Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 9


__ADS_3

........


Brakk


Pintu dibuka kasar oleh seseorang. Sambil melangkah mendekati orang yang sedang duduk yang tidak lain adalah Marvin.


“apa maksud lo” sambil memberikan dokumen kontark ke Marvin.


“apanya?” Marvin hanya membalas dengan malas.


“perjanjiannya gak sampai setahun gue disana” ah Marvin tau arah pembicaraan ini. Dia langsung mengambil dokumen tersebut.


“lo gak bakalan sendiri ada lingkar juga”


“tapi gue gak bisa selama itu” kata orang itu yang tidak lain adalah Ando. “gue gak bisa ninggalin adik gue” kata Ando .


“dia sudah besar, apa yang lo takutkan” kata Marvin, mulai memancing pembicaraan.


“dia sendirian disini, gue gak bisa ninggalin”


“Aldi sudah besar jadi apa yang lo hawatirin” kata Marvin memainkan penanya.


“bukan Aldi, dia Sila, gue gak bisa ninggalin, dia belum terlalu mandiri, bahkan masih tergantung sama gue dan lingkar” kata Ando. Mendengar nama lingkar emosi Marvin hampir tersulut.


“ah bukannya dia sudah kerja, di perusahan ayah gue, lo tenang aja gue bakalan ngawasin dia” kata Marvin menyeringai, tapi tidak dilihat oleh Ando.


Ando langsung menoleh ke Marvin, ‘benarkah’ pikirnya. Karna Marvin yang dikenal Ando adalah orang yang tidak akan mengurusi orang lain, walaupun itu keluarga sahabatnya.


Marvin yang tau pikiran Ando, hanya diam sambil melihat Ando.


“lo tenang aja adik lo aman, ini kesempatan lo, hanya setahun” kata Marvin dengan santai.


Sedangkan Ando hanya menghela nafas. Dia tidak ingin menyianyiakan kesempatan ini, dia sudah mengincar proyek di dubai sejak 3 tahun lalu. Tapi dia tidak bisa meninggalkan Sila, Apa dia harus mempercayai Marvin.


Sedangkan Marvin melihat Ando yang sedang berperang dengan hatinya mungkin, hanya memberikan senyuman yang terbaik.


“baiklah”


“apa” kata Marvin


“gue titip Sila” sebenarnya Ando sangat berat menitipkan Sila ke Marvin, tapi kondisinya tidak mungkin, ya tidak mungkin Sila pulang ke kampung. Orang tuanya akan kecewa, karna mereka berfikir Sila sedang kuliah. ‘shit’ salahkanlah otaknya yang tidak mengetahui jadwal perkuliahan.


“pilihan bagus, dua hari lagi lo berangkat” kata Marvin.  Ando hanya menghela nafas.


Dalam pikiran Ando semuanya akan baik-baik saja, tapi entah kenapa hatinya sangat berat. Mungkin hanya stres, pikir Ando sambil memijit pangkal hidungnya. ah biarlah semuanya berlalu.


…….


Sila yang baru sampai di apartemen langsung menuju kekamar. Setelah bersih-bersih langsung keluar kamar, dia hanya menggunakan tank top dan celana training. Sila langsung kedapur, karna perutnya sudah merontah rontah.


“apa abang belum pulang?” gumamnya, sambil melirik jam yang ternyata sudah jam 09.30.


Drettt


Sila melihat siapa si penelpon yang ternyata abangnya langsung mengengkat.


“ya bang”


“….”


“apa harus sekarang?”


“….”

__ADS_1


“tapi bang…”


 “…..”


“tapi Sila gak tau”


“….”


“iya bang, trus dimana”


“….”


“iya bang” tuttt


Tinggg…


Sila langsung membuka psan dan melihat isi pesan tersebut.


**Abang**


Ini  alamatnya hotel ***** jln.****


Kamu langsung kesitu jangan lupa bawa yang abang suruh


*Abang


Kalau sudah sampai di resepsionis, kamu sebut saja nama abang


 


“kenapa abang nyuruhnya jam seini” katanya kesal. Sila langsung menuju kekamar abangnya menggambil yang di suruh Ando.


Sial yang tidak sempat mengganti pakaiannya hanya menggambil sweater rajut dan langsung memakainya. Dia langsung keluar tidak lupa menutup pintinya. Sila berjalan terburu-buru.


”neng sudah sampai”


“ makasih, nih”


“bintang lima ya neng”


“iya kata Sila” sambil tersenyum.


Sila yang masuk ke lobboy


“mbak permisi, saya mau ngantar dokumen atas nama Renando Siddiq”


“dengan Sila”


“I I iyaa…”


“Silahkan ke lantai 40, dengan lift privat, setelah itu belok kanan, nama ruangannya ‘Private Room’ Silahkan anda sudah situnggu pak Renando” kata mbak-mba resepsionis.


Silahanya mengangguk dan mengikuti instuksi mabak resepsionis. Ini pertama kalinya Sila ke hotel bintang 5.


Tingg


Saat Sila keluar dari lif dia langsung melihat dan berlari ke arah Ando yang menunggunya, didepan ruangan tersebut.


 


“makssih, maaf abang merepotkan” kata Ando tidak enak.


“gak papa bang”

__ADS_1


“yasudah abang masuk dulu” kata Ando, sedangkan Sila langsung berbalik langsung menuju lift. Didalam lift ada seorang nenek-nenek yang kesulitan membawa barangnya.


“sini Sila bantu nek” Sila menawarkan diri untuk membantuan.


“makasih nak, namau Sila?” tanya  nenek  tersebut.


“iya nek sini Sila bantuya bawain barangnya”


Ting


Mereka langsung keluar dari lif menuju kamar sang nenek. Bruk… Sila terjatuh karna terlalu fokus  memperhatikan beberapa ruangan, dan melihat orang yang dikenalnya. “mbak Dola” gumam Sila. sedangkan Dola langsung pergi dia tidak tahu yang di tabraknya adalah Sila.


“eh” Sila langsung tersadar dan membereskan barang nenek yang jatuh, setelah itu Sila langsung masuk ke kamar


nenek itu, dan meletakan barangnya.


Sedangkan ditempat yang sama ada yang memperhatikan gerak-gerik Sila sedari tadi sambil menyeringai. Dia tidak menyangka akan ketemu dengan gadisnya di sini 'gadisnya memang baik hati' katanya.


Yah dia adalah Marvin. Sebenarnya Marvin ingin mengambil barangnya yang ketinggalan di ruang meeting, tapi karna melihat Sila dia mengikuti Sila.


Saat Sila berbalik menuju lift dia kaget saat tangannya ditarik dan dipaksa masuk kedalam ruangan, yang menurutnya ruangan itu sangat mencekam.  Tubuh kecilnya terjatuh kelantai, karna dorongan yang kuat.


Sila langsung berdiri dan berjalan kearah pintu tapi langkahnya langsung berhenti .


KLEK...


laki-laki itu mengunci pintu.


"k k kamu.. siapa?" tanya perempuan itu dengan mata berkaca-kaca. Laki laki itu tidak menjawab hanya memberikan senyum mautnya, dan dia  melangkah mendekati perempuan tersebut, dan langsung menggendonnya seperti karung beras. sila yang di perlakukan seperti itu, langsung memberontak minta diturunkan, dan memukl punggung laki-laki itu.


"lepasskann" kata sila, sambil berontak.


BUG...tubuh gadis itu jatuh di atas kasur.


"aauu"... sila memegeng kepalanya yang terbentur di kasur.


"hello little girl"


"Kamu siapa? Apa yang kamu lakukan hheeh" tanya Sila dengan suara bergetar, dia berusaha bagun tapi ditahan.


"apa yang aku lakukan?" sambil menyeringai.


"aku ngin melakukan ini" sambil berbisik ditelinga perempuan tersebut dan menjilat pipinya.


sedangkan perempuan tersebut hanya termenung mematung dengan mata yang berkaca-kaca, mencerna apa yg terjadi saat ini. Sedangkan pria tersebut tidak lain adalah Marvin hanya memberikan senyuman yang menawan kepada gadisnya.


Marvin langsung menduduki perut Sila, dan melongkarkan dasinya dan menggulung kemeja lengan panjang nya sampai sikunga. Sedangkan Sila yang mulai berontak dia menggunakan tangan kecilnya memukul-mukulpaha Marvin. Buatnya pukulan itu tidak ada apa-apanya


“l lepaskan” mohon Sila yang sudah menagis. Marvin hanya melihat Sila dengan intes.


“manis” kata Marvin sambil melihat bibir Sila.


sedangkan Marvin mencoba menarik tangan Sila tapi Sila yang memberontak. Karna kesal Marvin langsung mencium Sila dengan kasar dan tergesa gesah, nafasnya sudah berat. Lidah Marvin kini menjilat bibir Sila. tapi Sila menutup rapat bibirnya.


“sayang buka bibir manismu” kata Marvin dengan suara lembut sambil menjilat bibir Sila.  sila hanya menggeleng. Tidak ingin menjawab dan saat Marvin menjauhkan badannya dengan badan Sila dan..


Plakk….


 


Terimakasih telah membaca


Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muaacc

__ADS_1


__ADS_2