Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 2


__ADS_3

 Ohh My Little Girl - chapter 2


Sebelum membaca sempatkan like dulu ya jangan lupa comment juga, hanya like doang ko yah yahhh tor sayang sama kalian wkkwwkw muacc


................


Di pagi hari tepatnya di sebuah kamar seorang gadis meringkuk di kasur dengan tengkurap, air liurnya menetes pada mulutnya. Sila namanya, yang sekarang memimpikan dia menjadi cinderella saat pangeran mau menc..…..


“SILAAAA BANGUNNN DIPANGIL BUNDA…” teriak Aldo adik sila yang sudah di depan kamar. Seketika Sila langsung bangun dari tidurnya, Dengan perasaan dongkol dia membuka pintu.


“apaaa…” tanyanya dengan mengucak mata. Aldo yang didepan pintu hanya memutar matanya.


“kak. Sila di panggil abang”


“abang??” beo Sila. Nyawanya masih setengah dalam raganya.


“APAAA ABANG DATANG…?” tannya Sila berteriak.


“iya abang dat….” Aldo tidak menyelesaikan kalimatnya karena Sila langsung berlari ke ruang keluarga. Sila berhenti dan melihat abangnya berdiri membelakanginya. Sila dengan mata berkaca-kaca langsung berlari memeluk abanya Ando.


Ando yang merasa tubuhnya dipeluk langsung tersenyum, karena tau siapa yang memeluknya.


“a a abang…” dengan suara bergetar. Hiks terdengar suara tangisan yang tidak lain adalah tangisan Sila.


Ando langsung membalikan tubuhnya. “hey kenapa menagis” tanya Ando sambil menghapus air mata adiknya dipipi cibinya. Andohanya terkekeh melihat Sila.


“a a abang, kenapa baru pulang? Hiks…..Sila kangen sama abang hisk…”  tanya Sila yang masih menagis.


“hey jangan menagis, abang sudah pulang, jadi jangan menagis lagi” jawab Ando sambil mengusap kepala Sila dengan lembut. Ando sudah biasa dengan sifat Sila yang manja, karena dari dulu Sila selalu Manja kepada Ando dan Aldi.


Aldo yang menyaksikan drama tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Begitu juga pasangan suami istri hanya tersenyum melihat tingkah anak mereka.


“kalian kenapa” tanya Radit sambil tersenyum.

__ADS_1


“ayo, sarapan dulu, ada yang mau papa bicarakan Sila, sama abang juga” ajak Radit yang notabenya kepala keluarga.


Mereka duduk di meja makan saling melepas rindu karena Ando sudah sangat lama tidak pulang hapir 6 tahun Ando berkerja di ibukota tak pernah pulang, kalaupun papa ibunya merindukan Ando merekalah yang harus kekota, karena Ando sama sekali tidak bisa meninggalkan kerjaannya.


Sila mulai sadar kakaknya (Aldi) tidak ada, kurang lengkap menurut Sila.Selesai makan Sila langsung cuci muka, mengingat dia belum cuci muka dan ternyata mukanya sangat kacau. ‘Ahh liur.. sial’ pikir Sila.


Sila yang sudah berpakaian rapi, dan sudah segar. Dia langsung ke ruang keluarga ingin menemui papanya dan abangnya. Sila penasaran apa yang mau di bicarakan papanya dan abangnya.


“apa aku akan di jodohkan” guman Sila. “tidak… tidak boleh, aku belum mau nikah” katanya …


Di ruang keluarga sudah ada Ando dan Radit kepala keluarga. “papa, abang .. ada apa?” merasa di panggil 2 laki-laki itu menoleh.


“sini nak, ada yang papa mau bicarakan” kata papanya, sambil menepuk-nepuk kursi yang berada di sampingnya. “jadi begini Sila, kamukan masih muda….” Papanya tidak melanjutkan perkataannya, dia sangat berat mangatakannya karena Sila, satu-satunya anak perempuannya berat untuk melepaskan.Silanya.


Sedangkan Sila matanya sudah berkaca-kaca memikirkan semua apa yang akan terjadi pandanya ‘apa aku akan di jodohkan?” pikir Sila.


Sedangkan Ando yang melihat mata Sila yang berkaca-kaca hanya terkekeh. “heiii kenapa adik abang, papa belum selesai bicara dengarkan dulu” kata Ando sambil tersenyum.


Radit hanya tersenyum melihat Sila” jangan menangis, papa sangat sakit kalau Sila menagis, papa Cuma mau bilang apa Sila mau ikut abang?” tanya Radit.


