Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Hari-hari Setelah Bertunangan


__ADS_3

Om-om Itu Suamiku: Bab 24


.


.


.


_Happy Reading_


-


" Hellow Mrs. Adiputra udah puas bersenang-senang dengan Mr. Adiputra?".


" Apaan sih, bersenang-senang dari hongkong!". Gerutu Riana sambil duduk di kursinya dengan wajah yang ditekuk kesal.


" Lah memangnya ada apalagi dengan si om?". Tanya Gita, gadis itu selalu memanggil Demian dengan sebutan 'om' karena usia mereka yang terpaut jauh meski wajahnya gak cocok di panggil om sih.


" Iya si Ombay itu makin hari manjanya gak ketulungan. Lo tau gak pagi ini dia mohon-mohon sama gue supaya gue tinggal di apartemennya sampai nangis-nangis tuh anak. Untung gue pinter jadi gue bisa terbebas dari si Ombay".


Tak lama kemudian Rini datang dan duduk disamping dua wanita itu. " Jahat banget sih kalian manggil si Demian Om-om muka bayi (Ombay), Riana seharusnya lo itu bersyukur karena dapet cowok yang mukanya baby face mirip Jungkook BTS!!".


" Eh ngapain kakak senior di kelas kita! Sana pergi". Usir Gita menatap sinis Rini, kedua wanita itu memang tak akan pernah akur.


Rini berdecih, " terus lo bangga gitu? Lagian gue kesini karena dosen yang masuk ke kelas kalian itu ayang Elzy—pacar gue!".

__ADS_1


Gita tampak shock dengan perkataan Rini, " Wah jadi lo kesini cuman karena dosen pengajar kali ini pak Ednan? Pasti nih orang udah gila, ninggalin kelasnya sendiri cuman mau lihat pacarnya ngajar di kelas lain!".


Rini menjulurkan lidahnya kearah Gita sambil memasang tampang konyolnya, Gita hanya memiih mendengus kesal lalu kembali fokus kepada ponselnya.


Tak lama kemudian suara langkah kaki mantap terdengar sedang menuju kelas ini, lalu muncullah seorang laki-laki tampan berkulit sawo matang lengkap dengan kacamata dan rahang tegas miliknya berdiri tepat di depan mereka.


" Selamat siang anak-anak, kali ini saya Ednan purnomo akan membimbing pelajaran hari ini, silahkan persiapkan semuanya".


Riana mengeluarkan laptop berukuran mini lalu tak lupa juga dengan pulpen dan kertas tipis miliknya. Begitupula dengan Gita yang melakukan hal yang sama. Sementara Rini hanya tersenyum manis kearah pak Ednan dan dibalas oleh laki-laki itu juga.


Astaga itu mengingatkan Riana kepada Demian dimana laki-laki itu akan tersenyum manis jika menginginkan sesuatu. Satu bulan cukup untuk Riana mengetahui seluruh kebiasaan dan sikap Demian yang sesungguhnya.


Sementara itu…


Demian membuka matanya perlahan lalu meraba-raba disamping kasur tempat Riana biasa beristirhat dengannya.


" Sayang…".


Hening…tak ada sahutan sama sekali dari sang empunya hingga mata Demian menangap sebuah kertas berwarna yang tertempel di depan laptopnya.


Demian mengambil kertas note itu lalu membukanya.


" Hari ini aku ada kelas sampai sore, sebaiknya kau pulang duluan tidak usah menjemputku—Riana". Demian meremas kertas itu kuat lalu membuangnya. Lalu tak lama kemudian laki-laki itu kembali memungutnya dan memperbaiknya kembali, diambilnya bantal kecil yang berada di atas sofa lalu menutup kertas note itu perlahan dibawah batal.


Tapi sedetik kemudian, sebuah tinju melayang diatas bantal kecil itu. Demian melampiaskan kekesalannya kepada bantal karena Riana meninggalkannya dalam keadaan tertidur.

__ADS_1


" Argghh…sudah kubilang jangan tinggalkan aku Ana!!". Pekik Demian mengarahkan tinjunya kembali keatas bantal yang dibawahnya terdapat kertas note tulisan tangan Riana.


Demian merasa trauma ketika mengingat masa-masa dimana Riana meninggalkannya hingga orang lain pun dianggap sebagai Riana ketika laki-laki itu mabuk berat.


Setelah selesai melampiaskan kemarahannya, Demian mengambil kertas itu kembali dan menyimpannya di sakunya, laki-laki berwajah imut nan tampan itu masuk kembali kedalam kamar pribadinya, memasang dasi dan memakai jas kerja nya kembali. Tak lupa sendal doraemon kesayangannya diganti dengan sepatu pantofel berwarna hitam yang nampak bersih dan mengkilat.


Demian keluar dari ruangannya, Jenny sang sekretaris dengan sigap berdiri lalu membungkuk sopan kepada Demian.


" Kosongkan jadwalku hari ini, aku akan pergi ke kampus Riana". Kata Demian sebelum laki-laki itu benar-benar hilang dari pandangan Jenny.


Jenny menggerutu lalu duduk di kursinya dengan kasar, " Masa jadwal yang udah di susun rapi harus berantakan lagi sih! Seharusnya bilang dari awal dong!". Gerutu Jenny kesal, sepertinya malam ini dia harus kembali lembur.


.


.


.


.


**TO BE CONTINUED


-


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA~

__ADS_1


THANKS.


SAYANG KALIAN❤️**


__ADS_2