
Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen, kalau ada yang tiponya maaf ya muacc
……..
Didalam ruang kerja marvin.
Setelah selesai makan, Andre tiba-tiba datang dan membisikan sesuatu ke Marvin.
“kamu tunggu disini dan jangan kemana-mana” kata Marvin langsung beranjak dari duduknya.
“ii iya” kata Sila melihat Marvin sudah menjauh. Sila yang melihat itu, langsung keluar dari ruang kerja karna melihat kesempatan bisa kabur.
Sila menggunakan kesempatan itu untuk kabur, ia sangat tertekan bukan karna kerjaan, tapi karna Marvin menurut Sila Marvin sangat menakutkan, dominan dan Sila merasa selalu di awasi.
Sedangkan Marvin hanya santai santai saja tidak ada beban, menurut Marvin yang penting Sila selalu ada di sampingnya biarlah dia egois. Sila harusnya bersyukur karna Marvin menyuruhnya didekatnya itulah yang dipikirkan Marvin.
Kini Sila berjalan ke ruangan HRD menemui teman kantornya.
“Visa…” panggil Sila. Visa yang di panggil langsung menoleh.
“wahh ngapain lo kesini.. udah puas liburnya” kata Visa dengan tatapn sinis yang dibuat-buatnya.
“silla tidak libur” kata Sila
“ayolah, kita udah jadi teman jadi gak usah canggung” kata Visa sambil tersenyum
“iya” jawab Sila sambil tersenyum.
“ayok lo berutang cerita sama gue” kata Visa sambil menarik tangan Sila.
Sila hanya mengikuti Visa ke kantin rooftop, Visa mencari seseorang yang tidak lain adalah Arka. Kemudian melangkah mendekati Arka saat sudah melihat Arka.
“sorry ar lama” kata Visa, langsung menarik kursi didepan Arka.
“eh duduk-duduk”
“hai Arka” sapa Sila dengan senyuman manis.
“aduhh gak nahan sama senyuman lo” kata Arka.
“hihihi” Sila hanya tertawa.
“lo mending pesanin kita minum deh” kata Visa.
“kenpa gak sekalian mesan tadi pas kesini kan melewati kasir”
“Sila lo mauminum sama makan apa?” tanya Visa, pertanyaan Arka sama sekali tidak di gubris
“Sila mesan jus stroberi aja” kata Sila
“gue sama jus strobri juga, tapi makannya bakso” kata Visa. Arka yang mendengar itu langsung pergi memesan makanan.
5 menit kemudian. Arka sudah membawa nampan pesanan untuk para gadis itu. Dalam hati Arka ingin menyumpah.
“jadi lo jelasin, kenapa lo gak turun kerja” kata Visa yang sudah mulai.
“yaela lo mau ngumpulin gosip kan” kata Arka.
“ih apa an si lo” kata Visa yang langsung melirik tajam Arka.
“selama Sila gak ada, apa terjadi sesuatu” tanya Sila sambil meminum jusnya.
“gak ada sih, jadi ceitakan cepat, kenapa lo tadi pagi keluar dari mobil pak Marvin?” tanya Visa
“jadi…….” Mengalirlah cerita dan gosip-gosip tercipta, Sila menceritakan semuanya, mulai dari kenapa bisa bersama Marvin, yang di mana Sila dititipkan abangnya ke Marvin, sampai kekantor barang semuanya di ceritakan, kecuali perlakuan Marvin ke pada Sila, Sila tidak menceritakannya, dia malu dan takut, apa jadinya kalau teman-temannya tau perlakuan Marvin ke dia.
Sedangkan Arka hanya menyimak kedua perempuan itu, dia baru sadar ternyata Sila bisa bergosip juga, dan yang di gosip adalah Marvin.
“woww” kata Visa saat sila menyelesaikan ceritanya. Sedangkan Sila hanya mengangguk angguk.
“jadi lo satu rumah gitu sama pemilik perusahaan kita, kerenn” kata Visa dengan antusias. Sila hanya memberikan senyumannya, dalam hatinya keren apanya.
