Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Penyamaran


__ADS_3

Om-om Itu Suamiku: Bab 07


.


.


.


_Happy Reading_


-


" Jadi ini rumahnya Rini?". Tanya Riana melihat sekeliling komplek itu.


" Yah kalau kata temennya sih iya ini rumahnya". Gita kembali melihat alamat rumah Rini yang diberikan temannya dengan seksama.


" Yaudah yuk kita masuk, siapa tau Rini nya ada". Gita mengangguk dan memasuki pekarangan rumah Rini dengan hati-hati.


Ting tong...


Gita memencet bel rumah Rini dua kali, tak lama kemudian seseorang membuka pintu tersebut, nampak seorang wanita yang sudah berumur tersenyum kearah mereka, " Maaf, cari siapa yah?".


Riana tersenyum sopan, " Rini nya ada bu? Kita teman kuliahnya".


Ibu itu tersenyum lagi, " Oh ada, Non Rini nya ada didalam kamarnya. Silahkan masuk neng".


Riana mengangguk sopan, " Permisi".


Riana dan Gita disuruh duduk di sofa, sementara


wanita yang nampak seperti pelayan rumah tangga itu memanggil Rini didalam kamarnya.


Tak lama kemudian orang yang ditunggu-tunggu datang juga, Rini tampak memakai Tanktop hitam dan hotpants pendek, kelihatan sekali kalau wanita itu baru saja bangun dari tidurnya.

__ADS_1


" Ngapain kalian kerumah gue pagi-pagi kayak gini?". Tanya Rini tak suka jika tidurnya diganggu.


Gita dan Riana mengernyit bingung, " Pagi? Ini udah siang kali, mentang-mentang udah mau wisuda jadi lo malas-malasan gitu?". Gita membalas tak kalah kesal.


" Lah lo siapa? Gak kenal juga! Bentar, bukannya kalian anak jurusan manajemen yang gak lulus sidang skipsi itu? Ngapain cari gue?".


Kali ini Riana membuka mulutnya menatap Rini, " Jadi gini, gue denger lo mau dijodohin sama ortu lo?". Rini menaikan satu alisnya nampak bingung dengan arah pembicaraan Riana. " Gue tau lo pacaran kan sama dosen baru itu? Makanya kita bakal bantuin lo buat batalin perjodohan ini".


Seketika mata Rini berbinar-binar senang, " Beneran?". Rini dengam cepat beranjak dari duduknya mendekati Riana. " Iya beneran, tapi dengan syarat gue minta bayaran yang sesuai".


" Lah kalau itu mah tenang aja, berapa pun lo minta bakal gue kasih". Riana dan Gita saling pandang melempar senyuman licik satu sama lain. " Oke deal yah?".


Rini tersenyum simpul menerima uluran tangan Riana, " Deal!".


****


" Lo yakin bakal pake nih baju buat ketemu cowoknya?". Riana nampak tak nyaman dengan baju super ketat dan seksi yang dipakainya.


" Yakin lah, lo tau kan orang yang dijodohin sama gue tuh anak konglomerat, pengusaha muda yang sukses. Jadi kalau dia ngeliat calon istrinya tampilannya kayak j*lang mana mau dia nikahin lo, auto dibatalin".


Rini mengerucutkan bibirnya menghadap Riana, " Gak mau, gue gak mau ninggalin ayang Elzy". Gita melotot. " Idih jijay pengen muntah! Sejak kapan nama pak Ednan Jadi Elzy?!".


" Ngapa sih lo protes mulu!".


Riana melerai perdebatan itu dengan mengganti topik pembicaraan, " Jadi ketemuan dimana?". Rini tampak berpikir sejenak berusaha mengingat pesan yang dikirim Mommy nya tadi, " Di restaurant Chatterine jam 8 malam kalau gak salah".


Riana hanya mengangguk saja sebagai jawaban, Rini kembali duduk di kursinya setelah mendandani Riana sedemikian rupa. " Jangan lupa lho yah, tugas lo cuman buat dia gak suka sama lo, jangan jelek-jelekin nama gue, bilang aja kalau gue suka sama orang lain dan lo jelek jadi gue gak mau sama lo".


" Lah udah gila yah? Kalau cuman alasan kayak gitu mana mau dia percaya? Kan lo yang bilang sendiri kalau dia itu pengusaha muda, otaknya encer, lo pikir segampang bohongin bocah apa?".


" Ya mau gimana lagi? Coba aja dulu".


Riana hanya mendengus kesal menatap cermin kembali, astaga dia sangat miris dengan penampilannya sekarang, bajunya sangat terbuka, mirip sekali dengan Diana si j*lang.

__ADS_1


" Rin…". Rini mendongkak ketika mendengar Riana memanggil namanya. " apa?".


Riana memutar kursinya menghadap wajah Rini, " Lo udah pernah ketemu sama cowok itu dan keluarganya?".


Rini nampak memasang wajah berpikirnya, " Hm…sama keluarganya sih pernah, tapi kalau sama cowoknya gak pernah tuh!".


Riana bernafas lega, " Baguslah, berarti dia belum pernah liat wajah lo jadi gampang di kibulin, tapi kalau keluarganya sebisa mungkin harus gue hindari".


Gita menimpali, " Iya bener, sebisa mungkin lo harus hindari keluarganya atau kemungkinan lainnya kalau dia minta foto lo harus tolak mentah-mentah".


Dahi Rini mengkerut, " Lah ngapain dia minta foto, emang Riana artis apa?".


Gita megangkat bahunya santai, " Kan bisa aja, kita harus memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi".


" Giliran kayak gini aja otak lo encer, dasar upil onta!". Gita cengegesan menatap Riana, dia juga bingung sebenarnya otaknya ini dipakai buat belajar atau buat nipu orang sih.


.


.


.


.


**TO BE CONTINUED


-


*Jangan lupa Like dan komen sebanyak-banyaknya yak~


Dikasih Rating juga kalau kalian suka novel ini, kalau perlu di Vote biar Eonnie semangat nulisnya.


Thanks*...

__ADS_1


Sayang Kalian❤️**


__ADS_2