Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 20


__ADS_3

Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen, kalau ada yang tiponya maaf ya muacc


……..


Saat sudah sampai di rumah, Sila langsung menyelesaikan rutinitasnya, dia masih menrindukan abangnya, buat Sila vidio call tidak cukup. Ia ingin memeluk abangnya. Sejujurnya Sila ingin sekali mengatakan kalau perlakuan Marvin ke abangnya tapi lidahnya terlalu keluh, dan Sila takut merusak persahabatan abangnya dan Marvin.


“hah…”Sila menhela nafas.


Ting…..


Handphone Sila berbunyi, melihat pesan yang masuk


Visa


Angakat telpon gue


Sila membaca pesan dari Visa, dan tidak lama kemudian..


Dreettt…. Drettttt


Sila merasakan handphonenya bergetar dan langsung mengangkatnya.


“lo dimana” kata seseorang yang berada di sebrang


“Sila di rumah” kata Sila


“oh ya, sibuk gak” kata orang itu


“hm, Sila gak sibuk” kata Sila


“yasudah jalan yuk”


“jalan kemana, Visa mau kemana”


“yah kemana aja, ayo lah besok hari libur, kira bersenang senang” kata Visa


“hmm…”sebenarnya Sila mau menolak tapi bingung, ‘apa ku iyakan saja Visa sangat baik” pikir Sila.


“lo mau nggak, nanti gue jemput” kata Visa


“hnn… iya Sila mau” kata Sila mengiyakan ajakan Visa, sebenarnya Sila ragu tapi sudah mengiyakan ajakan Visa.


“oke, lo  share lokasi, jadi gue jemput lo” kata via.


“hmm oke, Sila siap-siap dulu” kemudian menutup telponnya dan mengirim lokasi rumah Sila, lebih tepatnya lokasi rumha Marvin.


Sila langsung melangkah ke kamar mandi siap-siap. Hari ini ia akan jalan-jalan dengan teman barunya, ah lebih tepatnya teman kantornya.


 


………………….


 


Di lain tempat


Marvin masuk kesebuah hotel berbintang, di ikuti Andre dan beberapa bodygoartnya. Semua mata tertuju padanya, banyak yang memebrikan pujian,namun dibalik itu mereka tidak tau bagaimana seorang Marvin.


Ia  menuju suatu ruangan, dan kini dia berdiri di depan pintu salah satu bodygoart dengan cekatan membuka pintu itu, kemudian Marvin dan oangnya masuk kedalam. Marvin berjalan ke arah sofa yang kosong kemudian duduk. Dari balik pintu tiba-tiba-seseorang datang


“sudah lama tidak kita tidak bertemu tuan Pradipta” katanya.  orang itu berjalan ke arah Marvin kemudian duduk di depan Marvin.


“ck benalu tetaplah benalu” kata Marvin dengan wajah datar.


“ah, minumlah gue udah nyiapin sesuai dengan kelas yang lo punya” kata orang itu


“sambutan hmm” kata Marvin dengan wajah datarnya. Kemudian mengambil gelas yang sudah di tuangkan anggur, dan…


Pyarrrr …..


Langsung melemparkannya ke David, karna mendapatkan serangan dadakan David tidak sempat menghindar.


“David, ck ternyata kelas lo lebih murah dari yang gue kira” kata Marvin, sambil mengambil sapu tangan dalam jasnya.  Sedangkan David sudah  sangat marah, karna perlakuan Marvin dan  David menahan emosinya, tapi ..


Seorang langsung membuka pintu dengan kasar, berjalan tergesah-gesah ke arah David dan membisikan sesuatu. Sedangkan Marvin, dia sekarang duduk dengan angkuh dalam ruangan dengan tongkatnya di tangan kanan, dan hanya menatap orang itu sampai …


Brak…

__ADS_1


David lansgung menendakng meja yang berada di depannya, dan menodongkan pistol ke arah Marvin. Sedangkan Bodygoart Marvin yang melihat itu langsung mengeluarkan pistol kearah David.


“apa maksud lo heh” tanya orang itu dengan emosi


 “ck, maksud gue” kata Marvin dengan wajah datar.


“jawab brengsek…”  teriak orang itu menggema di ruangan itu.


“apa yang harus di jawab” kata Marvin dengan anagkuh.


“loo…”


“ingat David, dalam dunia bisnis gue tidak ingin berurusan dengan benalu seperti lo” kata Marvin yang masih menatap David.


David yang mendenger itu sangat emosi, dia selalu kalah, apa yang ia mau selalu Marvin ambil, bisnis, maupun dalam hal wanita, Marvin selalu didepan dari pada dia.


