Ohh My Little Girl

Ohh My Little Girl
chapter 3


__ADS_3

Sempatkan Like dan Comment ya dulu ya jangan lupa comment juga,  sayang sama kalian wkkwwkw muacc


supaya tambah semangat


......


Sila yang sudah ada di mobil hanya menatap ke jendela saja. Sebenarnya kalau boleh jujur Sila sangat senang, dia sedih karna meninggalkan orang tuanya. Tapi papa mamanya memaksa, Sila nurut aja.


"Sila ayok turun udah sampai" sambil mengguncang bahu Sila.


"hmmm bang..." igau Sila. Akhirnya Ando menggendong Sila menuju apartemennya. Sesampainya di apartennya, Ando langsung kekamar membaringkan Sila, Ando duduk mengamati wajah adiknya yang polos. Ado menyingkir kan halaian rambut di pipi Sila.


****Drettt... dreeet ** **..


"ya.."


"....."


"di apartemen, ada apa?"


"...."


"hmm, gue kesana"


Tutt... tut..


"cantik" guman Ando sambil terkekeh.


Dia langsung kekamarnya sambil memikirkan apa yang akan terjadi jika Sila dan dia ketemu.


Di tempat lain


"hey babe" sapa steven.


"ck minggir, dan jangan pernah katakan itu lagi. dimana Lingkar?" kata Ando.


Stev hanya mengalihkan mataya sebagai petunjuk, dan Ando langsung kearah ruangan tersebut.


'ahhh.... Tussss yesss... ohhhcc ya sanyang..'


Ando yang didepan pintu tersebut bisa mendengar apa yang terjadi didalam ruang tersebut. Dia hanya menghela nafas dan langsung membuka pintu tersebut. Sedangkan yang bergulat mengeram marah karna terganggu.


"SIAPAA..." tanya laki-laki tersebut dengan berteriak, dan menghentikan aktifitasnya. Ando yang sadar ternyata yang ada diruangan tersebut buka Lingkar melainkan Marvin, langsung menoleh kebelakang.


"maaf salah kamar" langsung menutup pintu dan meninggalakan kedua sejoli tersebut.


"ckk" Marvin langsung mencabut miliknya, nafsunya sudah hilang entah kemana. Sambil memakai baju dan celananya menggambil cek dalam dompetnya dan menuliskan nominal dan memberikan ke pada jalang tersebut.


"apa maksud kamu ?" tanya erempuan tersebut.

__ADS_1


"itu bayaran lo" jawab Marvin sambil memai bajunya.


"tapi kita adalah kekasih, aku tidak ingin, aku bukan jalang" kata perempuan tersebut. Marvin yang mendengan pernyataan tersebut emosinya langsung tersulut dan langsung mencengkram rahang perempuan tersebut.


" ingat Sara, dimata gue lo adalah jalang, jangan kira gue gak tau apa yang lo lakukan dengan para sahabatku, dan jangan pernah berharap lo akan menjadi kekasihku" melepas kasar tangannya, dan langsung keluar.


BRRRAK...


Bantingan suara pintu sangat keras, sampai perempuan yang namanya Sara itu kaget.


"sialll,sialan..." katanya.Sedangkan dimeja bar Leo, sterven dan Alex tertawa terbahak-bahahak melihat Marvin yang berantakan, di susul oleh Ando di belakang Marvin.


"sialan lo" kala Marvin memberikan umpatan tersebut kepada steven.


"gimana Sara, rapat gak?" kata Leo sambil minum vodka


."longgar" jawab Marvin singkat.


**Ahahhaha.... **


Gelak tawa memenuhi meja bar tersebut. Mereka semua sudah merasakan Sara, mereka kira Sara adalah gadis polos tapi ck, mukanya saja yang polos.


"kapan lo akan berangkat" tanya Marvin kepada Ando.


"tiga bulan lagi, gue mau ngurus adik gue dulu, sebelum berangkat" jawab Ando.


"adik gue kuliah tahun ini, gue mau ngurus dulu perlengkapan kuliahnya sebeum berangkat"


"kuliah,bukannya perkuliah udah dimulai 3 bulaln lalu!" kata Leo. Ando langsung berhenti minum dan menoleh ke arah Leo.


'ohhh tuhan kemana otak cerdas mu Ando' pikir Ando.


Ahahah...


Gelak tawa memenuhi meja bar lagi."ck, lo kayak gak perah kuliah aja" kata Marvin.


"gue lupa, gue sangat sayang sama adik gue" katanya.


"hahhh..." Ando menghela nafas.


