
Om-om itu Suamiku: Bab 01
.
.
.
_Happy Reading_
Semua berawal dari kebencian Ariana terhadap kakaknya yang mengakibatkan mereka berdua tak lagi akur layaknya saudara pada umumnya.
Riana sangat membenci Diana, karena kakaknya itulah dia harus mengulang kuliahnya kembali dikarenakan tak lulus sidang skripsi.
Sebelumnya semuanya baik-baik saja, bahkan Riana sempat lulus sidang skripsi. Namun nyatanya dosen pembimbing Riana mendapat laporan bahwa selama Riana magang di perusahaannya ia sering absen, bahkan tugas yang diberikan seniornya tak dapat Riana selesaikan dengan deadline yang sudah di tentukan.
Mau marah pun tak bisa, padahal Riana menyelesaikan tugas yang perusahaan berikan dengan sebaik-baiknya meski ada sedikit kekurangan. Namun Riana musti bersyukur karena dosennya masih berbaik hati memberinya kesempatan untuk sidang skipsi kembali tahun depan.
****
Riana menggeram kesal ketika mengetahui bahwa dalang dibalik peristiwa yang menimpa dirinya adalah kakaknya sendiri, Diana Magnolia. Ternyata perempuan licik itu mempunyai hubungan dengan senior di perusahaan tempatnya bekerja. Mereka sengaja memalsukan absen Riana, merubah tugas yang sudah dia kerjakan dengan baik menjadi berantakan lalu menyerahkannya kepada atasan atas nama dirinya.
Sungguh, Riana membenci kakaknya dengan sepenuh hati. Hingga ide licik mulai terbesit di pikiran Riana untuk menjebak kakaknya sendiri.
" Ri, lo yakin rencana lo bakal berhasil?".
" Yakin lah, dia itu memang udah jadi jal*ng, jadi gak papa kalau cuman tidur sama om-om".
Gita mendengus kesal, " Tapi kalau sampai rencana lo gagal bisa-bisa lo di marahin habis-habisan sama dia".
Riana menepuk bahu sahabatnya, " Tenang Git, gue yang bakal tanggung semuanya, lo jangan khawatir. Dia pikir gue bakal diam aja gitu setelah dia hampir hancurin masa depan gue".
__ADS_1
" Tapi Ri, kan cuman mengulang setahun doang, lagian gue juga gak lulus sidang skripsi kali".
Riana mencebik kesal, menatap Gita yang hanya manyun-manyun. " Lo emang sengaja gak mau lulus sidang skripsi biar bisa bareng gue terus, secara kan lo gak bisa jauh-jauh dari ATM berjalan lo".
Gita cengegesan menatap Riana dengan puppy eyes andalannya membuat Riana serasa ingin muntah. Wanita bernama lengkap Nagita Sanjaya itu selalu meminjam bahkan meminta uang kepadanya, Riana merasa dirinya seperti ATM berjalan untuk Gita karena wanita itu tak bisa hidup tanpa uangnya.
Sebenarnya Riana tak masalah, toh uangnya juga banyak. Keluarganya dari orang terpandang, Gita juga teman yang setia meskipun mata duitan. Layaknya wanita pada umumnya Riana suka shopping tapi masih dalam batas yang wajar.
" Jadi kapan rencananya bakal di mulai?". Senyum licik terbit dibibir tipis milik Riana.
" Malam ini…"
****
Tart Hotel's....
"Pelayan…". Riana mengangkat tangannya memanggil pelayan.
" Ada yang bisa saya bantu nona?". Riana tersenyum lalu berdiri mendekat kepada pelayan laki-laki tersebut.
Pelayan mengangguk lalu membungkuk sopan meninggalkan Riana, baginya hal-hal yang seperti ini memang sudah sering dia temui, seseorang memberi "sesuatu" demi mencelakai musuhnya memang sudah jadi hal tabu disini.
Riana duduk bersandar di kursi sambil melipat kedua tangannya di dada. Rencana kedua hampir berhasil setelah rencana pertama nyaris gagal membujuk Diana mati-matian untuk datang menemuinya, beribu alasan ia jabarkan dan untung saja wanita itu akhirnya setuju walau mereka sempat adu mulut.
Tringgg...
Suara dering ponsel membut Riana tersadar akan lamunannya, buru-buru ia merogoh benda pipih itu didalam tas brandednya.
" Ha—",
" Jadi gimana berhasil gak?".
" Set dah, basa-basi dulu kek".
__ADS_1
" Macam mana gue mau basa basi, lo itu lagi mau ngejebak ratu iblis tidur sama om-om, jadi wajar kalau gue khawatir Ri...,gimana kalau ketahuan?".
" Yah kalau ketahuan uang lo melayang".
" NO....!!!".
" Udah, lo tenang aja dulu. Semuanya udah gue urus, beres deh pokoknya!".
" Om-om nya gimana? Udah dapet gak?".
" Tenang, Gue udah buat kesepakatan sama preman di sekitar sini. Gue bakal bayar mahal mereka asalkan salah satu dari mereka mau tidur sama kakak gue".
" Hah? Preman?? Kenapa harus preman, gak ada yang lain apa??".
" Kalau lo mikirnya om-om yang pendek perutnya buncit rambutnya botak, salah! Mereka masih cukup terawat tapi kalau preman kan mereka jarang mandi, jadi gue bakal buat si Diana yang anti kotor-kotor kleb itu kejang-kejang pas bangun pagi".
" Woah Daebak, ternyata lo licik juga yah, cocok nih jadi pemeran antagonis".
Riana tersenyum sinis, " Riana gitu lho".
" Tapi gimana kalau—",
Biipppp....
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
__ADS_1
-