
Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc
Tap ... tap... tap....
Marvin berjalan ke dalam bangunan tersebut, perusahan yang dirintisnya bersama lima sahabatnya.
Saat Marvin melewati lift karyawan dia bisa mendengar bisikan-bisikan memuji, ada juga yang tidak menyukainya karna dia egois, kasar dan dia sangat menakutkan jika sudah marah, tapi semua itu tertutupi karna ketampanannya, juga kecerdasannya dan jangan lupa mata yang akan melihatnya sampai dia menghilang. Sebenarnya Marvin sangat risih kalau di perhatikan, tapi apalah daya. Dia memang tampan rupawan, rahang kokoh terpahat di wajahnya, belum lagi otot-otot yang dibentuk dan besar yang di bungkus dalam setelan jas mahal, punggung yang lebar, dan jangan lupa tingginya 188 cm.
Marvin langsung membuka pintu ruangan tersebut tanpa mengetoknya. Dia melihat para sahabatnya di dalam sedang duduk mendiskusikan proyek yang akan mereka jalankan.
Dia landgsung duduk di sofa yang kosong dan langsung minum.
"haus bangat si babe" ejek Leo.
Merasa di ejek Marvin langsung memberikan tatapan tajam ke Leo.
"v visss" kata Leo sampil mengengat ke dua jarinya V.
"apa kau membawa leptop dan dokumennya?" tanyanya kapada Ando.
"ya, tuhh " Ando mengingat sesuatu, kemudian bertanya lagi "apa kau tadi malam singgah ke apartemenku?" tanya Ando.
"hmm.. tidak kenapa?" tanya balik.
"tak apa hanya ingin bertanya"
Sebenarnya Marvin tau kenapa Ando bertanya, mungkin gadis itu, lebih tepatnya namanya Sila. ya Marvin sudah tau nama gadis itu dan Sila adalah adik Ando. Sila nama gadis tersebut yang sebentar lagi miliknya.
"sebentar lagi Alex akan mejanjutkan s3nya di amrik" kata Leo.
"ya trus" kata Alex jawab nya dengan malas.
"lo harus traktir kitalah.. buat ape kek, pesta gitu" kata steven.
Alex yang sudah tau kelakuan bajing*n kedua sahabatnya tersebut hanya menggeleng.
"nanti kupikirkan" kata Alex.
"ayolah lex dua minggu lagi lo akan jaun dari kila lex" kata Leo sambil memperlihatkan puppy eyesnya.
Sontak yang semua mengambil bantal kursi dan langsung di lemparkannya ke Leo, kecuali Marvin dan Lingkar mereka tidak melempar bantal, tapi melempar tatapan tajam.
"jangan pernah tunjukan wajah seperti itu" kata Lingkar.
Sedangkan Leo hanya cengengesan. Dan lagi-lagi suasana kantor tersebut di penuhi tawa.
Beda dengan Marvin hanya duduk dan memperhatikan kekonyolan sahabat-sahabatnya dia memikirkan apa yang harus di lakukannya nanti jika bertemu dengan gadisnya ahh dia sudah tidak sabar ingin berkenalan secara resmi, sambil menyeringai.
>>>>
Siang pukul 14.30 Sila sudah merencanakan apa yang ada di otaknya seaakan kejadian tadi malam adalah mimpi alias buanga tidur. Dia akan pergi untuk jalan-jalan dan belanja keperluannya.Sila mengamati dirinya sendiri di depan cermin, melihat dres yang dipakainya. Itu adalah dres paling bagus menurut Sila dan dres pertama yand dimilikinya.
"pas, dan cantik, aku akan berterima kasih ke abang. Ehhee" katanya sambil melihat pantulan dirinya, dan menjauhi cermin.
Sila melangkah keluar dari apartemen, pertama yang dia lihat orang-orang sangat cuek. Mungkin karna disini kota tidak ada orang yang saling menyapa, beda kalau di kampung pikirnya.
"waahhh, kerern," kata Sila. "hmm petama aku hharus kemana ya... hmmm" katanya sambil berjalan menjauh dari gedung apartemennya. Kini Sila melihat beberapa gedung tinggi.
__ADS_1
"wahh\, hmm apa aku ke mall aja" katanya sambil membuka hp untuk memesan gr***.
Bdw Sila disini walaupun dari kampung gak gaptek ya. Ehehe
Setelah menunggu akhirnya si paman gr**** nya sudah nyampe.
"neng mau ke mall ****** ya"
"iya man" sambil naik ke motor. Satu jam kemudian Sila nyampe ke mall***** tersebut dan langsung membayar paman ojek.
"makasih neng"
"iya" melangkah masuk. Mencari apa yang di carinya
.....
Sila melihat jam tangannya ini sudah malam ternyata\, dia sendiri tidak sadar kalau sudah memngelilingi mall tsampai lupa waktu. Dia kemudian Sila sudah keluar dari mall**** tersebut membawa belanjaannya tidak banyak hanya empat kantong kecil saja.
Krruukk.... ternyata suara perutnya.
