
Prat ini mengandung unsur dewasa
Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen, kalau ada yang tiponya maaf ya muacc
……..
Dalam perjalannan visa tidak henti-hentinya menghela nafas, dan sesekali melirik Sila yang hanya termenung. Kepalanya ingin pecah, melihat Sila hanya melamun dan diam, walaupun emang Sila pendiam, tapi ini sangat pendiam tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya saat masuk mobil.
Cit…
“sudah sampai” kata visa memecah keheningan, Sila yang mendengar itu langsung keluar mobil.
“makasih” sambil tersenyum
“lo gakpapa kan?” tanya visa
“iya, Sila gakpapa kok, visa pulang aja, udah malam, hmm…hati-hati ya” kata Sila sambil melambai sambil tersenyum. Kini Sila menatap gerbang yang sangat tinggi, kemudian melihat bodyguard ke arah pintu grbang kemudian membukakan Sila gerang.
“terimakasih “ kata Sila sambil tersenyum, bodyguard yang melihat itu langsung menunduk. Sila kemudian melangkah masuk dan melangkah masuk kedalam rumah. Saat Sila membuka pintu....
“sepi” kata Sila melihat sekeliling rumah, ia kemudian melihat jam “masih jam 11, hmm .. lama jugaya keluarnya” kayanya pada dirinya sendiri. "kemana semua orang, apa pak bili tidak ada" katanya kepada dirinya sendiri.
kemudian melangkah ke lantai dua menuju kamarnya dia bersyukur Marvin belum pulang, itulah yang dipikirkan Sila.
Sila membuka kamarnya yang masih gelap terus menguncuinya dan menyalakan lampu. Saat berbalik..
“Aaaaaaaa….” Teriak Sila karna kaget, kaget karna tiba-tiba ada orang di depannya, kaget karna Marvin kini didepannya.
Bukk..
Punggung Sila berbenturan dengan pintu kamarnya, bukan karna dorongan tapi karna kaget dan spontan mundur.
“dari mana” tanya Marvin dengan wajah datar sambil menatap tajam Sila, dan sudah berada di depan Sila. Marvin masih mengingat ah bukan sangat mengingat semua detail apa yang dia lihat, membuat Marvin meledak-ledak.
“s s sila d dari luar” kata Sila dengan terbata-bata.
“sama siapa” tanya Marvin, yang masih menahan emosinya.
“sama visa”
“little girl jangan pernah bohong, kamu sudah tau hukuman apa yang cocok untuk gadis pembohong” kata Marvin kini mekis jarak dengan Sila, kini tangan Marvin menyapu pipi lembut Sila.
Sila yang mendengar dan mendapat perlakuan seperti itu sangat takut.
“dari mana” ulang Marvin dengan menatap lurus mata Sila, sedangkan yang ditatap mengalihkan pandangannya melihat ujung kakinya. Marvin yang kini sudah mensejajarkan wajahnya dengan Sila, bahkan hidung mereka bersentuhan. Sila bisa merasakan nafas Marvin yang menerpa wajahnya.
“aku tidak suka mengulang pertanyaan ku Sila, jawab darimana” katanya dengan menekan semua kalimatnya. Matanya tajam Marvin masih setia menatap Sila, tapi Sila hanya menunduk.
__ADS_1
“s s Sila d dari luar, j jalan-jalan d dengan visa” jawab Sila dengan gugup dan takut, ia tidak berani menatap Marvin, ia hanya menunduk.
“jalan-jalan apa yag sampai jam seini, hmm…” kata Marvin menguap-usap pipi Sila.
“i..iitu Sila…” saat ini Sila sagat takut dan gugup, bahkan kakinya sampai gemetar.
“aku tidak suka berbelit-belit” kata Marvin langsung memotong omongan Sila. “tatap aku little girl” kata Marvin menempelkan dahinya dengan Sila, Marvin mati-matian menahan emosinya.
Sila langsung menatap Marvin, sesaat tatapan mereka bertemu tapi tidak lama karna Marvin langsung memutus tatapannya dan melihat bibir Sila.
“apa senikmat itu hmm, sampai kau tidak menolaknya, apa ciumannya senikmat itu” kata Marvin yang masih menatap intens bibir Sila “apa semua peringatanku tidak kamu dengarkan little girl”
“hmmm…” kata Marvin yang sudah sangat emosi. Ia masih mengingat jelas Sila tidak berontak bahkan Sila menerima ciuman itu. Sedangkan Sila kaget dengan kata-kata Marvin, apa Marvin melihatnya itulah yang dipikirkan Sila.
Tapi Sila tidak menjawab pertanyaan Marvin ia masih setia menatap Marvin dengan mengingat kejadiaan yang ia alami di club itu.
“JAWABB HEH” teriak mavin di depan Sila, sedangkan Sila sangat kaget karna teriakan Marvin.
Buk..buk..bukk….
“APA SEMUA KATA-KATA KU KAU ANGGAP ANGIN, HEH” teriak Marvin denag memukul pintu tepat disamping wajah Sila.
