Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 16


__ADS_3

ppart ini menggandung unsur dewasa


Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen, kalau ada yang tiponya maaf ya muacc


.........


Marvin yang sudah sampai di rumah langsung menuju ke menuju ke taman belakang. Karna gadisnya ada disana. saat menuju ke taman kaca Marvin melihat pelayan yang bernama anggi keluar dari rumah kaca, kemudian melangkah mendekati pelayan yang bernama Anggi.


“apa yang lo lakuin disini” kata Marvin dengan nada dingin. Anggi yang kaget karna tuannya ternyata sudah pulang. Dia sangat gugup sekarang seperti ketahuan mencuri.


“saya mencari nona Sila tuan” kata anggi sambil menunduk.


“ini terakhir kalinya lo kesini, jangan peernah injakan kaki di taman ini”


“saya hanya ingin mencari nona Sila tuan, dan tadi sore non Sila sudah tidak keluar dari taman kaca”


“bukan berarti kamu masuk kedalam” geram Marvin.


“maaf tuan, saya ha….” Pelayang itu tidak melanjutkan kata-katanya, karna Marvin langsung memotongnya.


“pergi, dan jangan prnah ke sini lagi kalau masih sayang nyawa” kata Marvin langsung melangkah pergi ke dalam taman kaca.


Anggi hanya diam di tempatnya. ‘sialan awas saja perempuan sialan itu’ gumam anggi, dia kemudian melihat punggung Marvin sudah menjauh.


…......


 


Sedangkan di sebuah gazebo seorang gadis sedang tidur yang masih ditemani oleh seekor kelinci yang mengendus-endus pipi gadis itu dia adalah Sila, tapi Sila sama sekali tidak terganggu dengan endusan itu, Sila malah terkekeh dalam tidurnya.


Sedangkan seorang pria dewasa tidak lain dan tidak bukan adalah Marvin melangkahkan kakinya menuju gazebo, tatapan  tajamnyanya tidak lepas dari sosok yang tertidur di gazebo itu. Langkanya semakin mendekat sampai akhirnya dia melihat gadisnya tertitidur yang di temani oleh kelinci.


“ck” mervin mengumpat dan dalam hati menyumpahi kelinci itu yang berani mengendus pipi gadisnya.


“kelinci sialan, dia milik ku jangan pernah mengendusnya husss” kata Marvin metap tajam kelinci itu, kemudian mengusirnya. Sedangkan kelinci itu langsung melompat dari gazebo, dia masih cinta nyawanya.


Marvin duduk di gazebo, dia melihat wajah polos Sila. “cantik” gumamnya


Kemudian naik kegazebo dan menidurkan badannya dengan menyamping mensejajar wajahnya dengan wajah Sila. Marvin menatap Sila cukup lama, tangannya kini terulur menggapai pipi lembut gadisnya, kemudian ibu jarinya mengusap-usap bibir Sila.


“ahh lembut” kata Marvin saat ibu jarinya mengusap bibir Sila. kemudian Marvin memajukan wajahnya, dann


Cup…


Marvin memberikan kecupan singkat  di bibir Sila, kemudian menarik kembali wajahnya..


“aku ingin meihat senyum mu” kata Marvin sambil menatap bibir Sila, kemudian tangannya pindah ke leher Sila sambil memijit-mijit leher Sila.


“ahh.. miko janagan” guman Sila dalam tidurnya tapi Menurut Marvin itu adalah desahan.  Marvin yang mendengar itu langsung meledak, emosinya belum surut karna ucapan temannya, kini gadisnya meledakan emosinya dengan mendesah nama orang, Ahh Sila tidak bobeh menyebutkan nama orang lain walaupun itu dalam mimpi, pikir Marvin. Tangan Marvin langsung menarik kuat rambut Sila sampai yang embunya terganggu dalam tidurnya.


“ahh sakit..” risngis Sila, dan tangan kecilnya spontan memengang lengan kekar Marvin yang masih pada posisi. Sila yang tidur menyamping sambil memengang lengan kekar perlahan membuka mata, karna terganggu, dan betapa terkejutnya Sila saat matanya yang sudah terbuka langsung bertatapan dengan mata tajam Marvin yang sudah mehan emosinya.

__ADS_1


Sila yang ingin menjauh malah ditarik.


