
Sebelum membaca sempatkan like, vote dan komen, kalau ada yang tiponya maaf ya muacc
.........
Buk
Marvin membanting tubuhnya di sofa, dan melonggarkan dasinya, niatnya mengambil barang yang ketinggalan malah melihat Sila dan malah berakhir dengan kegiatan panas.
Dia memenijit pangkal hidungnya, dia masih mengingat jelas ekspresi Sila, entah kenapa dia sangat menyukai ekspresi Sila. Ya Marvin memang dominan, dia tidak ingin di dominasi jika berhubungan.
Hahh… dia menghela nafas dengan kasar dia masih memikirkan kenapa dia bisa tertarik dengan bocah, dia akui Sila seperti gadis pada umumnya. Hanya saja jika di perhatikan Sila mempunyai daya tarik cantik, kulitnya putih bersih, rambutnya yang panjang sampai pinggang poni yang menutupi dahinya, wajahnya kecil tapi masih proporsi dengan badannya, dan jangan lupa wajah polosnya.
Dia mengingat kembali kejadian dua jam yang lalu.
Flashback 2 jam yang lalu
Setelah kegiatan panas itu…
Marvin melihat jam dan ternyata sudah jam 12.00. Kemudian mengambil handphone megetik pesan pada seseorang.
Sedangka Sila masih terkuai lemas di pangkuannya, dia masih menikmati sisa kegiatan panasnya sambil mengusap rambut Sila dan langsung merubah posisi untuk direbahkankan Sila disofa, dan merapikan penampilan Sila. dia langsung mengendong sial ala bridal style.
“tuan mobil sudah siap” kata orang tersebut. Marvin melangkah sambil membawa Sila.
“urus Ando, jangan sampai dia tau gue sama adiknya dan jangan biarkan dia pulang lebih dulu”
“baik tuan” katannya.
Saat keluar dari hotel dia hampir berpapasan dengan Ando, tapi untungya Ando ketemu Leo. Dia seperti penculik yang hampir yang ketahuan, pikirnya Marvin.
…..
Kini Marvin di apartemen Ando, lebih tepatnya di kamar Sila. dia meletakan Sila dan menyelimutinya. Sebelum pergi dia mengamati wajah yang damai itu, ah ini seperti dejavu, pikirnya. Marvin sendiri bingung gadisnya sama sekali tidak terusik, saat dalam perjalan.
Tangannya menyingkirkan rambut Sila yang berada pada wajahnya. Dia melihat bibir Sila yang sudah bengkak karna ulahnya, belum lagi telinga Sila yang merah karna dia gigit, dan bekas gigitanya dipundak dan leher Sila.
Marvin sendiri melihat itu merinding, tapi jangan menyalahkannya. Dia sudah mati-matian mengendalikan dirinya, salahkan gadisnya kenapa begitu menggoda, padahal ini baru ciuman bagaimana kalau ah sudahlah, pikir Marvin.
‘aku harus belajar mengendalikan diri kalau di dekatmu sayang’ katanya sambil berbisik. Marvin sempat berpikir apa Sila memeletnya, sampai dia terobsesi dengan Sila. mungkin ini hanya obsesi sesaatnya, nanti akan hilang degan sendirinya, pikirnya. Marvin hanya terkekeh mengingat kegiatan panas mereka.
Sebelum pergi dia mencium bibir Sila, tapi hanya kecupan ringan, dan Marvin buru-buru pergi, karna menurutnya bahaya kalau berlama-lama di dekat Sila. dan untungnya dia sudah berada dalam mobil saat Ando pulang.
Flashback end.
Hahh Marvin beranjak dari duduknya, kemudian masuk dalam kamar mandi membersikan diri. Dia tidak sabar menunggu hari besok, dia memikirkan sambutan apa yang cocok untuk gadisnya.
__ADS_1
>>>>>>>
Didalam sebuah kamar, seorang tertidur dengan pulas, tapi dia merasa terganggu karna usapan di pipinya, matanya perlahan terbuka. Dia melihat langit-langit kamarnya, dan menegok kesebelah.
“hey bangun. ini sudah jam 10 ” kata Ando sambil mengusap pipi adiknya.
“abang..” panggilnya dengan suara serak. Sila yang masih mengumpulkan nyawanya.
“heii,,” kata Ando mengusap mata Sila. “kamu habis menagis, mata kamu bengkak”. Sila yang masih setengah sadar, hanya menegok kekanan dan ke kiri.
“ini dimana?” tanya Sila.
Ando yang mendengar pertanyaan Sila langsung menjawab “ini dikamar kamu” Ando yang melihat Sila seperti orang linglung, merasa ada yang aneh dengan adiknya. Tanpa sengaja Ando melihat pundak Sila yang merah seperti habis gigit. Apa sadiknya alergi atau digigit serangga, pikir Ando.
“Sila, hei…” kata Ando sambil membingkai pipi Sila dengan telapak tanagnnya.
