
Om-om Itu Suamiku: Bab 25
.
.
.
_Happy Reading_
-
Kevin dan Riana tampak sibuk dengan tugas yang diberikan pak Ednan kepada mereka, kebetulan sekali mereka satu kelompok. Kevin sangat senang karena bisa berdekatan dengan senior yang sudah dia kagumi semenjak pertama kali masuk ke kampus ini, sedangkan Riana merasa di untungkan karena Kevin adalah mahasiswa yang terkenal pintar dikampusnya.
Kedua manusia beda gender itu duduk saling berdekatan karena Kevin yang tengah menjelaskan cara kerja soal ini dan Riana yang sangat penuh akan keingintahuan. Hingga mereka tak menyadari ketika kelas menjadi sunyi karena kehadiran seseorang.
" Riana…!!!". Riana terlonjak kaget begitu pula dengan Kevin yang tanpa sengaja menjatuhkan pulpen yang di pegangnya.
" D-dian..?". Gumam Riana kaget.
Demian langsung berjalan kearah Riana dengan cepat lalu menarik tangan wanita itu hingga membuat Riana terpaksa berdiri. " apa yang kau lakukan dengannya?". Pekik Demian meremas kuar tangan Riana.
" Awwwh…Dian sakit, lepasin". Riana berusaha melepas tangan Demian yang mencengkram kuat lengannya.
Kevin yang melihat wanita yang di kaguminya disakiti didepan matanya sendiri langsung berdiri dan berusaha melepaskan tangan Demian dari Riana.
" Hey bro lepasin, jangan gitu sama cewek dong!". Ujar Kevin menatap Demian dingin.
Demian menatap Kevin tajam seakan bola mata itu bisa mengeluarkan laser yang mampu menyetrum Kevin.
" Jangan ikut campur urusan saya!". Ucap Demian sarkas.
" Yah gimana gue gak mau ikut campur kalau pacar gue lo gituin!". Ucap Kevin tak kalah sarkas.
__ADS_1
Riana dan Demian sama-sama terkejut dengan perkataan Kevin yang tiba-tiba. Tubuh Demina bergetar menahan amarah, sedangkan wajah Riana sudah pucat pasih melihat reaksi Demian.
" Tidak…Dian aku—". Demian tertawa sarkas lalu melepaskan tangannya dari Riana.
" opss…maaf saya salah orang, saya pikir ini tunangan saya ternyata dia pacar anda yah. Maaf telah menggangu, silahkan lanjutkan". Demian kemudian pergi dengan wajah yang memerah seakan ingin meledak, dadanya naik turun karena emosi.
Riana bergegas pergi menyusul Demian tapi tangannya di cekal oleh Kevin, " Kak siapa laki-laki itu aku—".
" Diam!!! Jika aku mati, maka aku bersumpah akan menghantuimu seumur hidupmu Kevin Abraham!".
Kevin terdiam mendegar perkataan Riana, mati? Kenapa wanita itu membicarkan tentang kematian?
Riana menepis kasar tangan Kevin, lelaki itu berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, Kevin tidak tau dengan dia berbicara seperti itu untuk melindungi Riana malah membuat wanita itu dalam bahaya.
Demian orangnya paranoid dan tempramental, jika ada yang menyinggung miliknya maka laki-laki tak akan segan-segan berbuat yang diluar nalar manusia.
****
Riana berlari sekencang mungkin menyusul Demian yang sudah memasuki mobil hitam miliknya, Riana mengetuk pintu kaca mobil Demian tapi laki-laki itu seakan tak menyadari keberadaan Riana.
" Sial!!". Umpat Riana kesal, lalu berlari kearah parkiran kampusnya dan menaiki mobil berwarna kuning cerah miliknya untuk menyusul Demian.
Riana yakin, Demian pasti pergi menuju apartemennya. Karena setiap ada masalah laki-laki itu lebih memilih menyendiri.
****
" Demian! Buka pintunya, Dian!!!". Riana mengetok pintu apartemen Demian terburu-buru bahkan perempuan itu beberapa kali menggedor kuat pintu bercat hitam itu tapi sang empunya tak kunjung membukakan pintunya.
" Dian jika kau tak kunjung membuka pintunya maka aku akan benar-benar pergi meninggalkanmu sejauh—"
Riana tak lagi melanjutkan ancamannya ketika melihat Demian membukakan pintu untuknya. Laki-laki tampak berantakan, di tangan kanannya Demian memegang botol Alkohol. Laki-laki itu menatap Riana dengan dingin, bahkan Riana sempat kaget dengan tatapan itu karena selama sebulan dia berhubungan dengan Demian laki-laki itu selalu menatapnya hangat dan ceria.
" Sudah selesai berselingkuh dengan laki-laki itu? Ah…seharusnya aku tau diri, kalau kau lebih menyukai pria yang umurnya sebaya denganmu daripada aku yang sudah—"
__ADS_1
Plaakkk…
" tutup mulutmu Demian, aku tidak berselingkuh dengan dia, dan satu hal yang harus kau ketahui, selama satu bulan kita bertunangan, aku berusaha untuk membuka hatiku untukmu! Aku belajar mencintaimu dengan sungguh-sungguh karena aku tau diri! Aku tidak tega melihat cintamu bertepuk sebelah tangan!".
Demian memegang pipinya yang ditampar oleh Riana dengan keras, pria itu benar-benar sudah tenggelam didalam api kecemburuan.
Demian terdiam, tapi sedetik kemudian dia tertawa terbahak-bahak lalu melanjutkan meminum alkoholnya dan berjalan masuk kedalam apartemennya meninggalkan Riana yang masih berdiri didepan pintu.
Riana dibuat geram sendiri dengan tingkah Demian, perempuan itu berjalan masuk kedalam apartemen dan menutup pintunya dengan keras. Mungkin setelah ini tetangga Demian akan marah kepadanya.
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
-
Untuk sejauh ini, alur ceritanya bagaimana?
Penasaran dengan pendapat kalian, soalnya konflik aslinya belum muncul:'(
Kalian masih betah baca cerita eonnie?
Atau udah bosen nih??:')
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA~
THANKS.
__ADS_1
SAYANG KALIAN❤️**