“halo little girl” kata Marvin dengan tatapan tajamnya. Sila yang mendengar itu sangat takut, kenapa laki-laki itu selalu muncul kalau Sila sedang tidur, jeritnya dalam hati.


“ah kau sangat nakal, hmm hukuman apa yang pantas untuk gadis nakal seperti mu” kata Marvin yang kini sangat emosi, tangannya kini menarik rambut belakang Sila dengan kuat, sampai yang punya rambut meringis.


Marvin langsung mengubah posisi dengan menindihi Sila, kemudian mendudukan dirinya di perut Sila. sedangkan Sila yang sudah sadar spontan mendorong Marvin, tapi Marvin sama sekali tidak bergeser seinci pun. Matanya sudah merkaca-kaca.


“l lepaskan...” ucap Sila sambil mendorong paha Marvin. sedangkan Marvin melihat wajah gadisnya yang sedang ketakutan, membuat gairanya naik, dia ingin sekali melahap gadisnya.


“siapa” kata nya dengan dingin, dengan mencengram rahang Sila. Sila memegang lengan Marvin, untuk melepaskannya.


“ssakiit, tolong lepaskan” kata Sila dengan memegang lengan Marvin sambil memukul-mukul lengan kekar itu. Tapi cengkraman itusemakin kuat.. Marvin menatap tajam Sila, sampai yang ditatap tiidak berani melihat mata tajam Marvin.


“katakan siapa dia” ucap Marvin tanpa ekspresi, dan  masih mencengram rahang Sila, sedangkan Sila yang di perlakukan seperti itu


“s s sakit , lepaskan..” kata Sila..


“SIAPA DIA HEH….”  Benak Marvin di depan wajah Sila, sedangkan yang di bentak kini sudah menangis. ini pertama kalinya dia di bentak, bahkan tidak pernah ada yang membentak sila sebelumnya.


“Siapa Miko” kata Marvin menekan nama Miko.  Sila yang kaget karna Marvin menyebutkann nama miko, bingung dari mana Marvin tau miko.


“m mikoo…”karna saking takutnya Sila tidak melanjutkan kalimatnya.


“jawab  little girl” kata Marvin yang kini sudah melepas cengkramannya.


Hikss… tangisan Sila sudah terdengar..


Dengan cekatan Marvin langsung melepas baju yang di kenakan Sila. Sila yang kaget saat bajunya di lepas spontan menutup dadanya yang hanya memakai bra. Tangisan Sila tidak berhenti.


“jangan …” katanya serak . “kembalikan…” kata sila berusaha mengambil bajunya tapi kemudian langsung di buang sembarang oleh Marvin.


Huaaaa…hiks… tangisan Sila semakin menjadi. Saat Marvin mengambil tangannya yang melindungi dadanya. Jantungnya seakan meledak saat melihat Marvin melepas dasinya


“kamu yang memulai little girl” katanya dengan seringai terukir di bibirnya. Marvin kemudian mengambil tangan Sila, kemudian melepas dasinya den mengikatkanya ke tangan Sila, dan diikatkan ke kolom gazebo, dan langsung membuka jasnya dan kemeja yang melekat pada tubuhnya. Sedangkan Sila yang melihat Marvin yang sudah telanjang dada semakin takut.


Hikss…hanya tangisan yang terdengar. Tangan besar Marvin menyapu pipi Sila, menghapus air mata Sila. dia tidak tau apa salahnya, sampai harus seperti ini.


“sstt.. jangan menasis little girl” kata Marvin


Marvin kini tidak lagi menduduki perut Sila, tapi berbaring menyamping dengan siku tangan kirinya sebagai penopang badannya dan tangan kannya mengusap pipi lembut itu. Badan Sila saat ini gemetar, takut. Tangan Marvin kini kemana mana, dan meleset ke belakang pungguung Sila..


Klek Marvin membuka bra sial kemdian menyingkirkannya keatas dada Sila dan kini. Sila? jangan ditanya dia hanya menagis, meminta di lepaskan, berontak pun tidak bisa tangannya sudah di ikat dia ats kepalanya. sedangkan Marvin tidak memperdulikan tangisan Sila badi Marvin tangisan Sila adalah nyanyian untuknya.


“t tolong  lepasin Sila” kanya dengan mengiba.


“hmm, harum” kata Marvin yang kini mengendus-endus leher Sila.


