
Om-om Itu Suamiku: Bab 12
.
.
.
_Happy Reading_
-
" Wah cantik banget, selebrgram emang beda". Asisten Leri sibuk memainkan poselnya, mem-follow selebgram yang menurutnya sesuai dengan tipenya. Namun tangannya berhenti menggeser kala melihat salah satu akun selebrgam dengam Nama " Riana Plka". Muncul di berandanya.
Matanya berbinar-binar senang ketika melihat wanita itu sangat sesuai dengan tipenya, wajah wanita itu cantik tapi dalam waktu bersamaan juga terlihat imut dan menggemaskan, apalagi badannya. Astaga Leri langsung memecet tombol follow dan men-stalker akun tersebut.
Ia men-zoom salah satu foto wanita itu agar bisa melihat wajahnya dengan jelas. Mata wanita itu berwarna Emerald, mungkin blasteran. Pikir Leri.
" Sedang apa kau?". Leri terlonjak kaget ketika mendegar suara familiar menegurnya. Dengan cepat Leri menaruh ponselnya di meja tanpa mematikannya terlebih dahulu.
" b-boss selamat pagi". Leri menyapa dengan gugup.
Demian mengerutkan dahinya tak suka, " rupanya kau juga sudah bosan bekerja denganku".
Leri gelagapan menanggapi ucapan Demian, " Bukan begitu boss, saya—".
" Apa yang kau lihat di ponselmu?". Demian dengan cepat melirik ponsel Leri, sedikit lagi bahkan nyaris Demian hampir melihat wajah wanita itu namun Leri buru-buru mengambil ponselnya sehingga membuat pandangan Demian teralihkan kepada pria itu.
Buru-buru Leri mengubah topik pembicaraan, " Ba-bagiaman pertemuan anda dengan wanita itu?".
" Ah maksudmu orang yang dijdohkan denganku?". Leri mengangguk, Demian berkata sambil memasuki ruangannya diikuti Leri yang memegang sejumlah berkas.
" Baik, bahkan sangat baik". Demian tersenyum sambil duduk di kursinya.
__ADS_1
Leri tersenyum senang, " wah selamat boss, akhirnya pertunangan anda benar-benar di batalkan".
Demian mengernyit tak suka, " apa maksdumu dibatalkan? Kau mau aku pecat?!.
" Eh?". Leri terdiam sambil menggaruk tenguknya yang tidak gatal, bingung dengan situasinya sekarang. " bukannya boss kesana untuk membatalkan perjodohannya?".
" Tidak, aku berubah pikiran, aku menyukai wanita itu".
" hah?!". Leri terperangah tak percaya, bosnya menyukai seorang wanita? Bukannya bosnya selalu anti terhadap wanita.
" T-terus gimana boss?".
" yah apalagi? Aku ingin menikahi wanita itu".
" HAH?!". Sekali lagi Leri terperangkah tidak percaya.
Seseorang tolong bangunkan dia dari mimpi buruk ini.
****
Tiba-tiba Gita memulai percakapan ketika dia mulai bosan bermain ponsel, " Jadi gimana langkah selanjutnya?". Riana mendongkak menatap Gita, " Entahlah gue gak tau, gue pikir rencana ini gak bakal sesulit sekarang ternyata…ah malah masuk kekandang singa".
Gita mendesah, " Gue gak sanggup banyangin lo diatas pelaminan saling tukaran cincin saling berpegangan, lo gandeng tangan si cowok dan si cowok rangkul pinggang—".
" Cukup! Lo aja gak sanggup banyangin itu apalagi gue!". Riana memijit pelipinya pusing, beberapa hari terakhir dia dihantui rasa takut dan cemas, bagaimana kalau dia benar-benar bertunangan dengan pria itu? Ah…seharusnya bukan dia yang berada diposisi ini tapi Rini! Rini Alexia seharusnya perempuan itu yang akan dia nikahi.
Tapi dia cukup senang ketika mendengar kabar bahwa salah satu perusahaan yang berdiri dibadang kosmetik dan make-up itu membatalkan kerja samanya dengan Diana karena video yang dia sebarkan, dia pikir Riana tidak tau apa ketika wanita itu berusaha menghapus video itu dengan mengandalkan jasa hacker. Hellow lo pikir Riana gak punya salinan nya apa. Dia bisa mem publish video itu kembali ketika mereka kembali menghapusnya.
Demian… nama itu kembali terlintas di benaknya. Sungguh jika Demian adalah karma yang dikirim maha kuasa untuk menghukumnya maka Riana akan berusaha menjauhi karma itu. Bagaimana pun Diana yang memulai perang dingin ini, jadi Riana hanya membalas dendam saja.
Tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampiri Riana dan Gita. " k-kakak Riana kan?". Riana menoleh ketika namanya disebut. Loh laki-laki ini kan yang di Mos waktu itu. Laki-laki ini adalah adik kelasnya.
" iya, kenapa?".
__ADS_1
" kakak masih ingat saya? Saya Kevin orang yang kakak hukum karena terlambat waktu Mos dulu kak".
" Ah…". Riana menggaruk hidungnya canggung, sekarang dia bukan seniornya lagi, mereka sekarang satu angkatan. Astaga Riana malu sekali.
" oh iya gue tau Kevin yang waktu itu dibilang orang terganteng di kampus kita yah?". Riana menyenggol tangan Gita meski wajahnya masih menatap Kevin dengan senyum kaku nya. Gita anak ini selalu ceplas ceplos kalau bicara.
Kevin tersenyum malu sambil menggaruk tenguknya yang tidak gatal.
" Ah bagaimana kau tau aku ada di kelas ini?". Tanya Riana penasaran.
Kevin gelagapan, " ah itu saya tau dari instagram kakak, waktu itu kakak posting foto di depan kelas ini, jadi saya pikir kakak mengambil jurusan di kelas ini".
Gita tersenyum licik, " oh jadi elu nge-stalker akun Riana yah cie cie..?".
Riana menrengut tak suka, " Apasih Git…gue kan selebrgam jadi wajar aja kalau dia nemu akun gue tanpa sengaja iya kan?".
Riana melotot dan tersenyum secara bersamaan menatap Kevin, disitu Kevin hanya tersenyum kaku dan mengangguk saja membernarkan perkataan Riana, daripada kena ampuk sang empunya.
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
-
*Jangan lupa Like dan komen sebanyak-bayaknya yah.
Silahkan diberi Rating jika kalian suka dengan novel ini, jika perlu di Vote. Eonnie akan sangat-sangat beeterima kasih atas dukungan kalian.
__ADS_1
Thanks*.
Sayang kalian❤️**