
Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen yaaaa, kalau ada yang tiponya maaf ya muacc
........
Setelah mandi Sila di kamar hanya duduk termenung di atas kasur yang telah menjadi kamarnya. Sila masih syok dengan kejadian yang di alaminya, Sila masih merasakan semua sentuhan Marvin.
Sila juga sangat syok karna banyak bercak merah. Saat mandi Sila menggosok-gosok tanda merah itu tapi tidak bisa hilang.
‘apa kasurnya yang di tempatinya tidur banyak serangga’ itulah yang di pikirkan Sila saat melihat bercak-bercak merah di sekitar dadanya dan lehernya. Padalahal itu adalah bekas kissmark yang diberikan Marvin. Bahkan dia mengoleskan salep pada kulitnya.
Klekk
Suara pintu terbuka, Sila langsung menegok dan melihat orang itu yang tidak lain adalah Marvin. Mata Sila hampir keluar saat melihat Marvin saat ini.
“kenapa tidak turun” katanya sambil mendekati Sila.
“Sila masih kenyang” kata Sila. dia sangat gugup saat melihat Marvin yang bertelanjang dada memperlihatkan badan atletis Marvin yang kekar, Sila bisa melihat pahatan roti sobek, melihat rambut pria itu basah dan mentes di sekitar badan Marvin dan melihat pria itu hanya mengenakan celana yang sedikit melorot memperlihatkan dalamannya. ‘seksi’ itulah yang ada dalam pikiran Sila.
Marvin yang melihat Sila tengah memperhatikannya langsung menyeringai karna tau isi pikiran gadisnya.
“apa aku sangat menggairahkan” kata Marvin yang sudah di hadapan Sila.
Sila yang kaget saat Marvin sudah ada didepannya.
“a.a kuu….” Sila tidak bisa melanjutkan kata-katanya saking gugupnya, malah langsung membuang mukanya.
“jangan melihat ku seperti itu, kau sangat menggoda” kata Marvin sambil menjejepit dagu Sila dan kemudian mengangkat wajah Sila.
“Sila ** tidak pp pernah menggoda” katanya dengan mata tertutup saat wajanya di angkat.
Kini wajah Sila memerah menahan malu dan gugup plus takut. Marvin memperhatikan wajah Sila..
“tapi kau menggodaku” kata Marvin semakin mendekatkan tubuhnya mendesak Sila.
“t tapi Sila tidak” katanya
“kau menggodaku little girl, dan sekarang kau memutup mata minta di cumbu” Sila yang mendengar kata Marvin langsung membuka mata. Tiba-tiba tangan Marvin mencengram rahang Sila.
Karna cengraman itu terlalu kuat, Sila spontan memengang lengan kekear Marvin.
“ss sakit…” katanya sambil manatap mata Marvin.
“kenapa tidak turun untuk sarapan?” tanya Marvin dengan wajah datar, yang sudah mensejajarkan wajahnya dengan Sila. Karna merasa wajahnya sangat dekat dengan Marvin spontan menjauhkan wajahnya, tapi malah di tahan Marvin.
“Sila masih kenyang” jawabnya sambil mengalihkan matanya.
“jagan pernah mengalihkan mata cantikmu jika bicara denganku” kata Marvin sambil mengikis jarak wajahnya dengan Sila.
Sila langsung menatap Marvin, dan melihat pria dewasa itu mendekatkan wajanya. Sila melihat mata Marvin, yang melihat bibirnya dengan intens. Sila merasakan nafas Marvin yang berbau mint.
Saat Marvin mulai menutup mata, tapi dia kaget karna ada tangan kecil yang menghalangi bibirnya. Kemudian melihat mata Sila, tanagan Marvin ingin menyingkirkan tangan kecil Sila.
“jangan …”
“apa” kaya Marvin dengan tanya.
“jangan cium…” katanya sambil menatap Marvin.
“tapi aku ingin”
__ADS_1
“tapi Sila tidak mau”
“kenapa?” tanyanya
“b b bibir Sila sakit” kata Sila sepenuhnya tidak berbohong.
"hari ini aku membiarkanmu tapi lain kali jangan harap" desis Marvvin di depan wajah sila
"aku tidak suka di tolak, kau harus membiasakan diri denganku, mengerti" katanya dengan wajah dingin
"..." sila tidak menjawab, dan marvin mencengkram kuar rahang sila. "dan aku tidak suka kalau tidak di jawab" katanya menekan semua kalimatnya.
"ii iya sila mengerti" cicit Silla
Marvin yang mendengar itu langsung menjauhkan wajahnya. Sedangkan Sila menghela nafas syukur.
“kalau begitu cepat turun dan sarapan” kata Marvin
“tapi Sila masih kenyang” mavin yang mendengar itu kesal.
“kamu turun dan makan, atau aku yang memakan bibirmu” kayanya “oh atau kau ingin melanjutkan kegiatan panas kita”
“…” Sila hanya menggelengkan kepalanya.
“kalau begitu cepatlah turun, kamu belum sarapan” Sila langsung menggaguk sebagai jawaban, dia tidak ingin laki-laki itu menciumnya lagi. Membayakannya saja jantung Sila sangat deg degkan....
“ayo ” ajak Marvin sambil menarik tangan Sila sambil membimbing Sila keluar kamar.
Sebenarnya Sila sangat lapar, karna dari malam dia tidak makan. Sila Cuma tidak ingin ketemu dengan Marvin, dia masih syok dengan semua kejadian yang di alaminya. Syok kkarna dia ketemu dengan laki-laki yang berna nama Marvin, syok karna abangnya menitipkannya pada Marvin, dan sangat syok karna dia tinggal di rumah ini bersama laki-laki mesum itu.