“aahhh….  h enti hkan, sihla  mhon hah” kata Sila susah payah saat Marvin menggit tulang selangka Sila sampai meninggalkan bekas.. Marvin yang gemas mendengar desahan Sila langsung mencium Sila dengan kasar . Menghisap, melumat bibir Sila secara bergantian atas bawah, jangan lupa tangannya sambil meremaas dada Sila dengan kuat. Lidahnya meminta untuk masuk tapi Sila tidak membuka mulutnya.


“mppphhhh….” Desah Sila saat put*** nya di tarik keras. Marvin langsung memasukan lidahnya ke mulut Sila\, melilitkan lidahnya ke lidah Sila.  kaki Marvin menyelinap ke antara paha Sila dan menekan nekkan inti Sila.

__ADS_1


“hmmpp..” desah Sila. jangan tanyakan kondisi Sila seperti apa. Sangat berantakan, tapi menggoda pikir Marvin.


Kemudian Marvin melepaskan ciumannya, dia bisa melihat benang-benang saliva yang masih melekat di antara mulut mereka, dan menjauhkan wajahnya dengan Sila, dan menghapus sisa-sisa ciuman mereka. Marvin melihat wajah gadisnya kini semerah tomat, bibir Sila yang sudah bengkak, dan hanya menutup mata, tapi  berlinangan air mata.


Mata Marvin tertuju pada dada Sila, dan..


“akhh..” jeritnya saat Marvin menghisap kuat dan meremaas dadanya. Kaki Sila menendang nendang meminta di lepaskan.sedangkan Marvin mengecap semua yang bibirnya gapai.


“hmm” gumam Marvin


“ah sakit jangan di gigit” kata Sila menggelengkan kepala, tangannya hanya meremaas dasi yang di ikatkan pada tanganya.


“hiks .. sudahh.. Sila mohon..” kata Sila sambil memohon.


”sudahh..”  Sedangkan  Marvin sama sekali tidak ada niat meninggalkan kegiatannya, hanya tangisan dan suara desahan Sila mengiasi kegiatan mereka.


Beberasaat kemudian …


Hiksss ….


Suara tangisan Sila masih terdengar. Tangan nya sudah di bebesakan oleh Marvin. mereka kini berpelukan dan tubuh mereka kini di tutupi selimut. Marvin hanya tersenyum,


“ dengar” kata Marvin “ tatap mataku little girl” kata Marvin.


Sila kemudian membuka mata dan menatap mata Marvin


“kamu adalah miliku, jangan pernah mendekati atau berdekatan dengan laki-laki mana pun, dan jangan pernah memberikan senyum mu ke laki-laki mana pun selain aku,  apa kamu mengert, hmm” katanya sambil mengusap pipi Sila. Sila hanya menggangguk mendengar kata-kata Marvin


“kalau kamu melanggarnya, kamu akan dapat hukuman little girl dan mungkin lebih dari ini”


Sila hanya mengangguk, tidak sanggup menjawab, suaranya sudah habis karna menagis dan berteriak.


“ingat aku tidak suka di bantah, dan di tolak dan ingat kamu harus membiasakan diri bersama ku, mengerti” hanya anggukan yang di terima marviin sebagai jawaban.


“sekarang kamu jelaskan siapa miko?”ucap Marvin sambil mengelus pipi Sila yang masih basah dengan airmata.


“m m miko…” katanya dengan suara terbata-bata, gemetar dan susah payah di keluarkan dari mulutnya.


“aku tidak suka menunggu” kata Marvin menatap tajam Sila


“m miko kucing Sila di kampung” katanya yang menatap Marvin dengan takut.


Sedangkan Marvin yang mendengar jawaban itu hanya mengedipkan mata, dan langsung mengalihkan pandangannya, kemudian membawa Sila  kedalam pelukannya. sila yang masih menagis hanya menyembunyikan dirinya dalam pelukan pria itu.


“tidur lah, besok kamu mulai bekerja lagi” kata Marvin dengan lembut sambil mengelus kepala gadisnya, walaupun sudah tidur tapi sila masih tersedu-seduh dalam tidur , ah aku harus mengontrol diri lagi pikir marvin.


…..


Terimakasih


dan maaf kalau ada kesalahn

__ADS_1


Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc


__ADS_2