Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Siapa Laki-laki Ini?


__ADS_3

Om-om itu Suamiku: Bab 04


.


.


.


_Happy Reading_



Q: "siapa laki-laki ini?"


A: "Itu BTS woy"


Q: "masa BTS ada di novel dewasa"


A: "wah gak bener nih, demo yuk di rumah Eonnie!!


Eonnie be like: plakkk//


****


Sinar matahari nampak menerobos masuk ke sela-sela gorden minimalis berwarna putih itu. Riana mengerang ketika merasakan sinar matahari menyentuh wajahnya,


" Ugh…", Riana merasa sesak sekali, tubuhnya seperti ditindih seseorang.


Tiba-tiba kaki Riana merasakan kebas yang teramat sakit, " Akhh…tubuhku rasanya mau remuk semua". Gumam Riana masih setia memejamkan matanya.


Beberapa menit kemudian Riana membuka matanya perlahan, mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina nya.


" Kyaa—", Riana menjerit tertahan menutup mulutnya tak percaya. Apa-apaan ini? Siapa pria yang tidur diatas dadanya, memeluknya layaknya bayi yang menyusui.


Riana mendesah ketika sekelebat ingatan menerobos masuk kedalam kepalanya. " Ishh… aku pasti sudah gila". Riana mengusap wajahnya kasar, ini pertama kalinya dia melakukannya dengan seorang pria, bahkan pria asing yang tak dikenalnya.


Dengan hati-hati Riana mengangkat kepala yang sedaritadi tidur diatas dadanya, perlahan Riana menggeser tubuhnya menjauh dari sang pria.sepertinya pria itu tidur dengan nyenyak, Riana mengamati wajah itu dengan seksama, " Tampan".

__ADS_1


Ketika Riana hendak bangun dari ranjang, tiba-tiba rasa ngilu datang dari ************ Riana. " Akhh...sialan sakit sekali".


Riana menggigit bibirnya berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun, ia tak mau kalau pria itu terbangun dan mendapati dirinya dalam keadaan seperti ini. pasti sangat canggung, memikirkannya saja membuat Riana malu setengah ******.


Berjalan mengendap-ngendap, Riana memunguti satu persatu pakainya, " Hah kenapa semua baju dalamku rusak begini sih, padahal kan ini masih baru". Gerutu Riana memandang kondisi pakaian dalamnya yang sudah tidak layak di pakai.


Riana tak bisa memakai baju nya yang ia kenakan semalam, karena celananya yang pendek tak mungkin Riana memakainya tanpa celana dalam. Dengan terpaksa Riana memakai kameja pria itu yang kebesaran guna menutup hotpants nya.


" Oke, selesai waktunya kabur. Tapi nih cowok namanya siapa yah, Deni? Delon? Derril? Ah sudahlah ingatanku memang buruk". Riana bergegas membuka pintu kamar itu, dengan cepat dirinya keluar dan menekan tombol untuk naik lift menuju lobby.


" Kira-kira si b*tch Diana lagi ngapain yah?".


****


Di hotel yang sama namun berbeda kamar itu, nampak seorang perempuan yang menangis histeris mendapati dirinya telanjang bulat dengan seorang om-om yang penampilannya super duper jorok.


" S-siapa kau?!". Diana bertanya getir, menggeser tubuhnya menjauh dari pria asing itu.


" Aduh apaan sih pagi-pagi udah berisik". Diana kalut, mengedarkan pandangannya menyapu bersih setiap sudut kamar.


" Diam! Kau pikir dirimu siapa dasar jal*ng! Kalau bukan karena bayarannya tinggi mana mau gue tidur sama lo!"


Diana mengamati wajah pria tua berjanggut lebat itu, dia memang sering tidur dengan pria di luar sana tapi dia juga punya standar, tak sembarang orang yang bisa menidurinya apalagi Diana sangat anti kotor.


Diana menangis lagi, kali ini tangisan pilu yang keluar dari mulutnya, menjambak rambutnya sendiri hingga suaranya berangsur-angsur melemah dan pingsan seketika.


Dan kamera yang terletak di vas bunga merekam itu semua.


****


Demian mengerang merasakan sinar matahari menerpa wajahnya, pria itu bangun dan bersandar di sisi ranjang berusaha mengumpulkan separuh jiwanya kembali.


Matanya membulat seketika, spontan dia mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang semalam bersamanya.


" Sial, dimana dia,". Demian mengumpat, menatap sisi ranjang yang ditiduri wanita itu, bahkan Demian tak sempat menanyakan namanya.


Ingatannya menerawang mengingat malam penuh gairah bersama wanita itu, wanita yang baru pertama kali dijumpainya, kesan pertama yang akan Demian ingat seumur hidupnya. Ah…baru pertama kalinya dia merasa puas hingga tertidur begitu nyenyak.

__ADS_1


Tanpa sadar seulas senyuman terbit dibibir seksi milik Demian, pria itu mengacak rambutnya tak bisa berhenti tersenyum hingga hilang dibalik pintu kamar mandi.


Kuharap kita bertemu kembali, gadis nakal.


****


" Gila! Serius?!". Gita tak percaya dengan apa yang didengar dari sahabatnya.


" Iya serius".


" Jadi si Diana gimana?". Tanya Gita kembali masih penasaran.


" Beres itu mah, tadi pagi gue baru dapat kiriman videonya".


" Wah gila, tapi Ri, berarti lo udah jadi jal*ng dong?". Riana menjitak kepala Gita dengan keras, " ****** mata lo, orang cuman tidur sekali doang itupun dengan satu cowok, emang udah bisa dibilang jal*ng?".


" terus lo gak marah gitu?". Gita berusaha memancing emosi Riana, perempuan itu hanya mendesah. " Mau marah gimana? Jelas-jelas gue yang salah, dia itu cuman bantuin gue buat lepas dari efek obatnya".


" Tapi kan Ri, lo kan udah gak perawan lagi". Gita menggaruk kepalanya merasa bingung.


" Eh iya juga yah, gimana dong?".


" Berarti lo jal*ng".


Pletak...


Satu jitakan lagi membuat Gita berteriak kesal.


.


.


.


.


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2