“s saakit, uhh hiks…” kata Sila langsung memegang tangan Marvin. Sila sudah menagis entah sejak kapan. Sedangkan Marvin hanya menatap dingin Sila, ia sangat tiak menyukai kalau miliknya di sentuh oleh orang lain.
“aku sudah memperingatimu, tapi kau tidak mendengarkan semua” kata Marvin yang sudah menjauhkan wajahnya tapi tangannya masih mencengram rahang Sila. tangan kecil Sila sudah memukul-mukul lengan Marvin.
“apa yang kamu lakukan di club itu, mencari kesenangan huh?” tanya Marvin tepat di depan wajah Sila.
“ t tidak, maaf .. hiks Sila minta maaf.. l lepaskan s sila, ini sakit” kata Sila sambil memukul lengan Marvin, dengan air matanya yang sudah keluar.
Saat Sila melakukan perlawanan dengan berontak, ia tiba-tiba merasakan bibirnya dibumkam. Ya Marvin menciumnya, bukan lembut tapi kasar.
Dengan kasar Marvin mecium Sila, melumat dan menghisap bibir Sila, ia bahkan sudah kehilangan akalnya saat menempelkan bibirnya dengan bibir Sila. Marvin menghisap kuat bibir Sila, sambil menjilati meminta akses masuk kedalam mulut Sila, tapi Sila sama sekali tidak membuka mulutnya.
“ahhh…” desah Sila saat tangan Marvin meremaas kuat dada Sila. Marvin langsung memasulan lidahnya kedalam mulut Sila.
Sedangkan Sila sedari tadi memukul dan dan mendorong dada bidang Marvin tapi Marvin samasekali tidak bergeser, buat Marvin pukulan Sila adalah gigitan.
Marvin sudah mengikis jarak, ia melektakan tangannya di pinggul Sila dan menarik pinggul Sila, sedangkan tanagn lainnya menarik rambut Sila kebelakang, agar ia bisa leluasa mengeksplor mulut Sila.
“hmmppphh…” desah Sila saat Marvin memperdalam ciumannya. Bahkan kepala Marvin kekiri kekanan, karna
menikmati ciumannya. Marvin merasakan Sila yang sudah sesak nafas, langsung menjauhkannya wajahnya.
__ADS_1
Sila? ia mengambil nafas sebanyak-banyaknya kedua tangannya memegang lengan kekar Marvin.
“hikss.. s sudah, Sila moho ahhh….” Sila tidak menyelesaikan kata-katanya karna Marvin langsung mermaas kuat dadanya. Entah sejak kapan tangan Marvin sudah berada dalam bajunya.
“ahhh..” desah Sila, ia bisa merasakan telapak tangan Marvin yang besar meremaas dadanya.
“niknmat hmm…” Marvin menghimpit badan Sila dengan badannya, dengan tangan masih meremaas dada Sila .
“ahhhh.. uhh .. jangan di.. remashh, hiks,,” katanya sambil mengang tangan Marvin untuk dilepaskan.
“hmm…” hanya gumaan Marvin yang Sila dengar. “aku sudah memperingatimu, tapi kamu selalu membantah” kemudian mengangkat
“s sudaah ahhh. saakit” susah payah Sila ingin mengatakan sesuatu.
“tidak little girl, kita selesaikan hukumanmu dulu” kata Marvin.
Perlahan Marvin mendekatkan kembali wajahnya mengecup setia bagian yang ia jangkau. Pipi, leher, pundak, bukan hanya mengecup tapi menggigit-gigit kecil.
“ahh sakitt” kata Sila, mendorong pundak Marvin. tapi Marvin malah semakin gencar melakukan aksinya.
Sampai akhirnya Sila merasakan badan Marvin menjauh, tapi sesaat kemudian Marvin menaikan baju Sila sampai memperlihatkan dadanya yang masih terbungkus bra. Marvin yang melihat itu langsung meremasnya.
“s Silah mohonh..” susah payah Sila mengatakan sesuatu
“yahh memohonlah little girl” kata Marvin masih meremaas dada Sila, “aku sangat suka kalau kau memohon, kau tau saat ini kau sangat menggairahkan” kata Marvin menjilati pipi Sila yang berair.
Sila yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala.
Puk…
Marvin mengangkat bra Sila ke atas dada Sila, sampai memperlihatkan dada Sila yang polos. Spontan Sila menutupi dadanya, tapi kedua tangannya langsung di satukan ke atas kepalannya.
“ jjangan s Sila mohon.. hikss..” “huaaaa, lepassskan bukk.. bukk ..” kata Sila sambil menendang-nendang kaki Marvin, tapi hanya sesaat karna Marvin dengan cekatan mengunci kaki Sila. walau pun dengan posisi berdiri tapi Marvin sudah berpengalaman.
“hmm, aku sudah memperingatimu, tapi …” Marvin tidak melanjutkan kata-katnya. Karna.. melihat Sila yang sangat menggairahkan dan melanjutkan cumbuannya
“kita selesaikan hukuman mu little girl” kata marvin sambil tersenyum dan sila hanya menggelengkan kepala....
Bersambung
Terimakasih
Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc
__ADS_1