Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
Chapter 6


__ADS_3

like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc


..........


Setelah menjelaskan apa yang terjadi. ando langsung keluar mencari obat untuk adiknya karna memang persediaan obatnya sudah habis. Ando yang sudah bersahabat lama dengan lingkar meninggalkan adiknya.


 "gue nitip sila " kata ando kemudian pergi meninggalkan adiknya dan lingkar.


Lingkar kini duduk di sebelah Sila yang sedang sibuk. Lingkar memperhatikan wajah Sila dari samping, dari ubun-ubun rambut yang sedikit berantakan, kemudian mata yang berbinar-binar melihat hpnya, hidung, dan bibir. Lingkar menelan ludahnya sendiri, ah gadis kecilnya sudah besar, pikirnya.


Sila yang tiba-tiba menolehkan wajahnya, sampai Lingkar kaget dan menjauhkan wajahnya.


“ada apa kak?”


“tidak apa-apa”


“maaf karna tidak mengenali kak.Lingkar”


“gakpapa, maaf karna menabrak Sila juga” kata Lingkar, sambil mengusap rambut Sila. Lingkar sendiri bingung dengan perasaannya, hah lupakan tentang perasaannya, pikirnya. Sambil beranjak dari kursi dan mengambil jasnya.


“kakak mau kemana?” tanya Sila.


“kakak mau pulang dulu”


“tunggu sampai kak Ando datang, Sila takut sendiri” kata Sila dengan lemas, Sila yang notabene takut hantu, langsung menarik tangan Lingkar sampai terduduk.


“yasudah, kakak temanin dulu”


“makasih kak” sambil memegang jemari Lingkar. Lingkar yang harus menahan mati-matian agar tidak berbuat macam-macam kepada Sila, dan Sila yang notabene tidak peka hanya santai saja.


30 menit kemudian


Pip…pip…pipp


klek


“Maaf lama di jalan ada malah tadi” kata Ando di depan pintu.


“nah Ando sudah datang, kakak pulang dulu” Sila hanya menggangguk.


“lo mau pulang?” kata Ando,


“iya, gue ada urusan”


“yasudah” kata Ando. Lingkar sempat melirik ke arah Sila. dia menghela nafas, karna perasaannya tidak menentu.


Klek


Setelah Lingkar pulang Ando pun mengobati lutut Sila.


“kenapa sampai seperti ini?” tanya Ando


“maaf, Sila salah”


“ya sudah, abang buat makan dulu buat Sila” kata Ando, yang dijawab hanya anggukan Sila.


“bang tadi Sila sempat beli terong, masak itu aja bang” sambil cengegesan. Ando sendiri bingung kenapa Sila sangat menyukai terong. Dia seakan maniak terong, bicara sama terong Lingkar juga sangat suka terong, pikir Ando.


Beberapa menit kemudian


Ando membawa makanan ke ruang tamu, melihat Sila hanya duduk sambil memencet remot sebagai mainan.


“nah, kamu makan dulu” sambil meletakan makanan didepan Sila.

__ADS_1


“abang gak makan” tanya Sila


“tadi sore sudah makan”


“ayo bang cobain terongnya enak” sambil menyodorkan terong ke mulut Ando


“gak, jangan macam-macam Sila, kamu tau kalau abang gak suka terong” ya Ando sangat tidak menyukai terong, bukan hanya dia tapi seruhuh keluarganya tidak menyukai terong. Dia sampai binggung kenapa Sila sangat menyukai terong.


“cepat habiskan makannya, habis itu kamu langsung tidur”


”okee bang makasih ya” kata Sila. setelah selesai makan Ando langsung menggendong Sila. meletakan Sila ke kasur.


“Sila kamu ngapain” tanya Ando karna Sila langsung berdiri.


“Sila mmau mandi lulu bang”


“lutut kamu masih sakit”


“gakpapa kok bang”


“yasudah, habis itu kamu langsung tidur” Sila hanya menggangguk sebagai jawaban.


 


 


…….................


2 minggu kemudian


Tok..tok..tok..


“masuk” sahut orang dalam ruangan tersebut. Sekertaris Marvin langsung berjalan kearah meja bukan didepan tapi disamping Marvin.


“pak anda sudah di tunggu mereka dan ini dokumennya” kata Dola yang tidak lain adalah sekertaris Marvin dengan suara yang dibuat menggoda. Marvin yang melihat itu langsung mengumpat. Marvin dapat melihat dengan jelas belahan dada sekertarinya.


“tidak” kata Marvin singkat. Dola yang melihat itu nekat langsung ke mencium Marvin dengan nafsu, awalnya marvin menolak tapi dia hanya manusia biasa. Marvin adalah laki-kaki normal diapun terpancing. Dia langsung membalikan tubuh Dola menghadap meja membelakangi Marvin, dan langsung mengangkat rok Dola dengan cepat dan menyingkirkan penghalang. Dola yang belum siap dimasuki langsung menjerit sakit dan nikmat saat milik  Marvin masuk keintinya.


