluarkan Sila”  katanya, aku menggelengkan kepala.


“ga gak mau hissk, lepaskan” aku mengumpulkan keberanian melawannya. Aku mendengar dia menggeram.


“keluarkan Sila, aku tidak akan memotong lidahmu” katanya sambil mencium hidungku, aku mulai menagis.


“ahhh” aku merasakan tangannya meremaas dadaku, aku berusaha menyingkirkan tangannya dari dadaku, aku hanya menggelengkan kepala.


“keluarkan atau kita akan bermain lebih jauh” ancamnya . kemudian dia langsung menggendong ku seperti bayi koala, melangkah kearah sofa dan duduk, kinii aku duduk di pangkuannya.


Dia membuat jarak, sekarang wajah kami sejajar, dia melihat ku dengan intens. Aku berniat turun dari  pangkuannya tapi malah semakin erat memeluk pinggangku.


“sekarang keluarkan ” aku hanya meremaas pundaknya. Dia melihat mataku dengan intens.


“aku tidak suka mengulang perintah sila” katanya .


Aku perlahan mengeluarkan lidah, aku melihatnya mendekatkan wajahnya, sambil melihat kearah bibir ku.


“ahhh…” aku kaget saat dia menghisap lidahku, aku langsung menutup mata. ini apa? tanya ku dalam hati. Dia menarik rambut ku dan satu tangannya mencengkram pipi ku.  Saat aku mencoba membuka mata, tatapan kami bertemu, aku melihat dia menatapku seolah mengatakan kalau dia menikmati kegiatannya, dan yang aku dapat dia semakin intens. Aku langsung menutup mataku dan aku tidak lagi berontak karna percuma, upayah ku hanya menagis tapi tak mententuh hatinya sama-sekali . yang kudapat dia malah terus melakulannya.


'abanggg tolongg ini sakitt' aku hanya menjerit dalam hati, sambil menagis. hisksss


Sila and pov


Marvin terus melanjutkan aksinya, sampai dia tidak merasakan gerakan Sila lagi, dan akhirnya Marvin menjauhkan wajahnya. Dia melihat wajah Sila dengan mata tertutup. entah dia tidur atau pingsan.


“apa dia tidur, ckk konyol” kata Marvin sambil memeluk Sila. dia menghapus jejak saliva meraka di sekitar mulut Sila.


Dia hanya tekekeh, karna Marvin tau ini pengalaman pertama Sila. mungkin gadisnya akan ketakutan, saat bertemu dengannya nanti. Marvin menghela nafas dengan kasar, padahal miliknya sudah sangat ah sudahlahh saat dia melihat sila di lift. tapi malah di tinggal tidur.


“kamu milikku, hanya milik ku” bisiknya, sambil meletakan kepala Sila  di dadanya sambil megusap kepala sila. Dia masih bingung tentang perasannya. Tapi dia tidak ingin orang memiliki Sila, Sila hanya miliknya, saat pertama kali melihat, biarlah dia egois. dia masih memikirkan kenapa dia bisa tertarik dengan bocah yang tiadak bisa megimbanginya, saat pertamakali melihat sila darahnya berdesir, hatinya seakan damai dan nyaman.


Marvin melihat jam dan ternyata sudah jam 12.00. Kemudian mengambil handphone megetik pesan pada seseorang.


Terimakasih telah membaca

__ADS_1


Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc


__ADS_2