Dan sekarang dia dapat kabar, saham perusahaannya anjlok tapi kenapa bisa, bukannya ia sudah mensabotase perusahaan Marvin bahkan sampai memasukan orangnya ke perusahaan Pradipta bahkan orang itu sampai menggelapkan uang yang cukup fantastik, itu lah yang di pkirkan David.


“lo kurang cerdik David” kata Marvin sambil beranjak dari duduknya. Kemudian keluar dari ruangan itu di ikuti Andre dan para Bodygoart Marvin. David bisa melihat jelas seringai yang terukir di bibir Marvin.


Sedangkan David sangat marah, rencananya gagal. Semuanya, dan sekarang..


“ahhrrrgg… Pradipta sialann ..” davit semakin memebenci semua keturunan Pradipta, menurutnya Pradipta lah yang menghalagi setiap langkahnya.


Sedangkan  Marvin masih bisa mendengar teriakan David dari luar…


 


 


“ke tempat biasa” kata Marvin saat sudah berada didalam mobil, dan   yang mendengar itu hanya menggangguk dan langsung menjalankan mobil…


 


 


……………..


Sedangkan di tempat sila.


Sila yang sudah keliling sampai malam dan sampailah ia di sini sebuah hotel. Sila kini bersama Visa, ia kini sudah berada di depan pintu.


“tapi, ini hotel” tanya Sila, ragu dengan ajakan Visa.


“ini tempat untuk bersenang-senang” kata Visa. Visa kemudian menarik tangan Sila dan masuk kedalam, Sila langsung melangkah mengikuti Visa.


Kini mereka sudah di dalam ruangan, Sila melihat itu sangat bingung. Orang-orang berjoget dengan di iringi musik keras, dan lampu kedap-kedip.


“”Visa kita di mana” kata Sila setengah berteriak., ia saat ini sangat takut


“kita ada di club malam, tenang aja ada gue” kata Visa.


“tapi…”


“tenang aja Sila, selama ada gue aman”  kata Visa meyakinkan Sila, dan Sila hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian Sila mengikuti Visa berjalan ke arah bar. Saat sudah di meja bar Visa langsung memesan minuman seperti biasa.


“kemana aja lo” kata pria dengan suara kemau


“gak kemana-mana” kata Visa


“eh tu siapa” kata oorang itu


“teman gue, lo jangan macam-macam” katta Visa melirik tajam pria kemayu itu. “Sila sini lo jangan jauh-jauh” kata Visa sambil menepuk kursinya. Sila langsung duduk  di kursi itu.


“lo mau pesan minuman apa” kta Visa


“hmm, Sila mau jus stroberi aja” katanya


“ahahha….” Laki-laki kemayu itu tertawa terbahak-bahak karna omongan Sila, sebenarnya tidak ada yang lucu hanya saja ini pertama kalinya ia mendengar, oeang mesan jus di tempat ini.


“ck jangan ketawa, pesankan aja, kalau gak ada carikan” kata Visa dengan cuek. Sedangkan Sila bingung kenapa pesanannya di tertawakan.


“lo tunggu di sini jangn kemana mana, gue cari temangue, habis itu kita pulalng” kata Visa


“tapi Visa jangan lama-lama Sila takut” kata Sila yang memang sedari tadi takut.


“iya, tapi jangn kemana-mana, kalau ada yang ngasih minuman jangan lo minum” kata Visa memperingati Sila.

__ADS_1


“iyaa..” kata Sila. dan Visa langsung pergi mencari seseorang, dalam hati Visa ingin menyumpah temannya yang mengajaknya ketemuan di tempat seperti ini.


Tinggallah Sila sendiri, hanya sendiri sambil mendundukan kepalanya. Sedari tadi semua mata tertuju padanya,


seakan ingin memakannya. Tiba-tiba ada tangan yang menariknya…


“ngapain kamu di tempat seperti ini” kata orang itu


“kak “ matanya langsung berbinar-binar melihat orang itu.


“ aku tanya sedang apa di sini”


“Sila sedang menunggu teman Sila” kayanya Sila


“siapa?”


“Visa, kak Lingkar sendiri ngapain disini?” yanya Sila.


“aku ada urusan” kata Lingkar dangan cuek


“urusan, hmm?” guman Sila


“bim pesan seperti biasa” kata Lingkar kepada kasir bar.


“biasa” gumam Sila. apa kak Lingkar sudah biasa ke tempat ini, pikir Sila.


