
perhatian part ini ada unsur dewasa jadi dosa tanggung sendiri ...
Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen, kalau ada yang tiponya maaf ya muacc
........
Marvin berjalan mendekati Sila, kemudian naik kekasur itu. Berbaring di samping gadisnya. Mengamati wajah Sila dengan intens. Wajah damai yang selalu menghantuinya saat pertama kali melihatnya.
“ah maaf karna tidak menyambutmu little girl” kata Marvin sambil mengusap pipi, kemudian usapan itu turun ke bibir. Marvin yang melihat itu spontan menjilati bibirnya.
‘astaga’ katanya dia melirik kebawah dan melihat miliknya sudah sangat tengang, hanya melihat bibir gadisnya.
“mungkin bermain sedikit tidak apa-apa, hn sebagai sambutan” sambil menyeringai. Kini Marvin sudah mencium-cium wajah Sila. dia membuka kaki Sila dan sudah diantara berada di antara kaki Sila. Marvin kemudian merendahkan badannya, dan mencari posisi yang nyaman.
Menjadikan sikunya sebagai tumpuan agar tidak menindihi Sila. mengamati wajah gadisnya, dan bibir Sila. Setelah cukup lama mengamati bibir Sila, Marvin tidak tahan dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir Sila sebelum akhrnya melumat dan menghisap bibir Sila dengan kasar dan liar.
“hhmm”.. desah Marvin sambil menekan-nekan pinggulnya. sambil melepaskan satu persatu kancing bajunya.
Menghisap, melumat bibir Sila dan memasukan lidahnya ke mulut Sila, mengabsen semua gigi Sila. ciumannya kemudian turnun kerahang dan pundak Sila, tangannya sudah meraba-raba perut Sila, dan entah sejak kapan semua kancing baju Sila terbuka. Marvin sangat kaget karna Sila tidak memakai bra. Melihat dada Sila, darahnya berdesir..
“kecil\, tapi pas di tangan” kata Marvin\, kemudian merem*s dada Sila. kemudian marvin mencium dan menghisap kuat leher dan pundak sila. sambil merem*s kuat dada Sila.
“ahhh…” desah Sila dengan mata tertutup.
Sila yang merasa terganggu, perlahan membuka mata.
“ahh..” Sila spotang mendesah saat tangan tersebut memijit-mijit dadanya, dan betapa kagetnya dia saat orang yang dikenalnya, lebih tepatnya orang yang menciumnya di hotol kini sedang ada di hadapannya, dan sekarang orang tersebut melihatnya sambil menyeringai.
“hmm kahh uhh” kata Sila menahan desahannya agar tidak keluar. Tangan kecilnya berusaha mendorong Marvin tapi usahanya sia-sia. marvin malah merem*s kuaat kedua benda kenyal itu dan bermain main.
"ahhh..."desah sila. ia memengang tangan marvin yang sedang megang dadanya, untuk di singkirkan.
“hello little girrll” syokk itulah yang dirasakan Sila. Sila yang berusaha menahan tangan Marvin tapi sia-sia.
“mmpphhh…” Sila menggeliat saat Marvin tiba-tiba menekan pinggulnya bergesakan dengan inti sila. Sila memejamkan matanya, sambil mendoronga Marvin. sedangkan marvin malah gencar meneka-nekan pinggulnya untuk mencari kenikmatan.
“mmph lelh pas kanss” ucap Sila susah payah. Kekuatanya sudah habis melawan laki-laki itu. Marvin yang melihat Sila sudah pasrah hanya bisa *** bantal dan lengan marvin denga mata tertutup, bukannya berhenti tapi malah membangkitkan gairanya.
kemudian marvin langsung melumat dan menghisap kuat bibir sila, dan turun keragannga kemudian keleher, dan mnghisapnya kuat sampai meninggalkan bekas.
sedangkan sila hanya menagis. setelah dirasa sudah cukup.
Marvin kemudian mencium Sila dengan lembut, bahkan sangat lembut, seakan bibir itu sangat rapuh. Kemudian melepasnya dan mengerahkan bibirnya ke leher Sila.
“jangan menangis little girl” ucap Marvin, yang masih menghisap leher Sila dengan kuat. kedua tangan Marvin sudah meninggalkan dada Sila, dan kini memeluk erat gadisnya. bahkan dada telanjang mereka sampai menempel.
