Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 8


__ADS_3

Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc


...........


Sudah 2 minggu Sila bekerja dan 2 minggu juga Sila tidak pernah melihat bosnya. Entah apa yang terjadi. Banyak hal yang  terjadi setelah dia bekerja disini, pikiran Sila sudah kemana-mana belum lagi pandangan sinis dari karyawan di kantornya. Tapi Sila sudah punya teman dari HRD laki-laki dan seorang perempuan.


“kamu tidak usah memikirkanya, mereka hanya iri” kata laki-laki itu.


“ck orang seperti mereka harusnya dikasih pelajaran kalau perlu mereka di basmi Arka” kata perempuan tersebut


“hahh, mereka seakan berkuasa, apa lagi si Dola merasa kalau dia adalah nyonya di kantor ini” kata laki-laki yang


tidak lain adalah Arka.


"dia mengatakan kalau dia adalah kekasih bos kita" kata tambah Arka.


“mereka hanya sekelompok cacing yang bertebaran di kantor ini, lihat saja baju mereka, ck ck ck”  kata perempuan itu.


“Visa, kamu tidak boleh ngomong gitu” kata Sila sambil mengaduk makanannya.


"lo jangan terlalu baik" kata Arka


“lo tau Sila, tu adalah Dola, di seblah nya Risti, ck Risti pun sama bahkan lebih parah, belum lagi Elvi, dan di


seblah Elvi ada Lala. Wah liahat mereka, pasti menggosipkan orang” kata Visa menjelaskan panjang lebar


“lo julid bangat si jadi orang” kata Arka


“apan sih lo, serrah gue lah, ”


Sila langsung melihat hanya terkekeh, ah mereka sangat cocok.


“kenapa kalian tidak pacaran, kalian sangat coco?” kata Sila dengan jujur. Arka dan Visa langsung terbatung mendengar pernyataan Sila.


“dia bukan tipe gue,” kata Visa


“tapi walaupun Arka gendut dikit tapi dia manis” kata Sila dengan jujur sambil tersenyum.


“ckk, jangan pernah memujinya”


“hihih” Sila hanya ketawa dia bersyukur di kantor ini ada orang yang ingin berteman dengannya. Dan mereka


melanjutkan gosip dengan menceritakan apa saja yang pernah terjadi di kantor.


Sedangkan di meja sebrang menatap mereka dengan sini. Mereka adalah Dola dan kawan-kawannya.

__ADS_1


…..


Di tempat lain Marvin duduk dengan angkuh di hadapan orang yang sedang berlutut di dadapannya. Dia ingin melihat wajah yang ingin menghancurkan perusahaannya. Di tangannya sudah ada pistol yang entah kapan saja platuknya akan ditariknya.


“ampun tuan, ampuni saya” kata orang tersebut sambil berlutut


“diamana semua uang itu” dengan wajah datar


Orang tersebut hanya diam. Tidak menjawab. Marvin hanya melihat orang tersebut dengan sinis.


“hn, harusnya lo tau kalau gue tidak suka dengan penghianat” desis Marvin dengan tajam.


“urus dia, jangan sampai dia melarikan diri kalau perlu bunuh saja” perintah Marvin pada pengawalya. Marvin berjalan dengan angkuh dan langsung keluar dari gudang tersebut.


Marvin yang saudah diluar gudang masih bisa mendengar jeritan orang tersebut. dia sudah muak dengan para pengkhianat.


….. .


Di tempat lain Sila sedang berada di restoran dengan Lingkar, Lingkar mengajak Sila untuk makan di luar. Awalnya Sila tidak mau, tapi karna paksaan dari temannya yang bernama Visa akhirnya Sila pun mengiyakan ajakan Lingkar.


“Silahkan tuan dan nyonya” kata pelayan tersebut memberikan menu makan. Sila yang melihat menu makanannya bingung harus memesan apa, dia mencari yang murah tapi tidak ada. Lingkar yang melihat itu hanya senyum saja.


“kamu mau pesan apa?” tanya Lingkar dengan senyuman di wajahnya. Sila yang melihat itu mukanya menjadi merah.


“s s..samakan dengan kak. Lingkar saja” kata Sila dengan gugup.


“terimakasih, dan mohon menunggu” kata pelayan tersebut.