“eh Sila mau balik, takut Marvin nyariin Sila” kata Sila
“tunngu lo manggil nama bos kita Marvin”
“ehh maksdnya pak Marvin mungkin Visa salah dengar” kata Sila tersenyum kikuk dan beranjak dari kursinya, meninggalkan dua orang yang terbengong ria.
“gue yakin tadi Sila manggil nama” kata Visa.
__ADS_1
“ayo ah kita udah di cari dari tadi” kata Arka. Kemudian meninggalkan Visa.
“heiii tunggu…” teriak Visa dan menyusul Arka…
…….....
Sedangkan dirungan kerja Marvin.
“jelaskan”
“jadi terjadi korupsi besar-besaran” kata Andre sambil melihat Marvin.
“hahh..” Marvin hanya menghela nafas kasar.
“kami sudah mengamankan orang yang terlibat, mereka adalah orang suruhan David dan mereka mensabotase beberapa data penting”
“ah, David dia selalu jadi benalu” kata Marvin sambil melihat jam tangannya, Andre yang mendengar itu hanya diam.
“suruh Dola batalkan jadwal ke undangan miller, dan telpon Bili untuk jemput Sila” kata Marvin.
“baik tuan”
“bawa para tikus ke gudang, gue pengen tau wajah para tikus-tikus” kata Marvin dengan seringainya.
“sudah lama tidak bermain-main” sambil tersenyum sampai matanya menyipit. Marvin sangat tidak suka kalau hidupnya di usik.
Andre yang melihat senyuman itu hanya diam, ia sudah tau sifat tuannya bahkan ini belum seberapa, ia bahkan sudah melihat Marvin hampir membunuh di usia muda.
“baik tuan” kata Andre sambil menunduk. Kemudian keluar dari ruangan itu.
Sedangkan Marvin hanya duduk dengan dengan memasang wajah datar. Kemudian beranjak dari kursi yang didudukinya, melangkah keluar.
Saat sudah di luar Marvin tidak melihat Sila. dia berjalan ke meja Sila tapi yang didapat hanya kursi kosong, kemudian mengambil handphonenya menghubungi Sila.
Dreetttt….
Marvin kemudian menoleh karna mendengar getaran dan ternya ta handphone Sila.
“ck, gadis nakal” kata Marvin berjalan ke mejanya. Dia sangat kesal karna sila meninggalkannya.
………
Klek…
Kemudian Sila mengintip.
“sepi” katanya. Kemudian masuk, entah kenapa perasaan Sila tidak enak. Sila meandang kearah meja Marvin, dan kosong. Dengan langkah ringan ia kemudian berjalan ke arah mejanya sambil bersenandung.
“kau seperti kelinci yang ketahuan mencuri wortel” kata Marvin yang muncul tiba-tiba entah dari mana.
“asttagaaa” jerit Sila karna kaget.
“dari mana” kata Marvin mendekasi Sila.
“dd dari kantin.” Kata Sila dengan gugup, sambil melangkah mundur.
Tap..tap.. tappp
“hmm” hanya gumaan yang Marvin lontarkan, kemudian mengikis jarak dengan Sila tapi Sila melangkah mundur. Tatapan Marvin tidak lepas dari Sila, sedangkan Sila hanya menunduk.
Buk..
Belakang Sila menabrak meja kerjanya sendiri, ia melihat Marvin semakin dekat, sila yang melihat ada celah untuk kabur, ia langsung berlari tapi..
Bruk…
Marvin yang cekatan langsung menarik paksa lengan Sila dan menabrak dada bidang Marvin, tangan kekar itu langsung memeluknya dengan erat.
“aku sudah bilang jangan membantah” kata Marvin sambil menyelipkan jari-jaritangannya kerambut Sila.
Sila yang alaramnya berbunyi menandakan bahaya, tiba tiba tangan kecilnya memeluk Marvin. sedangkan yang di peluk kaget karna baru pertama kali Sila memeluknya, Sila pun sebenarnya terkejut.
“maaf, Sila janji tiidak akan membantah” katanya dengan takut dan badan gemetar. Marvin sendiri bisa merasakan badan Sila gemetar karna takut.