“aaa ku bukna little girl” katanya lemas.
Sila kemudianmenjauh dan menutupi dadanya dengan tangannya.
“janagn menagis, aku hanya menyambut gadisku” kata Marvin yang sudah berhenti dari kegiatannya. Sila bersyukur karna laki-laki itu sudah berhenti, tapi masih memeluk tubuh Sila.
‘menyambut? menyambut apa , kalau pun ini sambutan kenapa harus seperti ini’ pikir Sila
“tidurlah” kata Marvin. Sila yang memang sudah lemas hanya menurut, tidak ingin melawan dan mencari aman.
__ADS_1
Sedangkaan Marvin hanya menahan gairahnya. Dia tidak ingin menyakiti gadisnya. Melihat gadisnya sudah tidur, Marvin pun menyusul Sila tidur.
……………..
Dreeett….Dreeett… Dreeet..
Dering handphone sama sekali tidak megusik orang itu dalam tidurnya, bukannya mencari untuk di matikan tapi malah memeluk bantal gulingnya dan masih setia memejamkan matanya
“hmmm” igaunya, “panas” gumamnya dengan mata tetutup. Mata itu sangat berat untuk dibuka, masih asik dengan mimpinya, tiba-tiba mengusapkan wajahnya ke bantal itu.
“akhhh” suara itu samar samar terdengar di telinganya. ‘anehh’ pikirnya tapi dia sangat malas membuka matanya. Tapi malah mengeratkan pelukannya“hangat, nyaman” itulah yang di rasakan seorang gadis tidak lain adalah Sila. dia mencari posisi yang nyaman untuk tidurnya, memeluk erat bantal gulingnya.
“sssttt ahhh” suara itu terdengar lagi.
‘ada yang aneh’ pikirnya, matanya yang perlahan terbuka, dan samar-samar melihat apa yang di depannya. Ternyata bantal gulingnya bisa memeluknya……
‘bantal guling, ehh bukan ini bukan bantal guling tunggu’ pikirnya, saat Sila yang ingin melepas pelukannya dan menjauh daru bantal gulingnya , yang menurutnya itu bantal guling, tiba-tiba ,…
“morning little girl” sapa orang itu dengan suara yang serak tapi seksi yang taklain adalah Marvin,
Deg ….
Sila kini sadar, sadar sepenuhnya, matanya sudah terbuka sekarang dia bisa melihat apa yang ada di depannya yang didepannya adalah dada bidang Marvin yang terekspos.
Syok itulah yang dirasakan Sila sekarang, dia melihat orang yang sangat tidak ingin di temuinya, laki-laki yang berbuat mesum kepadanya kini di hadapannya, kini tengah memeluknya, memeluk Sila dengan sangat erat, bahkan Sila pun memeluk tubuh besar tersebut. badanya bergetar, dan Marvin bisa merasakannya.
“aaaaaaa…hmm” teriak Sila tapi mulutnya langsung di tutup Marvin. Tangan kecilnya berusaha menyingkirkan tangan Marvin. Sila kini memukul apa saja yang bisa dipukulnya, bahkan mencakar dada bidang Marvin
“jangan teriak, ini masih pagi sayang” kata Marvin dengan menatap intens Sila. sedangkan yang di tatap matanya sudah berkaca-kaca. “jangan menagis sayang” sambil mengusap pipi Sila. kini rasa takut mendominasi perasaan Sila.
“kk aa uu..” kata Sila tergagap. “yah ini aku sayang” kara Marvin dengan senyuman manisnya.
“ke napa kau ada disini” katanya gugup. Marvin yang mendengar itu hanya terkekeh “ini rumahku sayang”
“rumahmu?”
“ya ini rumahku, apa Ando tidak bilang?” pikiran Sila sudah kemana-mana.
“abang…”
“ya Ando menitipkanmu ke aku” jawabnya sambil menyeringai.
“t t tidak mungkin” kata Sila. “itu semua mugkin sayang” sambil memeluk erat Sila.
“lepa pa skan” kata Sila dengan suara gugup.
“nooo” kata Marvin mengeratkan pekukannya, sesaat tidak ada pergerakan dari Sila. Tapi tiba-tiba Sila beroktak dan….
Plakkk Plakk Plak Plak…..