Marvin menggerakan miliknya dengan kasar, tidak ada kelembutan. Sedangkan Dola hanya mengerang nikmat, Marvin yang sudah di selimuti nafsunya tidak berhenti, dia melebarkan kaki Dola. Suara desahan memenuhi ruangan tersebut, hanya suara Dola.


1 jam mereka masih melakukannya tapi posisi mereka berganti. Dola yang sudah mendapatkan pelepasannya berkali kali sedangkan  Marvin masih belum mendapatkan pelepasannya masih bergerak dengan kasar, sampai akhirnya Marvin menarik miliknya dan mengeluarkan di perut Dola.


“sangat nikmat pak” kata Dola. Dola memang pernah melakukannya dengan Marvin beberapa kali dan dia harus memancing Marvin dulu.


“keluar” kata Marvin dengan dingin.


“I I ya” kata Dola, iya kaget karna marvin langsung mengusirnya. Dia yang langsung merapikan penampilannya.


“…” Marvin hanya diam, dan sekertaris tersebut kemudian menutup pintu.


Dola berjalan dengan sombong saat keluar dari ruangan Marvin. Dola pun juga mengaku ke keteman-temannya kalau dia dan Marvin adalah kekasih, dan Marvin selalu melakunnyanya dengan Dola. Sehingga karyawan sangat iri dengan Dola. Kalau ada yang mendekati Marvin di kantor Dola akan menghajar perempuan tersebut.


………............


Dreettt..


Marvin langsung mengengkat telponnya.


“tuan kami sudah melaksanakannya, hari ini keberangkatan tuan Aldi ke paris”


“…”


“kami juga punya kabar lain pak, lima hari yang lalu kami melihat pak Lingkar di sebuah café dengan nona Sila, ternyata pak Lingkar dan nona Sila sudah saling mengenal 5 tahun yang lalu”

__ADS_1


“terus awasi”


“baik tuan”


Tut..tutt..


Yah Marvin sudah merencanakan semuanya, mengirim Aldi ke paris dengan alasan mendapatkan beasiswa sebagai rencannaya. Karena Ando akan menitipkan Sila ke Aldi. Semuanya sudah dia susun, hanya untuk dekat


dengan gadis kecilnya. Marvin selalu berfikir kenapa bisa sampai tertarik ah tidak mungkin terobsesi kepada Sila mungkin. Saat pertama kali melihat gadis tersebut.


Cinta? Marvin pun tidak tau perasaannya, hanya saja saat melihat Sila saat itu dia langsung tertrik bukan hanya itu diapun langsung on, pikirnya. Capek dengan pemikirannya Marvin langsung melangkah keluar ruangan dengan wajah dingin untuk menemui para sahabatnya.


……..................


Di tempat lain Sila masih termenung, sambil menghela nafas. Kakaknya hari ini akan ke paris, Sila juga baru ketemu dengan kakaknya seminggu lalu, Sila diajak jalan-jalan bahkan keliling ibu kota. Baru kemarin mereka ketemu kakaknya Aldi  malah harus berpisah lagi, sila dapat kabar kalau sang kakak dapat beasiswa ke paris melanjutkan studinya, dia sangat bangga, tapi kenapa secepat ini, bahkan Sila baru ketemu sama kakaknya.


Saat ini Sila ada didalam mobil bersama Aldi. Ya Sila mengentar Aldi ke bandara, aldi yang melihat adiknya langsung megusap kepala sila.


"nah sudah sampai, ayo turun" kata aldi. kemudian mereka turun menyeret koper  sambil melangkah ke dalam ruang tunggu bandara.


“kak” panggil sila.


"hmm, Sila jangn nagis kakak akan cepat pulang” kata Aldi


“ tapi ini sangat dadakan, kenapa semuanya dadakan” katanya sambil memajukan bibirnya.


Tap…tap..


“maaf abang telat”


“ck, telat teruss”


Buk.. sambil memukul kepala Aldi dengan buku.


“nih buku lo”


“ck maksih, jagain Sila”


“tanpa lo bilang gue akan jagain”


“hihihi, abang dan kakak lucu” mereka berdua langsung noleh. Ah keluarga yang hangat.


Sedangkan Sila yang melihat cekcok itu hanya terkekeh. Sila langsung memeluk Aldi Dan langsung mencium pipi Aldi. Setelah itu aldi juga membalas ciuman pipi sila.


“abang gak pengen cium aku” kata Aldi dengan nada yang dibuat manja. Ando yang jijik langsung memukul lengan Aldi.


“bang sampaikan salam sama papa, dan mama, dama Aldo juga” kata Aldi, Ando ingin menjawab tapi Sila lebih dahulu menjawabnya.


“iya nanti Sila sampaikan” kata Sila


“sana, cepat kak nanti ketinggalan” kata Sila sambil melambaikan tangannya sampai Aldi menghilang.


“ayo, kita pulang”


“bang Sila lapar”


“ya sekalian kita makan”


“kak kita cari yang ada terongnya ya”


“ckk” Ando hanya mengangguk sambil merangkul pundak Sila.


mereka tidak tau kalau sedari tadi ada yang mengawasi bahkan mengabadikan semua momen di bandara.

__ADS_1


Terimakasih telah membaca


like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc


__ADS_2