
Om-om Itu Suamiku: Bab 09
.
.
.
_Happy Reading_
-
" Udah jam 8 malam nih, udah siap gak Ri?". Rini berteriak dari ruang tamu menunggu Riana yang masih ada di atas kamarnya.
Rini berdecak kesal ketika melihat jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukan pukul 8:15 menit. Mereka benar-benar akan terlambat jika Riana dan Gita tak kunjung turun juga.
Akhirnya setelah menunggu dua menit kemudian akhirnya orang yang ditunggu-tunggu muncul juga. Rini langsung menatap garang kepada kedua sahabat itu, " Udah terlambat ini woy! Lo pikir kita mau tamasya apa?!".
" Yah buruan berangkat sekarang, jangan banyak bacot kan jadi makin telat jadinya".
" Yaudah ayo…".
Ketiga wanita itu buru-buru menaiki taxi yang sudah dipesan sedaritadi oleh Rini. Di dalam mobil Riana semakin gugup karena merasakan firasat aneh yang akan terjadi. " Rin perasaan gue gak enak nih, jangan-jangan rencana kita bakal gagal". Riana berkata cemas sembari m*remas kedua tangannya yang berkeringat.
" Udah gak papa, Everything will be okay….", Riana mengangguk mendengar ucapan Gita, setidaknya itu bisa menghilangkan sedikit rasa gugupnya.
****
"Lo yakin pertemuannya disini?". Riana memegang hpnya, gadis itu mengedarkan pandanganya menyapu bersih setiap sisi restaurant hendak mencari seseorang.
__ADS_1
" udah lo tenang aja, pokoknya kalau lo lihat cowok yang paling ganteng di disana berarti itu orangnya".
" udah gila yah? Cepetan kirim fotonya ke gue!". Riana sibuk dengan hpnya sehingga tak menyadari ada sesosok pria yang berdiri menjulang tinggi dibelakangnya.
" Kirim cepat atau—",
" Nona Rini Alexia?".
Riana membatu ketika mendengar nama Rini disebutkan, jangan-jangan dia orangnya. Riana segera mematikan teleponnya, gawat Rini belum mengirim foto bagaimana rupa orang yang dijodohkan dengannya itu.
Perlahan-lahan Riana berbalik hendak menatap wajah pria itu, matanya melebar ketika melihat wajah familiar yang pernah dilihatnya beberapa hari yang lalu.
What the hell? Pria ini...
Pria itu nampaknya sama terkejutnya dengan Riana, matanya melotot tak kalah melihat wanita yang mengisi pikirannya akhir-akhir ini ada dihadapannya sekarang.
" Kau—"
****
" Jadi anda adalah nona Rini Alexia yang di jodohkan dengan saya? Kebetulan sekali". Demian tersenyum menatap wajah cantik di depannya itu. Jika tau wanita yang dijodohkan dengannya adalah wanita yang semalam yang pernah bersatu dengannya tentu saja Demian tak akan menolak.
" I-iya ". Riana memegang kedua tangannya erat-erat di bawah meja, sial! Kenapa dia harus bertemu pria yang pernah mengambil mahkotanya. Jika seperti ini Riana harus berusaha keras untuk menolak perjodohan ini.
" Langsung saja, tuan…",
" Demian, namaku Demian, bukankah malam itu kau sendiri yang bertanya siapa namaku? Tapi sekarang kau sudah lupa?". Riana gelagapan bagaimana ini? Buat apa juga dia harus mengingat nama orang yang sudah merebut mahkotanya.
" Ah iya maksud saya tuan Demian, saya ingin anda membatalkan perjodohan ini". Demian terkekeh kecil mendengar perkataan Riana barusan, tadinya sebelum kesini dia berpikir untuk membatalkan perjodohan ini tanpa menemui calonnya terlebih dahulu, tapi sekarang ia berubah pikiran. Ia akan berusaha untuk mempertahankan perjodohan ini.
__ADS_1
" Beri saya alasan yang masuk akal kenapa saya harus membatalkan perjodohan ini". Riana gelagapan matanya berkedip-kedip tanda kalau wanita itu semakin gugup.
" A-aku penyuka sesama jenis!". Riana menutup mulutnya tak percaya, bagaimana bisa kata-kata menjijikan itu keluar dari mulutnya. Demian tercengang mendengar ucapan Riana barusan, namun sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak hingga mengundang perhatian orang sekitar.
" Penyuka sesama jenis? Pffftt….". Demian kembali tertawa geli membuat Riana mendengus kesal.
" Kenapa tertawa, memang lucu apa?!". Riana berdecak melipat tangannya di dada.
" jika anda penyuka sesama jenis lantas kenapa malam itu kau bisa tidur denganku?".
" i…i-itu karena terpaksa!!". Riana spontan berdiri dan menggebrak meja yang ada di hadapannya. Demian melotot menatap Riana dari atas sampai bawah, pakaian yang dipakai Riana benar-benar seksi, sudah tak diragukan lagi tipe ideal Demian adalah orang yang seperti Riana.
Riana tersadar apa yang dilakukannya sekarang malah mempermalukan dirinya sendiri. Karena terlalu gugup Riana tak bisa berpikir jernih, sial! Demi tuhan Riana akan meminta 1 milyar kepada Rini jika perjodohan ini benar-benar di batalkan.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
-
***Jangan lupa Like dan komen sebanyak-banyaknya yah~
Silahkan diberi Rating kalau kalina suka Novel, jika perlu kalian Vote, Eonnie akan sangat-sangar berterima kasih atau dukungan kalian.
__ADS_1
Thanks*.
Sayang kalian❤️**