“auu hentikan Sila” kata Marvin sambil nenangkap tangan Sila yang menamparnya. Bukan menampar pipinya, tapi menampar dada Marvin kiri dan kanan berkali-kali.
Marvin yang melihat itu langsung menangkap tangan Sila, tapi ….
Bukgg bukgg bukkg…
__ADS_1
Entah dari mana kaki Sila bisa menendang- nendang perut Marvin, Tapi itu hanya sesaat karna kini Marvin sudah menindihi Sila. Menjepit kaki Sila dengan kakinya dan tangan Sila di satukan di atas kepala.
“le pass kan, tangan Sila, ini sakit” kaanya denngan suara bergetar, Marvin yang melihat ekspresi ketakutan Sila.
“ah ternya gadisku sangat agresif” katanya sambil menyeringai. Sila yang melihat seringai di bibir Marvin menjadi takut. Sila berusahaa memberontak tapi laki-laki itu sangat kuat.
“jangan menggigit bibirmu, biar aku yang menggigitnya” katanya, Sila yang mendengar itu menjadi sangat takut.
Marvin melihhat ekspresi Sila yang menurutnya sangat menggairahkan. Ekspresi ketakutan di wajah gadisnya sangat menggairahkan. Marvin meneliti wajah tersebut sampai akhirnya matanya tertuju pada bibir tipis Sila. ahh …
Sila sangat kaget saat merasakan benda kenyal di bibirnya. Tidak ada lumatan atau hisapan, hanya menempel. Kemudian Marvin menjauhkan wajahnya
“apa ya….” Kata kata Sila tidak selesai karna Marvin langsung memasukan lidahnya kemulut sial. Karna kaget Sila langsung menutup mata. Sila merasakan lidah Marvin menekan lidahnya dengan kuat. Setelah bermain lidah, Marvin menghisap kuat bibir atas bawah Sila secara bergantian, Kemudian Marvin menjauhkan wajahnya. Terlihat benang-benang saliva di bibir merka. Sedangkan Sila wajahnya sudah memerah bak tomat dan matanya sudah berair.
“apa yang kau lakukan” kata Sila “kenapa kaau melakukan ini” katanya yang sudah menagis. Sial tidak memberontak karna dia tau hanya sia-sia saja.
“karna kau milik ku” katanya.
“aku bukan bukan barang, dan aku bukan milikmu” kata Sila dengan lancar. melihat marvin dengan menatang.
“apa kau sedang menggodaku ahh atau kau ingin melanjutkan kegiatan kita tadi malam” tanyanya tapi yang di tanya sama sekali tidak mengubris. Marvin yang baru pertama kali diperlakukan seperti itu mulai geram.
“jawab Sila, aku tidak bicara dengan robot” sambil mencengram rahang Sila. karaan sakit Sila spotan menjawab.
“tiadak” katanya sambil menahan suara tangisan.
“tidak apa”
“Sila tidak mau”
“tidak mau apa”
“…” Sila tidak menjawab hanya mengalihkan matanya ke arah lain. Tiba-tiba Sila merakasan kecupan di bibirnya.
Sila yang diperlakukan seperti itu hanya berusaha berontak. Tapi tiba-tiba, Marvin melepaskan tangan Sila kemudian, menarik tangan gadisnya, sampai Sila bangun.
“tatap mata ku Sila” kata Marvin dengan datar.
“…” Sila tidak menjawab tapi malah membuang wajahnya ke samping. Marvin yang melihat itu menjadi geram.
“Sila, tatap aku, dan kau sudah tahu kalau aku tidak suka di bantah” katanya mutlak. Tapi Sila sama sekali tidak mengubris.
Akhirnya Marvin mengalah, tapi ini hanya untuk saat ini. Kemudian Marvin turun dari kasur itu dan berdiri sambil melihat Sila yang masih duduk.
Marvin hanya menghela nafas kasar. “kamu mandilah dulu kemudain kita sarapan”
“dan ingat jangan penah mencoba untuk kabur, atau lari, karna sekarang kamu adalah tanggung jawabku” setelah
berkata seperti ituu marvin pergi meninggalkan sila.
Sila yang mendengar itu hanya termenung, kemudian beranjak dari kasur itu, menyusul marvin keluar
……..
Terimakasih
__ADS_1
Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc