Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Gagal Total


__ADS_3

Om-om Itu Suamiku: Bab 10


.


.


.


_Happy Reading_


_


Demian memalingkan wajahnya agar tidak terus menerus menatap tubuh seksi Riana yang terbalut dress hitam ketat itu. Dia tidak menyangka dengan tubuh seperti itu Riana masih lah perawan dan dia patut bersyukur karena bisa merasakan tubuh tersebut.


Riana duduk kembali setelah melihat orang-orang menatapnya dengan pandangan tak suka. Buru-buru ia merubah ekspresinya menjadi datar dan tenang seperti tidak terjadi apa-apa.


" Tolong jangan mempersulit saya, saya tau anda juga menginginkan perjodohan ini dibatalkan bukan?". Demian terdiam mencerna ucapan Riana, memang benar dari awal dia tak menginginkan perjodohan ini tapi entah kenapa ia ingin perjodohan ini tetap berlanjut karena wanita itu adalah Riana.


" Itu memang benar, tapi—". Riana mengangkat tangannya di depan wajah Demian membuat pria itu tak lagi melanjutkan perkataannya, " Kalau begitu semuanya sudah jelas bukan, Aku dan kau sama-sama tidak menginginkan perjodohan ini, jadi batalkan saja dan aku akan memberitahukan kepada orangtuaku tentang hal tersebut, kau tenang saja orangtuaku tak akan marah atau menuntut keluargamu".


Demian terdiam menatap manik mata Riana, tak ada keraguan disana. Riana benar-benar menginginkan perjodohan ini di batalkan. " Baiklah perjodohan ini dibatalkan".


Riana terbatuk-batuk ketika mendengar pernyataan Demian yang tiba-tiba. Wajahnya langsung berbinar-binar senang menatap Demian, " oke, ku pegang kata-katamu".


Demian melanjutkan, " tapi sebagai gantinya kita langsung menikah saja". Demian tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya, lesung pipi nya tercetak jelas membuat pria itu semakin manis jika tersenyum.


Uhuk uhuk!!

__ADS_1


" Apa?!". Riana terpekik kaget. " Bagaimana bisa begitu?! Ini tidak adil!".


" Semuanya adil dalam cinta". Riana menggeram kesal, cinta apanya, tidak ada cinta diantara kita. " Kau mempersulit diriku tuan Demian, apa susahnya untuk membatalkan perjodohan ini?".


" Sebenarnya yang mempersulit masalah ini dari awal adalah anda sendiri nona Rini, apa salahnya untuk menerima perjodohan ini? Lagipula calon suamimu ini bukan orang miskin".


Riana mengepalkan tangannya, " Tidak mau!".


" pilih bertunangan dulu atau langsung menikah?". Demian menyesap minumannya sambil matanya tak henti-henti menatap wajah Riana.


" Sudah kubilang aku tidak mau!".


" Baiklah kuanggap kau memilih langsung menikah". Riana melotot, ia menggeram kesal menatap Demian, " bertunangan! Aku mau bertunangan dulu!". Ini terpaksa! Sangat terpaksa Riana harus mengatakan ini, setidaknya dia harus mengulur waktu.


Demian tersenyum simpul, " baiklah, sampai berjumpa di pertemuan selanjutnya, calon istri".


*****


Sementara Rini dan Gita yang sedaritadi menunggu di dalam mobil langsung menghampiri Riana ketika melihat sahabatnya nya itu keluar dari restaurant.


" Jadi gimana berhasil gak?". Tanya Rini tidak sabaran.


" Biarin gue duduk dulu, please…". Riana memijit pelipinya pusing, Rini dan Gita dengan sigap memapah tubuh Riana menuju taxi yang mereka pesan untuk sehari.


" Berhasil gak Ri?". Gita bertanya mewakili Rini. Riana menggeleng pelan, " Gagal total cowoknya gak mau perjodohan ini dibatalkan". Rini dan Gita melotot dan saling menatap satu sama lain. Rini heran kenapa pemuda itu tidak mau membatalkan perjodohannya. " Lah kenapa dia gak mau? Perasaan waktu orangtuanya berusaha mempertemukan gue sama dia, gue denger dia marah-marah lho gak mau di jodohin sama siapapun".


" Gue juga gak tau, gue udah pakai segala macam cara, bahkan gue sampai mempermalukan diri gue sendiri tapi tetap aja gak berhasil".

__ADS_1


Gita ikut nimbrung, " Udah positif thingking aja, mungkin Riana terlalu cantik jadi cowoknya berubah pikiran". Rini menatap Gita tajam, " Jadi maksud lo gue gak cantik?!".


" Kalau kesindir yah alhamdulilah".


" Lo—".


" Bisa gak jangan berantem dulu, pusing nih. Setidaknya gue bisa mengulur waktu, dan selama itu kita harus mikirin rencana selanjutnya sebelum tanggal pertunangan di tetapkan".


Rini dan Gita mengangguk setuju, setidaknya mereka harus memikirkan rencana selanjutnya agar perjodohan ini benar-benar di batalkan.


Demi tuhan Riana benar-benar takut berhadapan dengan Demian lagi.


.


.


.


.


**TO BE CONTINUED


-


*Jangan lupa Like dan komen sebanyak-banyaknya.


Silahkan di beri Rating jika kalian suka dengan novel ini, jika perlu di Vote. Eonnie akan sangat-sangat berterima kasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


Thanks*.


Sayang kalian❤️**


__ADS_2