“jadi bagaimana pekerjaan mu?” tanya Lingkar sambil menatap Sila. Sila yang ditatap seperti itu hanya menunduk.


“hmmm baik, untuk saat ini” jawab Sila, yah untuk saat ini . entah apa yang akan terjadi jika juka bosnya sudah datang.


“jangan sungkan, padahal kamu sangat cerewet dulu” kata Lingkar sambil mengingat saat Sila diajak Ando ke rumahnya dulu.


“bahkan kamu merengek minta di gendong” Lingkar hanya terkekeh.


“aku tidak pernah merengek” kata Sila , wajah nya sudah merah bak tomat.


“ck padahal dulu kamu sampai berguling-guling kalau kakak tidak gendong”


“kak Lingkar jangan mengarang , aku gak pernah berguling-guling” katanya sambil membuang wajahnya.


“aahahhaa…” Lingkar tertawa lepas, dan Sila melihat itu dia juga tertawa. Tapi  Sila tidak sampai berguling-giling. Entah kemana sifat pemalu dan gugup Sila. mereka saling mengingat masa lalu. Ahh banyak orang yang melihat mereka dan iri akan kedekatan mereka, jika melihat itu mereka bagaikan sepasang kekasih.


Di tempat yang sama seseorang mengabadikan semua momen itu, dan dikirim ke tuannya.

__ADS_1


……


Ditempat lain Marvin sangat emosi melihat gambar yang dikirim oleh orangnya. Hah…dia menghela nafas dengan kasar.


Belum dengan ayahnya yang menyuruhnya untuk tinggal sementara, yah dia sekarang berada di Singapore. Marvin hanya bisa pasrah saat mommy nya menyuruhnya untuk membantu ayahnya. Marvin bisa saja menolak tapi dia tidak ingin mommy nya berpidato karna hal spele. Dia harus menggantikan ayahnya mengurus perusahaan di singapore, walaupun hanya beberapa hari tapi dia tetap kesal.


“ada apa?” kata Martin yang tidak lain adalah ayah Marvin. Martin melihat anaknya sedang uring-uringan.


“hmm” jawabnya hanya dengan gumaan


“ck” melihat anaknya seperti itu dia jadi kesal sendiri.


Klekk …


Seorang perempuan masuk ke ruang kerja mereka, walaupun sudah berumur tapi dia tetap cantik, perempuan tersebut melangkah mendekati kedua pria itu. Ya dia adalah mommynya Marvin Anjani.  Dia hanya menggelengkan kepala, mau lilihat dari segi apapun Marvin adalah duplikat Martin, semua yang ada pada Martin menurun pada anaknya. Anjani berharap Marvin tidak mewarisi sifat gilanya Martin.


“ada apa?” kata Anjani duduk di seblah Martin, sedangkan Martin langsung bermanja ria di pundak anjadi. Marvin sendiri heran kenapa ayahnya seperti itu, entah apa yang merasukinya , pikir Marvin.


“tidak apa mom, hari ini aku pulang ke indonesia” kata Marvin cengan cuek sambil menatap leptop


“kenapa cepat sekali nak, tinggallah beberapa hari lagi mommy sangat rindu dengan anak mommy” kata Anjani.


“ada yang harus diselesaikan di sana mom” katanya. Sedangkan Martin tiba-tiba berdiri


 “ayok kita kekamar sayang” kata Martin, Marvin melihat itu hanya memutar matanya dengan bosan.


“aku mau sama anak aku dulu, duluan saja, aku masih rindu” kata Anjani. Martin melihat Marvin dan memberikan kode supaya cepat pergi.


“ckkk” gumam nya. Dia langsung berdiri mendekati mommynya.


“mom Marvin mau pulang dulu” sambil mencium pipi mommynya. Martin yang melihat itu sudah cemburu.


“jangan kekanakan, kamu sudah tua”


“dah mom” kata Marvin, dan langsung keluar dari ruangan tersebut, dia tidak ingin berlama-lama karna dia akan menjadi obat nyamuk.


“cepatlah menikah, cari istri” kata ayahnya dan ditanggapi dengan lambaiyan tangan.


“dasar anak kurang ajar, dia turunan siapa sih” kata Martin.


“dia turunan kamu,” balas Anjani dan langsung pergi.


“sayanggg… hei” teriak Martin….


…..

__ADS_1


Terimakasih telah membaca


Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muaacc


__ADS_2