
Om-om Itu Suamiku: Bab 22
.
.
.
_Happy Reading_
-
Riana menatap bangunan mewah yang menjulang tinggi di depannya, di pintu masuk jelas tertulis disana "NineNow Company", perusahaan tempat Demian bekerja.
Riana melangkahkan kakinya memasuki lobby kantor, wanita bermata Emerald itu langsung menuju meja resepsionis yang nampak dijaga oleh dua wanita berpakaian formal dan rapih dengan rambut yang disanggul keatas layaknya pramugari.
" Maaf ada yang bisa saya bantu miss?". Tanya resepsionis itu ketika Riana sudah tepat berada di depannya.
" Ah…aku ingin bertemu dengan Demian Adiputra".
Kedua resepsionis tampak terkejut mendengar penuturan Riana, perempuan ini dengan beraninya memanggil nama atasan mereka tanpa embel-embel "pak". Astaga berani sekali dia.
" maksud anda pak CEO?". Riana mengangguk sambil matanya menyusuri lobby kantor yang luas di dominasi warna putih keemasan, nampak elegan dan berkelas.
" Maaf miss apa anda sudah membuat janji dengan pak CEO sebelumnya?".
Riana menatap resepsionis itu lalu menggeleng pelan, dia memang datang ke sini secara tiba-tiba tanpa Demian ketahui, mungkin Riana memberi suprise kepada Demian, mungkin!
" Baik miss kalau begitu silahkan tunggu sebentar saya akan menghubungi sekretaris beliau. Kalau beleh tau siapa nama anda?".
" Riana Polka".
Resepsionis itu mengangguk lalu menelfon sekretaris Demian untuk memberitahu kedatangan wanita cantik yang ada di depannya ini.
" Iya hallo, dengan Jenny disini?". Sahut seseorang di seberang sana.
" Maaf buk menganggu, disini ada seorang wanita bernama Riana Polka ingin bertemu dengan pak Demian". Jawab resepsionis itu sopan.
" Baiklah aku akan segera memberitahukannya kepada pak Demian, sementara itu tolong suruh dia untuk menunggu sebentar".
" baik buk". Resepsionis itu menutup teleponya lalu menatap Riana, " Maaf miss, apa anda bisa menunggu sebentar?".
Riana menggerutu, wajahnya langsung cemberut menatap rantang yang dia bawa, seharusnya dia memberitahukan kedatangannya terlebih dahulu kepada Demian agar dia tidak di persulit seperti ini.
__ADS_1
" Tolong cepatlah, makanannya sudah mau dingin". Ujar Riana sambil memegang rantang berisi lauk pauk yang sudah mulai mendingin karena terlalu lama diluar, belum lagi ditambah suhu AC yang berada di lobby kantor Demina semakin memabuat makanan ini cepat dingin.
Karena Riana tidak tau makanan kesukaan Demian, jadi dia memasak apa yang menurutnya cocok dengan laki-laki itu.
****
Tok tok tok…
" permisi pak". Jenny mengetuk pintu ruangan Demian sebanyak dua kali, lalu masuk ketika mendengar suara deheman dari dalam.
" ada apa?". Tanya Demian dengan mata yang masih terfokus pada berkas-berkas yang ada di mejanya.
" ada seorang tamu yang ingin menemui bapak". Demian menatap Jenny sekilas lalu kembali fokus kembali pada berkasnya.
" Siapa?". tangannya menggapai teh hangat hendak meminumnya.
" Riana Polka…".
Byurrr…!!!
" uhuk…uhukk…!". Demian spontan menyemburkan keluar teh yang sudah sampai di kerongkongannya, laki-laki itu terbatuk-batuk mendengar ucapan sekretarisnya.
" Siapa?!". Tanyanya lagi memastikan.
Jenny menatap Demian aneh lalu mengulangi kata-katanya barusan. Demian masih tidak percaya dengan hal yang barusan dia dengar. Riana berkunjung ke kantornya? Oh god! Bagaimana in?! Ruangannya berantakan, Demian takut kalau dia tidak kelihatan tampan di depan Riana dengan penampilan urak-urakan seperti ini. Bahkan Demian memakai sandal rumah bermotif doraemon yang dibeli maminya, memalukan sekali!
Demian duduk dengan manis menunggu Riana, ingin rasanya dia loncat-loncat di kasurnya saking senangnya Riana mengunjunginya.
Tak lama kemudian orang yang ditunggu-tunggu Demian akhirnya datang juga, Ariana Polka Kenedy—tunangannya yang baru satu hari.
" Riana…!". Demian memanggil wanita itu lembut. Riana menoleh dan tersenyum menatap Demian.
Ternyata laki-laki ini tau kebersihan rupanya, pikir Riana menatap ruangan Demian yang nampak kinclong.
Riana duduk di sofa lalu menaruh barang bawaanya di meja. Lalu tangannya memanggil Demian agar duduk di sebelahnya.
Demian yang sedaritadi menatap Riana dari kursi kerjanya akhirnya mendekat lalu duduk disamping wanita itu.
" apa ini?". Tanya Demian menunjuk rantang putih bersusun tiga itu.
" ah…ini makan siang untukmu, aku sengaja membawakannya, kau pasti lapar. Makanlah".
Dan seketika wajah Demian memanas lalu memerah semerah tomat busuk.
__ADS_1
Demian mengambil makanan yang disodorkan oleh Riana kepadanya lalu memakannya dengan lahap.
Riana terkekeh geli melihat cara makan Demian yang sudah seperti anak kecil.
" Enak?". Tanya Riana.
Demian dengan semangat mengangguk, " Enak!!".
Lalu mereka berdua pun menghabiskan makanan bersama dengan tenang dan rukun.
****
" Demian, aku ke toilet dulu yah". Kata Riana sambil berjalan keluar dari ruangan Demian.
" Tunggu!!".
Riana berhenti melangkah lalu menatap Demian, " kenapa?".
" k-kamu pakai toilet punyaku saja, ada di situ". Tunjuk Demian pada ruangan pribadinya yang biasanya dia pakai untuk sekedar istirahat. Karena dia tidak mau Riana memakai toilet khusus karyawan, Riana kan tunangannya.
Riana mengangguk lalu masuk kedalam ruangan yang Demian tunjuk, mata Riana tanpa sengaja terpaku pada sepasang sendal berbentuk doraemon yang sangat lucu.
Apa ini punya Demian? Ah sudahlah bukan urusanku...
Dan ketika Riana sudah masuk kedalam ruangan itu Demian tersentak kaget, dia baru menyadari bahwa sandal laknat itu dia simpan di dalam kamarnya.
"Arrrghhhhh…..!!!!". Demian hanya mampu berteriak tertahan agar tidak di dengar Riana.
Memalukan!!! Dasar Demian bodoh...
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
-
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA YAH~
__ADS_1
THANKS.
Sayang kalian❤️**