“ikut abang ke kota, disana kamu lanjut sekolah ya, umur kamu baru 18 tahun, kamu bisa lanjut kuliah, kamu pintar Sila” timpal Ando.


Dalam hati Sila sangat senang saking senangnya mungkin kalau ini komik di dalam otanknya sudah merayakan dan meloncat-loncat. Tapi lamunan Sila langsung buyar, saat mamanya datang.


Ibunya yang langsung duduk di sebelah Sila langsung mengusap rambut anaknya. Hatinya sangat pedih saat Sila tidak berniat melanjutkan sekolahnya ke jenjang perkuliahan. Hati mana yang tidak sakit kalau anak yang dia banggakan tidak ingin melanjutkan sekolah karena kedua orang tuanya. Ya memang saat itu mereka terkendala ekonomi dan akhirnya Sila memutuskan tidak lanjut kuliah.


“Sila anak mama” sambil mengusap kepala anaknya dan menciumnya. “Sila bisa sekolah lagi, biasa melanjutkan cita-cita Sila lagi” kata mamanya.


“ta tapi Sila…”


“dengar nak abang sudah sukses, abang sudah bisa membiayai kuliah Sila, jadi Sila bisa kuliah ,” kata mamanya dengan suara lembut. Papanya yang ada di samping hanya tersenyum.


“nak dengarkan papa, Sila harus menggapai cita-cita Sila ya, nanti Sila akan berangkat malam ini”  sambil mengusap punggung Sila yang mulai bergetar.

__ADS_1


Sila hanya menunduk, rambut panjangnya dan poninya menutupi wajahnya.


Hiks ….Terdengar suara tangiasn Sila.


“tapi hiks.. apa secepat itu? Apa malam ini juga hiks..?” tanya Sila .


“iya sayang, mama dan papa sudah mempersiapkan semuanya untuk Sila” kata Ando. Sila langsung melihat wajah Ando.


“tapi kenapa, tidak bilang sama Sila dulu, kenapa kenapa dadakan gini, Sila belum siap” kata Sila yang menahan tangisannya.


“Sila tidak mau pisah sama mama papa, siapa yang merawat mama papa, Aldo masih kecil, nanti nanti…..” Sila tidak melanjutkan kata katanya karena langsung di potong sama mamanya.


“Sila sayang dengarkan mama, Sila sayangkan sama mama dan papa” Sila hanya mengannguk, “nah Sila turuti kata kata mama dan papa, kalau Sila harus lanjut sekolah ya” dan Sila hanya menggauk lagi.


“gitu dong anak papa” kata Radit mencium kepala Sila. “ nah sekarang Sila siap siap ya satu jam lagi berangkat” kata mamanya. Untuk kesekian kalinya Sila hanya menggaguk dan langsung berdiri menuju kamarnya.


“mama mau nyusul Sila dulu” kata Nadira mama Sila yang ikut beranjak, manyusul Sila ke kamar.


Setelah Sila pergi.


“eheem, Ando kamu anak papa yang paling tua, papa sangat berterima kasih karena sudah mau membiayai Sila untuk sekolah” kata Radit.


“itu sudah jadi tanggung jawap Ando pa, papa jangan khawatir Ando akan manjaga Sila” kata Ando.


“nak papa pasti khawatir, Sila anak perempuan papa, dan juga kamu jangan melupakan kejadian empat tahun lalu saat kamu membawa Sila, tapi malah Sila kembali ke rumah dengan kacau” kata papanya mengingatkan.


‘OH SHIT…  kenpa aku lupa kejadian itu. Astaga Andoo’ pikir Ando.


Ando hanya mengannguk “Ando tidak lupa papa, maaf kejadian dulu tidak akan terulang,”


“mungkin Sila melupakan kejadian tersebut, karena masih kecil, tapi walaupun seperti itu kamu harus manjaga Sila, papa tau kelakuan kamu di sana, jangan pernah menjerumauskan Sila Ando”  kata Radit dengan tegas.


Ando hanya mengguk. “ kamu siap-siap juga  papa mau melihat Sila sebelum berangkat” ucap sang papa langsung meninggalkan ruang keluarga. Sedangkan Ando masih bergulat dengan pikirannya. Apa yang akan terjadi jika Sila ketemu sama dia, Ando mengutuk dirinya sendiri.

__ADS_1


“ah sudahlah nanti itu biasa di atur” guman Ando, yang beranjak dari kursinya.


.......


__ADS_2