"bima pesanin gue jalang" kata Ando.


"asiiiapppp" kata bima.Para sahabatnya hanya menggeleng kepala.


"gue cabut" kata Marvin.


"kemana?" kata Alex. Tapi pertanyaanalek tidak di gubris.


"brengsek" katanya. Hahahha suara gelak tawa di meja bar.

__ADS_1


Ditempat parkir, Marvin langsung masuk kedalam mobil mewahnya dan langsung menancap gas. Dia masih kesal sama kelakuan sahabatnya. Dalam perjalanan dia melihat hpnya menyala dan muncul nama 'MOMMY' dia menghela nafas dan mematikan hpnya, biarlah saat ini dia bersantai, tanpa diganggu mommynya.


"ohh shitt" sambil mengambil hapnya dan mencari nama Ando.


Tuuut...tuttt


"do, dokumen sama leptop sudah lo baawa kekantor belum?"


"...."


"oke"


Tut tut tut


Marvin langsung belok kearah apartemen Ando.


Pip..pip..pip


Marvin yang sudah sampai di apartemen Ando langsung memasukan sandi, dan membuka pintu dan melangkah menuju ruang kerja Ando.


"ck" umpatnya.


Kalau bukan karna proyek yang harganya triliunan, dia tidak akan capek2 ke apartemen Ando, pikirnya. Setelah membuka ruang kerja Ando, dia langsung ke mencari dokumen dan leptop kerja.


"hmmm" Marvin langsung berhenti dan menoleh ke sumber suara. Dia meliaht ke arah ranjang yang lumayan besar dan melihat seseorang tertidur pulas yang tidak lain adalah Sila.


'oh shit' umpatnya karna rok Sila memperlihatkan paha mulusnya. Marvin pun mendekat sampai akhirnya duduk di pinggir kasur tersebut. Dia melihat gadis itu megerutkan dahinya mungkin mimpi, pikirnya.


Marvin bisa melihat dengan jelas paha Sila dan lehernya, dia mengamati wajah mungil Sila, hidung tidak terlalu macung tapi tidak pekes, pipinya halus, ohh bibirnya sedikit terbuka dan sedikit basah, kini pikiran Marvin sudah kemana-mana.


Oh tidak adiknya mulai bangun, bahaya kalau dia terlalu lama disini. Marvin pun berdiri dan melangkah empat langkah, lima langkah dia berhenti dan kembali keranjang tersebut.Dia berjalan sambil melepas kancing kemejanya, dan menaiki ranjang tersebut.dia sudah mengangkangi Sila yang sudah di bawahnya, nafasnya sudah berat.


Sikunya dijadikan tumpuan agar tidak terlalu menindihi tubuh Sila yang kecil, dia mengamati wajah Sila bahkan hidungnya sudah menyentuh hidung Sila, nafasnya mulai berat, Marvin mengangkat wajahnya sedikit karna merasakan pergerakan Sila.


Dia melihat bibir Sila yang sedikit terbuka. Tanpa babibu dia langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Sila, manis itulah dalam pikirannya. Marvin mencium Sila dengan lembut lalu semakin mengecap melumat dan menghisap bibir tersebut, 'oh ini akan menjadi candunya' pirir Marvin.


Dia terus melumat dan mengshisap, tangannya sudah kemana-mana. SedangkanSila merasakan ada yang **** dan memainkan bibirnya tapi matanya sangat berat.


"hnnn, ahhh" Sila mendesahdalam tidurnya saat lidah Marvin suudah masuk kedalam mulutnya, Marvin menekan-nekan selangkangan Sila.


"ahh" desah Sila, dia tidak pernah berciuman dengan orang tidur tapi dia sangat bernafsu.


Marvin menghentikan ciumnanya dan melihat wajah Sila,"apa yang lo lakuin ke gue" sambil melihat bibir Sila yang bengkak. Dia mengarahkan dua jarinya kedalam mulut Sila dan memasukannya kedalam mulut Sila, menekan lidah Sila ohh ini baru jarinya saja tapi sudah nikmat. Sila yang merasa mulutnya di obrakabrik perlahan membukamata.


"hhmmmm" desah Marvin saat miliknya bergesekan dengan milik Sila yang hanya dibatasi kain. Marvin yang masih mengobrak abrik mulut Sila, sampai akhirny Marvin menjepit lidah Sila kemudian mengelurakannya sedikit dan langsung menghisapnya tanpa ampun.


Terimakasih,


like ya  dan comment ya****dulu ya jangan lupa comment juga\,

__ADS_1


__ADS_2