"nih minuman lo" kata kasir laki-laki itu


Sedangkan Sila hanya menatap minuman stroberinya. Sebenarnya telinga Sila sangat sakit mendengarkan musik di tempat itu, bahkan kalau bicara harus teriak-teriak, saking kencangnya musik yang ada dalam ruangan itu.


Lingkar hanya melirik gadis yang sedang duduk di sampingnya lama Lingkar melihat intens sila. Tiba-tiba tanganya menyentuh pipi lembut Sila.


“lembut” katanya. Sila yang kaget sangsung menoleh


“ada apa kak” kata Sila yang menatap, sedangkan Lingkar hanya diam saja. tangannya masih dipipi Sila dan..


Cup…


Lingkar mengecup bibir Sila, sedangkan Sila matanya membelalak apa yang di lakukan Lingkar..


“aku menyukaimu” kata Lingkar denan pelan, bahkan sangat pelan, walaupun tidak kedengaran tapi Sila masih bisa membaca bibir Lingkar, ia tau apa yang di katakan Lingkar padanya.


Sila yang kaget karna perlakuan Lingkar, langsung menolehkan wajahnya tapi malah di tahan Lingkar


Cup…


Lingkar mencium bibir Sila lagi, tapi hanya menempel, tapi lama kelamaan Sila merasakan bibirnya sedikit dilumat. Spontan Sila menutup mata tangannya kini meremaas ujung bajunya, ciuman yang Lingkar berikan sangat lembut, sampai Sila melayang, tapi ia tersadar saat wajah Marvin terlintas di pikirannya dan mengingat semua kaka-kata Marvin, hal itu membuat Sila spontan mendorong Lingkar.


Sila langsung menutup bibirnya. Ia saat in sangat takut, ia mulai menagis.


“maaf” kata Lingkar merasa bersalah ia merasa bodoh karna perasaannya, kemudian lingkar memeluk Sila, dan mengucapkan kata-kata maaf.  Sambil mengelus rambut Sila, mereka masih berpelukan sampai ada tangan yang menarik Sila.


Bukk..


“lo apain teman gue heh” kata orang itu yang tidak lain adalah Visa ia menarik Sila dan langsung memukuli Lingkar, Visa yang belum sadar kalau itu Lingkar. Sila yang tau kalau itu Visa langsung melihat. Dan menghentikan aksi Visa yang ingin memukuli Lingkar.


“sudah Sila tidak apa-apa, dia kak Lingkar” kata Sila menahan Visa


“lo..ehh pak Lingkar” kata Visa “m maaf” kata Visa.


“sebaiknya lo antarin Sila pulang, dia belum pantas ada disini, dia masih umur 18 tahun, jangan mengajarinya yang macam-macam” kata Lingkar panjang lebar. Sedangkan Visa masih terkejut, terkejut karna seorang Lingkar bisa bisa bicara panjang lebar, dan fakta umur Sila, yang masih 18 tahun.


“maaf” kata Sila


“tidak usah minta maaf harusnya aku yang minta maaf, pulanglah, Ando sangt marah kalau tau kamu ada disini” kata lingar dengan suara lembut, dan bisa didengan oleh Sila, karna saat ini musik tidak terlalu kencang.


“iy, tidak apaapa” kata Sila dengan wajah merah,  bukan karna ucapan Lingkar barusan tapi ia mengingat ciuman Lingkar, astaga kenapa pikiran Sila jadi cabul gini, jeritnya dalam hati.


Sedangkan Visa hanya menyimak itu, ia menemukan fakta baru, kalau Lingkar ternyata bisa bicara lembut, karna yang ia tau Lingkar sangat kasar, dingin, dan cuek.


“cepatlah pulang ini sudah hampir tengah malam” kata Lingkar. Kemudian Visa mengajak Sila keluar dan mengantarnya sampai ke rumah.  Sedangkan Lingkar hanya mengutuk dirinya karna perlakuannya kepada Sila. kemudian ia beranjak meninggalkan Club malam itu,untuk menjernihkan pikirannya.


Sedangkan ada sepasang mata yang sedari tadi melihat kejadian itu dari awal. Kaget karna Sila ada di tempat ini dan sangat kaget saat Lingkar mencium gadisnya, dan saat ini ia sangat marah. Dia adalah Marvin yang sedari tadi melihat kejadian itu, Marah karna semua perintahnya di abaikan, padahal ia sudah memperingati gadisnya, kemudian ia melangkah pergi sebelum Sila meninggalkan Club malam di penuhi dengan amarah….


Ia akan memebrikan pelajaran kepada gadisnya karna berani membantah perintahnya.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih


Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc


__ADS_2