"astaga aku belum makan seharian" katanya. Saat ini perutnya sudah merontah-rontah. Sambil menenteng belanjaannya Sila melihat warung si sebrang jalan. Sila lagsung menyebrang tanpa melihat....
Titttttt..
"aaaakkk" teriak Sila dan " bukk" ...
Mobil yang hampir menabrak Sila langsung berhenti dan untungnya Sila menghindar dan untungnya Sila tidak terluka hanya lututnya yang luka. Sila yang sudah mulai berkaca-kaca karna lututnya sangat sakit menurutnya dan mengeluarkan darah.
"hiks...abang"
Sedangkan orang yang mengendarai mobil tersebut masih kaget, dan binggung. Setelah selesai dari keterkagetannya orang tersebut langsung turun.
"hei, kamu tidak apa-apa" kata orang tersebut, dengan suara beratnya.
Sila hanya menunduk, dan masih setia menagis tidak mengubris perkataan orang tersebut.
"hei, maaf aku tidak sengaja" kata orang tersebut, yang sudah berjongkok, dan melihat lutut Sila. orang itu langsung menggendong Sila dengan cara bridal style. Sila yang yang kaget diperlakukan seperti itu langsung mengangkat wajahnya. Sila bisa melihat rahang kokoh orang tersebut yang notabenya seorang laki-laki.
Dan tiba-tiba Sila bergumam "omaigat?". Merasa terpanggil pria tersebut menunduk.
"apa.. kamu bicara apa, hmm kita akan kerumah sakit" sambil meletakan Sila di atas di kursi mobil depan. Sila langsung menggeleng dan merutuki kebodohannya.
"tidak usah, ini luka kecil" cicit Sila.Laki-laki tersebut langsung jongkok dan memegang kaki Sila yang berdarah.
"kaki kamu luka harus di obati, nanti infeksi" katanya.
"anu tidak usah Sila bisa mengobatinya"
"Sila" beo laki-laki tersebut.
"iya, Sila masih bisa berjalan" Sila yang ingin bangkit langsung jatuh lagi karna tidak kuat.
Hahhh, laki laki itu menghela nafas.
"maaf" cicit Sila
"jangan minta maaf aku yang salah, kalau kamu tidak mau ke rumah sakit, aku akan mengantarmu pulang" katanya. Sila yang masih menunduk hanya mengengguk. Lumayan bisa hemat uang dan ini sudah malam, pikir Sila.
__ADS_1
Laki-laki tersebut langsung masuk kedalam mobil dan menancap gas. Didalam mobih hanya suara nafas mereka berdua.
"oh iya apartemen kamu di daerah mana" tanya laki-laki itu, Sila lagsung memberi tau alamat tersebut dan saat sudah di basement langsung memarkir mobilnya. Laki-laki tersebut langsung keluar dan membukakan pintu mobil. Sila kaget saat laki-laki membuka pintu mobil dan langsung menggendongnya dengan ala bridal style. Karna kaget dan takut jatuh Sila langsung mengalungkan tangannya ke leher laki-laki itu.
"pencet"
"apa.."
" pencet tombol lifnya, tanganku masih menggendongmu" kata nya
"ohh iya, maaf" cicit Sila, pipinya sudah merah menahan malu. Setelah masuk dalam lift Sila langsung memencet lantai berapa.
Masih menahan malu Sila menyembunyikan wajahnya di leher laki-laki tersebut. Sebenarnya tidak ada yang salah hanya saja dada Sila menempel pada dadanya. Didalam lift hanya ada suara nafas keduanya. Entah kenapa nafas laki-laki tersebut sudah berat.
Dalam pikirannya apa gadis ini tidak sadar atau gadis ini berniat menggodanya, pikir laki-laki itu.
Ting.. akhirnya pintu lift terbuka.
"ke arah mana?" tanyanya
"kiri, dan lurus aja terus belok kanan" kata Sila.
Laki-laki tersebut merasa aneh ini bukan masalah dada lagi, tapi dia merasa aneh dengan lorong tersebut seperti familiar, dan benar saja saat di depan pintu seseorang keluar terburu-buru sambil mengunci pintu apartemen tersebut.
"abang" kata Sila. merasa terpanggil Ando pun menoleh dan melihat Sila dalam gendongan laki-laki itu.
Ando segera mengambil Sila dari gendongan laki-laki tu .
"apa yang lo lakuin ke adik gue"
"gue gak apa-apain dia, gue gak sengaja nabrak adiklo di jalan."
"apa?"
"bang sudah Sila yang salah karna Sila nyebrang sembarangan"
"sebaiknya kita masuk kedalam obati luka nya, ltutnya berdarah"
Hah. Ando hanya menghela nafas kasar. Setelah membuka apartemennya kembali, dia langsung memdudukan Sila di sofa.
"Lingkar" panggil Ando. Yan laki-laki yang menabrak Sila adalah Lingkar
"apa..." masih menatap Sila.
"ceritakan" bukannya menjawab Lingkar malah bertanya
"apa dia Sila"
"gue gak nyuruh loh tanya balik, ceritakan apa yang terjadi"
"jadi..."
Terimakasih telah membaca
jangan lupa like, vote ya dan comment ya dulu ya jangan lupa comment juga
__ADS_1