“baik lah, aku tidak marah, tapi dan ini terakhir kali. kamu akan mendapat hukuman kalau sampai membantah. Karna perintah ku mutlak little girl, menegrti” dan Sila hanya mengangguk sebagai jawaban.
Marvin kini melepaskan pelukan Sila.
__ADS_1
“kamu pulanglah, aku ada urusan, Bili akan menjemputmu” kata Marvin dengan wajah datar.
“iiya.” Kata Sila, Marvin yang mendengar itu tersenyum, langsung mencium pipi Sila cup…
“baiklah aku pergi, dan ingat langsung pulang dan jangan kemana-mana”
“iya” kata Sila dan melihat Marvin pergi dari hadapannya. Sila hanya menghela nafas saat, dan menunggu pak Bili menjemputnya. Tapi saat menunggu tiba-tiba…
Dreeeettt…..Drettt..
handphone bergetar, Sila melihat nama di layar handhphone matanya langsung berbinar-binar, tanpa pikir panjang langsung menawab.
“halo bang” kata Sila dengans uara yang antusias
“hai, maaf abang baru bisa telpon Sila” kata Ando sang penelpon.
“bang bang vidio call bang,,” katanya, dan terlihatlah wajah abangnya,
“bangg…” katanya dengan mata berkaca-kaca.
“ada apa hmmm?” hmmm kata Ando melihat Sila hampir menagis. "bagai mana kabarmu?"
“Sila, baik-baik aja, abang apa kabar?” tanya Sila.
“abang baik kok, jadi bagaimana sahabat abang dia baik-baik aja kan” kata Ando,
“I I ya bang marv… maksudnya kak. Marvin baik bang” katanya sambil tersenyum. Ingin sekali Sila mengatakan semuanya, tapi entah kenapa lidahnya kelu.
“benarkah, baguslah, jadi abang tidak khawatir lagi” kata Ando sambil tersenyum. “bagaimana pekerjaan mu” tanya Ando lagi.
“lancar aja bang, abang kapan pulang?” tanya Sila
“masih lama,” kata Ando,
“bang abang tau di rumah kak. Marvin ada taman kaca, saat Sila masuk ada bunga matahari kak”
“taman kaca?” beo Ando
“iya” kata Sila.
“apa Marvin mengizinkan mu masuk ke dalam?”
“iya, kenapa”
“tidak apa-apa” jawab Ando, dan di lanjutkan celoteh Sila, sampai pak Bili datang. Ando? Ia sangat bingug kenapa Marvin mengizinkan Sila masuk ketaman kaca. Ah sudahh lah, pikir Ando.
………………
Di tempat Marvin
Bughh…bughhh..
Marvin hanya berdiri dengan angkuh dan wajah datarnya dengan tongkat di tangan kananya, melihat tiga orang yang sudah babakbelur di hadapannya.
“ternyata hanya tikus kecil” kata Marvin sambil menunduk.
“a aampun, kami hanya di suruh” kata salah satu orang itu.
“tidak ada ampun untuk orang yang mengusik hidupku” kata Marvin melangkah dengan tongkatnya mendekati orang itu dan…
Tap.. tap…
“Aarrrrggghhh….” Jerit orang itu saat tangannya di tusuk oleh tongkat Marvin. sedangkan dua orang lainnya ketakutan saat melihat nasip temannya.
“artrrrggh…aampuun” kata orang itu dengan jeritan menggema di dalam ruangan. Kemudian. Kemudian mencebut tongkatnya.
“Aarrrrggghhh….” Sekali lagi jeritan orang itu terdengar.
“kalian urus sisanya” kata Marvin pada bodyguard, langsung meninggalkan ruang itu. Ia tidak ingin berlama-lama karna tangan nya sangat gatal untuk mencabut nyawa orang-orang yang berani mengusiknya.
Saat di dalam mobil Marvin langsnung menghubungi suruhannya.
“tuan\, David sekarang ada di hotel ******”
“kita kesana” kata Marvin dengan seringai. “berkunjung sepertinya tidak masalah” katanya dengan wajah dingin….
__ADS_1
Terimakasih
Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc