
Om-om Itu Suamiku: Bab 11
.
.
.
_Happy Reading_
-
" Diana udah siap gak? Pemotretannya 15 menit lagi, sebelum itu kita harus sudah sampai di lokasi syuting". Asisten Diana masuk kedalam ruang make-up Diana.
" Iya bentar lagi kak!". Sentuhan terakhir diberikan oleh Diana dibibir tebal bervolume nya, setelah itu Diana berdiri merapikan pakaiannya lalu menyambar tas branded andalanya setelah berjalan keluar menemui asistennya.
" Udah siap?". Sang asisten bertanya untuk memastikan kembali, Diana mengangguk. " ayo keparkiran, sial sekali ban mobilku kempes jadi hari ini kita berangkat pakai mobilmu saja yah". Diana berhenti melangkah, asisten Diana pun heran dengan tingkah Diana. " kenapa?".
" Anu kak…Aku tak punya mobil". Diana mengigit bibirnya malu, sebenarnya mobilnya di jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena papahnya memblokir semua kartu dan ATM milik Diana. Belum lagi untuk menghapus video yang beredar di media sosial tentang dirinya sangatlah mahal.
" lho kenapa gak ada? Bukannya seminggu lalu kau baru saja membeli mobil baru?".
" mobilnya sudah kujual". Diana berkata pelan m*remas kedua tangannya, sial! Ini memalukan sekali, apa dia harus berkata jujur?.
Asisten yang akrab dipanggil Neli itu mengerutkan dahinya bingung, " maksudnya?".
" Ah…maksudku seminggu yang lalu aku terlibat masalah dengan ayahku, jadi dia memblokir semua kartuku". Diana tak ingin berkata jujur soal video itu.
Asisten Neli menghela nafasnya lesu, " makanya kau harus selalu berhubungan baik dengan keluargamu. Bagaimanapun jika kau susah nanti mereka yang akan membantumu".
" iya kak". Diana tertunduk malu. Semua ini gara-gara Riana, awas saja Diana tak akan tinggal diam sekarang.
Akhirnya kedua wanita itu memesan taxi online dan pergi menuju tempat pemotretan Diana berada.
__ADS_1
Ketika sampai disana, tempat itu ramai sekali, tak biasanya seperti ini, Apa mereka semua adalah fans Diana? Hati Diana rasanya berbunga-bunga sekarang.
" Wah fans mu banyak sekali Di…". Neli memuji Diana dan menatap orang-orang yang berada di lokasi syuting, " entahlah kak, mungkin mereka ingin memberiku semangat, kau tau kan pemotretan kali ini sangatlah penting. Siapa yang tidak mau menjadi model make-up perusahaan NineNow Company?". Diana tersenyum dengan bangga, namun tiba-tiba seseorang menabrak bahunya sehingga membuat wanita itu terjatuh ke lantai.
" Hei lo gak punya mata yah?!". Riana berteriak kesal menatap seorang laki-laki yang terburu-buru sambil memegang salah satu properti untuk dipakai di pemotretan nanti.
" Maafkan saya nona tapi saya sedang buru-buru, modelnya akan segera datang jadi saya sedang buru-buru mengganti background tempat syutingnya".
Diana mengerutkan dahinya bingung, " apa maksudmu? Aku sudah datang sekarang, aku adalah modelnya".
Karyawan itu tampak bingung, " ah itu saya tidak tau, permisi saya buru-buru".
Diana bangkit dan menatap asistennya Neli, " Kak sebenarnya apa yang dia katakan tadi?".
" Ah itu…",
" Nona Diana Magnolia?". Diana menoleh ketika mendengar seseorang memanggil namanya. Ah…ternyata itu sang fotografer yang akan memotretnya.
" Tuan Kenzo apa pemotretannya sudah bisa dimulai?". Kali ini asisten Neli yang angkat bicara menatap sang fotografer.
Diana dan asisten Neli melotot tak percaya, kedua wanita itu saling pandang. Diana menggelengkan kepalanya tak terima, " tapi tuan Kenzo, aku sudah menandatangani kontraknya, di kontrak jelas-jelas tertulis jika aku akan menjadi model make-up untuk NineNow company selama dua bulan".
" maafkan aku nona Diana tapi apa kau lupa jika anda membuat kesalahan maka kesempatan ini akan dicabut dari anda".
" Kesalahan apa yang sudah kau perbuat Diana?". Asisten Neli memegang bahu Diana yang bergetar.
Tuan Kenzo berdecih, " yang benar saja, apa kau tidak memberitahukan kepada asistenmu sendiri tentang video itu? Aku tidak mau mengambil resiko dengan menjadikan kau sebagai model make-up sebuah perusahaan besar. Bisa-bisa aku yang rugi!".
Tubuh Diana bergetar hebat, bagaimana bisa? Bagaimana bisa video itu bocor kembali? Padahal dia sudah menyewa hacker untuk menghapus video tersebut.
" Video apa? Diana jelaskan video apa yang dia maksud". Asisten Neli sangat penasaran.
" Baiklah jika kau tak ingin memberitahukannya biar aku saja, nah asisten Neli coba liat video ini". Tuan Kenzo menyodorkan ponselnya kepada asisten Neli. Asisten Neli dengan sigap mengambil ponsel tersebut dan melihat video apa yang disembunyikan Diana.
__ADS_1
Seketika matanya melebar, mulutnya menganga tak percaya melihat Diana sedang…sedang....akhh…bagaimana ini bisa terjadi pantas saja Diana digantikan oleh orang lain.
" jadi setelah melihat video itu apa kau pikir dia masih layak untuk menjadi model kami?". Diana menangis tertahan, hancur sudah image yang dibangunnya selama ini. Dia sudah sangat menanti-nanti hari ini tiba. Tapi dalam sekejap kesempatannya hilang begitu saja.
Tuan Kenzo menatap sinis Diana lalu pergi meninggalkan kedua wanita itu, yang penting dia sudah mendapat model yang lebih baik dan tentu saja lebih cocok dibandingkan Diana.
" Diana apa yang sudah kau lakukan? Hah!". Neli menguncang bahu Diana yang terisak pelan.
" maafkan aku kak".
Asisten Neli menggertakan giginya kesal, " aku tidak mau tau kau urus masalah ini sendiri, ini sudah diluar batas wewenangku, ini masalah pribadimu!".
Asisten Neli pergi meninggalkan Diana seorang diri, ia tak mau mengambil resiko untuk membela Diana yang jelas-jelas salah dalam hal ini.
Riana sialan! Tunggu saja aku benar-benar akan membalasmu dengan mengambil apa yang berharga di dalam hidupmu, sama seperti apa yang kau perbuat padaku.
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
-
*Jangan lupa Like dan komen sebanyak-banyaknya.
Silahkan diber Rating kalau kalian suka dengan novel ini, jika perlu di Vote. Eonnie akan sangat-sangat berterima kasih atas dukungan kalian.
Thanks*.
__ADS_1
Sayang kalian❤️**