“ada apa, apa terjadi sesuatu” spontan Sila menggelengkan kepala. Untuk saat ini Sila sendiri bingung, apa yang terjadi. Bingung apa yang harus dikatakannya. Ando yang masih melihat adiknya seperti orang linglung, langsung memeluk tubuh kecil Sila.
“kalau ada apa-apa kasih tau abang” Sila hanya mengangguk. Ini lah yang tidak di sukai Ando, Sila hanya terbuka sama aldi dan mamanya. Bukan berarti Sila tidak tebuka sama Ando, hanya saja kalau sudah yang bersifat pribadi Sila tidak akan ngomong ke Ando, ya Ando bisa memakluminya. Bukannya Sila tidak mau menceritakan, tapi bingung gomongnya harus dari mana.
“kalau gitu kamu bersihin diri ya, habis itu kita sarapan” Sila hanya mengangguk. Melangkah ke arah kamar mandi. Ando sekali lagi menghela nafas melihat adiknya. Mungkin adaiknya habis mimpi buruk.
Saat didalam kamar mandi Sila hanya termenung didepan cermin, dia mengingat jelas bagaimana laki-laki itu
Dia melihat telinganya yang masih merah, bukan hanya telinganya pundaknya pun ada bekas gigitan laki-laki itu.
Itu adalah pengalaman buruk menurut Sila, dia sering menonton drama-drama yang punya adegan kissing, bahkan Sila sangat menyukai adegan tersebut jika sudah menonton drama. Awalnya Sila mengira berciuman itu enak, dan lembut seperti di drama yang sering liat, dimana laki-lakinya sangat lembut terhadap perempuannya.
Tapi kenyataannya sama sekali tidak seperti bayangan Sila. ciuman yang dirasakan Sila seperti terburu-buru, kasar
dan mendominasi. Tapi saat laki-laki itu menciumnya, ada yang aneh pada tubuhnya, perutnya seperti disisi ribuan kupu-kupu yang beterbangan, pikir Sila. *(Silahkan bayangkan sendiri wkwkwk)
“Marvin “ gumamnya, dia seperti familiar terhadap nama itu. Dia pernah mendengarnya tapi entah dimana. Tidak ingin mengambil pusing dia langsung memandikan tubunnya.
‘sudah tidak usah di pikirkan’ katanya sambil memukul kepalanya. Dan melanjutkan mandinya. Dalam hati Sila
semoga dia tidak bertemu dengan laki-laki tersebut.
…..
Bebrapa saat kemudian
Saat ini Ando sedang beres-beres, memasukan beberapa baju Sila ke dalam koper.
“bang” panggil Sila.“kita mau kemana bang” tanyanya Sila yang habis mandi.
__ADS_1
“sini ada yang ingin abang ngomong” kata Ando sambil mepuk nepuk seblahnya.
“gini, abang mau pergi, jadi Sila untuk sementara tinggal sama sahabat abang” katanya sambil mengusap kepala Sila.
“ mang abang mau kemana?, sampai Sila harus tinggal sama sahabat” kata Sila dengan santai.
“abang mau ke luar negeri, ada kerjaan” jawab Ando, Sila yang awalnya menunduk langsung menoleh ke abangnya.
“ohh, tapi kenapa Sila tidak bisa tinggal disini, kan Cuma beberapa hari doangkan bang” kata Sila sambil tersenyum.
“ bukan beberapa hari , tapi setahun” kata Ando.
“bang jangan bercanda, trus kalau abang pergi selama itu, Sila sama siapa disini” katanya dengan mata yang berkaca-kaca.
“nanti Sila tinggal sama sahabat abang, dia baik, dia bakalan jagain Sila, saat abang pergi” katanya.
“….” Sila tidak menjawab hanya mememasukan bajunya ke kopernya.
“heyy” panggil Ando
“Sila gak mau di tinggal bang, Sila takut” katanya yang sudah berlinangan air mata.
Ando menghela nafas, dia sudah tau sifat Sila yang iini. “abang hanya sebentar di sana abang janji akan cepat pulang, dan kita masih bisa telponan Sila, dan jangan cengeng dan jangan lebay. lagian dia punya sepupu seumuran dengan kamu “ kata Ando
“Sila gak lebay bang” sambil menghapus airmatanya.
“kamu lebay, buktinya kamu sampai merengek”
“Sila gak merengek bang” katanya sambil memukul lengan Ando.“ ihhhh”
“Baiklah, ayok siap-siap, abang juga mau berangkat, semuanya sudah abang siapin, kita ke bandara dulu nanti Sila di antar sama pak Bili” kata Ando sambil menenteng koper tas dan kopernya.
“kenapa selalu dadakan bang”
“gak tau juga, ayo Sila nanti abang mu ini ketinggalan pesawat”
“bang nanti bawa oleh-oleh bang”
“ck, iya iya, lagian abang pulangnya masih lama…” katanya..
………….
Terimakasih
Sempatkan like, vote dan komen yang tiponya ya wkkwwkw muacc
__ADS_1