Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 4


__ADS_3

Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc


...........


"ssshhhh  hmm.." desah Sila.


Sila yang merasa badannya ada yang menindiha dan merasa nafasnya sudah sesak, kini membuka matanya. Matanya langsung melotot melihat apanya yang terjadi. Petama yang dia liat adalah seorang tengah menciumnya dengan nafsu dan agak kasar menurutnya. Sila merasa nafasnya sudah mau habis dan kini dia memberontak.


Marvin merasakan gerakan memberontak dari Sila langsung melepas ciumannya. Nafasnya menerpa wajah Sila. Tangannya langsung menangkap tangan Sila dan meletakan di atas kepala Sila dengan tangan kirinya dan tangan kananya langsung menutup mata Sila.


"ss siapa?" tanyanya dengan suara bergetar saat ini dia sangat takut apalagi mata nya ditutup dan kedua tangannya di cekal oleh tangan besar, Sila bisa merasakan mukanya di terpa nafas laki-laki tersebut dan merasakan selangkangannya sedang ditekan-tekan. Sila yang masih memberontan, kakinya mencoba mendendang apa yng bisa di tendangnya.


"le le paskan, siapa?" tanyanya lagi. Marvin hanya memperhatikan Sila sambil menutup mata Sila.


"hmm.." hanya gumaan sebagai jawaban Marvin.


"abanng tolanggg" teriak Sila


"tolong lepasin.." pinta Sila sambil memberontak. Marvin yang gemas melihat Sila malah menjilati bibir Sila. Sila yang di perlakukan seperti itu langsung berhenti berontak.


"manis, bibir lo manis" katanya sambil memberikan ciuman ringan ke bibir Sila. Marvin merasa telapak tangannya basah.


Hiks...


"to tolong lepasin"


"hmm" sambil mencium-cium ringan bibir Sila. Marvin bisa merasakan bibir Sila bergetar karna takut, mungkin pikirnya.


"nikmatin saja" bisik Marvin di telinga Sila sambil menjilat dan mengemut tenlinga Sila.


" lee paskan ahkkk" Sila tidak sengaja mendesah karna Marvin menggigit telinganya. Marvin yang mendengar desahan Sila langsung menciumnya dengan kasar.Marvin semakin menempelkan badannya ke Sila, dia juga menekan nekan selangkangan Sila untuk mencari kenikmatan.


Apa ini, mimpikah kalau mimpi tolang bangunkan Sila, karna ini sangat sesak dan berat, bibirnya mungkin akan sobek pikirnya.


"le......" Sila tidak melanjutkan kalimatnya karna Marvin memasukan lidahnya, dan  mengobrak abrik mulut Sila. nafas Sila sudah sesak. Marvin yang sudah kehilangan akal masih mencium Sila dengan nafsu, 10 menit kemudian, Marvin sudah tidak merasakan gerakan, langsung melepas ciumannya.


"pingsan ehh" gumannya. "ck, ini baru ciuman dan lo pingsan"


**Drrrttt **......


Perlahan dia melepas tangannya yang menutup mata Sila dan mengamati Sila "sial" katanya sambil berbisik di telinga Sila.


Marvin mengambil hpnya dalam sakunya melihat lima panggilan tak terjawabap dari mommy nya.


"hahh... kali ini lo selamat" katanya, dan kini memperbaiki penampilannya, dan merapikan baju Sila dan rambutnya. Dia melihat wajah Sila yang tampak damai tertidur, kemudian melihat melihat bibir Sila yang sudah bengkak dan sekitarnya ada bekas air liurnya dengan Sila. dia menghapus sambil terkekeh.


"sampai jumpa, nanti kita akan bertemu lagi" langsung melangkah keluar apartemen Ando. Dia melupakan tujuan awal ke apartemen Ando, tapi malah menemukan mainan.


.......


Marvin yang sudah sampai di mansionnya. Sampai dikamar, langsung membanting tubuhnya ke tempat tidur, dia masih mengingat jelas rasa bibir tersebut. Memikirkannya saja miliknya langsung tegang.


'oh shit' miliknya sudah on dia hanya pasrah masuk ke dalam kamar mandi sambil bermain ria didalam. Dalam hatinya gedis tersebut adalah miliknya harus menjadi miliknya.

__ADS_1


Didalam kamar mandi dia berkhayal tentang gadis itu, bagaimana rasnya jika gadis itu dibawahnya sambil bergerak gerak karna miliknya, memikirnya saja sudah bergairah. Dia harus mandi air dingin secepatnya.


Setelah mandi Marvin keluar dan berbaring sambil tersenyum memikirkan gadis itu yang sebentar lagi akan menjadi miliknya pikirnya.


>>>


Di dalam kamar terlihat seorang gadis yang tak lain adalah Sila yang masih tertidur. Sila yang merasa ada yang Silau perlahan membuka matanya, sampai akhirnya nyawanya sudah terkumpul semua.


"mimpi" gumannya.


Dia memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Badannya sangat letih, Sila akhirnya bangun dar tidurnya melangkah ke arah kamar mandi. Didepan cermin dia melihat dirinya, mengamati wajahnya dengan baik, sanpai dia tidak sadar menyentuh bibirnya sendiri. Dia melihat bibirnya, Sila merasa bibirnya sangat bengkak dari yang biasanya (bukan doerya para pembaca wkwkwk).


Dia merasa itu bukan mimpi 'apa hantu mesum' gumannya entah apa yang dipikirkan sila karna tiba tiba memikirkan gal tersebut. Karna kalau dipikir-pikir dia sangat merasakan bibir hangat itu menciumnya dengan kasar, bahkan dia ingat suara tersebut. Sila merasa itu bukan mimpi, kemudian dia berlari dengan cepat sambil berteriak.


"ABANGGGGGG" teriak Sila sambil berlari ke arah abangnya yang berada di dapur. Ando yang


sedang didapur terkejut-kejut karna ditarik oleh lisa.


"apa, jangan buat abang mati muda Sila"


"bang abang" dengan mata berkaca-kaca.


"abang jangan marah" katanya sambil menunduk.


"ada apa?"


"Sila... bibir Sila bang"


"bibir Sila udah gak perawan lagi" katanya.


Brukk...


Ando langsung membanting spatula yang ada ditangannya.


"siapa...siapa yang melakukannya" katanya dengan emosi, sambil mencengram bahu Sila.Sedangkan Sila meringis saat bahunya di cengram oleh Ando.


"bang sakit" cicitnya.


"Jawab Sila" kata Ando setengah berteriak.


"h ha hantu mesum bang" katanya sangat pelan.


"apa...?"


"hantu mesum" ulang Sila. " malam tadi ada hantu yang mencium Sila bang, Sila takut, nanti malam Sila tidur sama abangya" dengan menarik-narik anju Ando.


"astaga" katanya. "abang kira kamu kenapa-napa" dia lupa kalau adiknya punya


imajinasi yang tinggi dan sangat takut kalau sudah berhubungan dengan hantu.


Adiknya sangat polos pikirnya.


"itu hannya bunga tidur, jangan berpikiran aneh-aneh, sana sarapan dulu" langsung meninggalkan adiknya yang aneh itu.

__ADS_1


"tapi itu benar Sila merasakannya" cicitnya sambil memengang bibirnya yang sedikit bengkak menurutnya dan imengikuti Ando.


Dimeja makan.


"Sila" panggil Ando. "kalau kamu kuliah tahun depan gakpapakan?" katanya sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya. Sila langsung menoleh, dan mengangguk.


"gakpapa bang, tapi apa Sila boleh kerja ya bang" tanyanya dengan hati-hati, sambil melihat abangnya.


"tidak" tolak Ando.


"tapi bang..."


"tidak Sila, kalau abang bilang tidak tidak usah, abang yang akan bekerja"


"dengarin Sila dulu bang" katanya dambil nunduk *** jari-jarinya sendiri. "tidak mungkin Sila hanya diam, Sila sudah ada di sini, tidak mungkin juga Sila pulang kampung mama papa akan kecewa, ja jadi Sila mau bekerja, di sini Sila juga tidak mungkin nganggur kak" kayanya panjang lebar.


Ando yang mendengar itu hanya menghela nafas.


"oke, abang akan izin kan tapi abang yang akan cari kan kerjaan"


"siap bang" katanya.


"sekarang kamu lanjutkan makan pagi abang mau kekantor dulu, ingat kalau ada apa apa jangan lupa telpon abang sama kakak aldi, ok"


"siapp bang"


Ando alngsung berdiri dan mencium pipi Sila, dan Sila yang melanjutkan makannya. Hari ini akan banyak agenda pikirnya. Sambil terkeker.


.......


"Andre keruanganku sekarang" katanya .


Tut...


10 menit kemudian.


"ada apa pak?" kata bodyguard tersebut.


"gue ingin lo kerumah ando, dan seidiki dia" kayanya yang tak lain adalah Marvin.


Marvin memberikan bodyguardnya sebah foto yang foto tersebut adalah Sila yang sedang tertidur. marvin memang menyempakna memfoto sila belelum pergi.


Bodyguard tersebut hanya mengangguk.


"jangan sampai ketahuan oleh siapapun termasuk ando"


"baikn pak" bodyguard tersebut langsung pergi.


Sedangkan Marvin hanya melihat foto Sila sambil mengelusnya. 'lo akan menjadi milik gue' sambil terkekeh.


**Terimakasih


Setelah membaca sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc

__ADS_1


__ADS_2