“kamu turun lah bentar aku nyusul” kata Marvin melangkah meninggalkan Sila di depan pintu kamar.
Kini sila duduk di ruangan makan, Sila yang sedang makan, ahh tidak makan tapi hanya mengaduk aduk makannannya, Sila sangat tidak bernafsu untuk makan.
“non Silahkan” kata pelayan itu.
“terima kasih”katanya sambil tersenyum.
Tap…Tap.. tap..
Suara langkah kaki terdengar, tubuh Sila lagsung menegang. Kemudian terdengar suara tarikan kursi. Sreeetttt…kemudian marvin dudk di seblah sila.
“kenapa tidak memakannya?” tanya Marvin, Sila langsung menoleh, melihat Marvin yang sudah memakai setelan jas. mungkin akan pergi, pikir Sila.
“s Sila sudah makan” katanya gugup, Kemudian mengalihkan wajahnya.Sila tidak berani menatap Marvin, dia hanya menunduk menatap piringnya.
“benarkah” kata Marvin sambil melihat Sila yang menunduk. “hmm” guman Marvin dengan tangan menyentuh rambut Sila, kemudian di selipkan ke telinganya. Sedangkan Sila hanya menunduk dan melihat jari-jemarinya yang
sedang mremas ujung bajunya.
“I iiya”kata Sila yakin.
“aku tidak suka jika orang berbohong” kata Marvin dengan wajah yang datar, yang kini menyelipkan jari-jemarinya ke belakang leher Sila.
“Sila, tidak bohong, Sila sudah makan, kalau tidak percaya, tanya saja dengan orang disini” Marvin yang mendengar itu hanya memasang wajah datar.
Marvin hanya menghela nafas, mendengar jawaban Sila. Marvin sendiri tau kalau gadis itu belum makan, bahkan dari kemarin malam.
“bagus” sambil megusap wajah Sila.
__ADS_1
Mendengar itu Sila langsung berdiri, segera menjauh dari Marvin, kalau bisa tidak berdekatan dengan laki-laki itu.
Bukkk ….
“aaaaaa…..”teriak Sila merasakan tangannya ditarik paksa.
Marvin tiba tiba menarik tangan Sila, sapai akhirnya duduk di pagkuan Marvin. Sila yang berada di pangkuan Marvin langsung minta diturunkan.
“l lepaskan” kata Sila. Sila saat ini sangat malu.
“kamu mau kemana” tanya Marvin mengeratkan pelukannya.
“Sila mau kerja” sambil berontak untuk turun dari pangkuan Marvin. sedangkan Marvin hanya memeluk erat pinggang Sila, nafasnya sudah berat.
“sshhtt, kamu jangan bergerak” kata Marvin sambil menahan desahannya.
Sila yang di perlakukan seperti itu, ingin melepaskan diri tapi tanagn Marvin sangat erat, belum lagi para pelayan yang ada di sekitar mereka, Sila sangat malu, walaupun pelayan-pelayan itu hanya menunduk, tapi Sila tetap malu.
Marvin yang tau kalau Sila sedang malu karna pada pelayan, langsung memberikan kode kepada pelayan untuk pergi.
“ahhh.. sudah jangan malu sudah tidak ada yang melihat, dan kita liat hukuman apa yang pantas untuk gadis pembohong seeprtimu” kata Marvin yang sudah menjilati telinga Sila. sedangkan yang diperlakukan seperti itu hanya meremaas jas marvin.
“ahhh… lepass kahhan” katanya sambil meremaas jas Marvin. matanya suudah berkaca-kaca.
“little girl kau merasakannya, dia sudah sangat keras” kata Marvin sambil menekan pinggang Sila dan mremasnya dengan kuat.
Ya Sila sangat kaget, Sila bisa merasakan milik Marvin yang sudah sangat keras menggesek pantatnya walaupun masih dihalangi kain. Sedangkan Marvin masih menghisap, melumat leher Sila, sampai menimbul kan tanda merah di lehernya.
“ahhh…” Sila mendesah dan meremaas jas Marvin. Dia bingung kkenapa suara itu selalu keluar dari mulutnya. Sila hanya pasrah saat ini.
Ploppp.…
Suara terdengar saat mervin melepas ciumannya di leher Sila. Marvin yang melihat itu sangat bangga. Kemudian mengangkat Sila dan langsung mendudukannya di kursi yang di tempai Marvin.
“makanlah, aku tau kamu tidak makan dari malam” Sila hanya menggangguk sebagai jawaban.
“dan kamu tidak usah masuk kerja hari ini” perintahnya mutlak. Sila yang mendengar itu langsung menoleh meminta pennjelasan. Marvin yang melihat itu kemudian mendekati telinga Sila.
“ahh apa kamu tidak tau siapa aku” kanya sambil berbisik “marvin Levin Pradipta, dan ingat baik-baik” Sila mendengar itu sangat kaget karna nama itu adalah nama bosnya.
“kkamuu…” ucapya tapi tidak sanggup meneruskan kalimatnya.
“yaa tentu….” Jawabnya ambiguu, sambil memberikan senyum, yang menurut sila menakutkan.
“turuti perintah ku, aku tidak suka kalau di bantah, dan tentu saja kau akan mendapat hukuman jika kau membantah” katanya sambil merapikan jasnya yang sudah kusut, karna ulah tangan kecil gadisnya.
“aku mau pergi” dan
Cup.... kecupan ringan di bibir Sila sekilas.
Sedangkan Sila hanya termenung ria di kursinya, mencerna apa yang terjadi, apa ini takdir, atau sebuah kebetulan, sahabat abangnya, kemudian tinggal dirumahnya, dan kali ini bosnya…..
“asstagaaa” kata Sila...
……..
Terimakasih
Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc
__ADS_1