
Om-om Itu Suamiku: Bab 17
.
.
.
_Happy Reading_
-
" Cari dengan benar! Apa kau mau aku pecat!!!". Semua orang terlonjak kaget mendengar teriakan Demian yang seolah memekakkan gendang telinga mereka.
" Tapi boss, kami sudah mencari nona Riana di sekitar daerah jakarta, tapi tidak ada".
" Kalau begitu cari kesuluruh Indonesia! Kalau perlu cari sampai keluar negeri, aku tidak mau tau! Rianaku harus ditemukan secepatnya!".
Semua orang suruhan Demian keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa takut mendapat amukan dari boss mereka kembali.
Ini sudah empat minggu semenjak Riana menghilang, tapi dia juga belum berhasil menemukan wanita itu.
Sial! Kau dimana Riana, kumohon kembalilah...
Demian sudah mau hampir menangis ketika ponselnya bergetar dan mengalihakan perhatiannya.
Ternyata Leri yang menelepon.
"Boss orang suruhan anda telah mencari diluar indonesia, kemungkinan besar ini membutuhkan waktu cukup lama karena mengingat—"
" cari saja dengan benar!!". Demian langsung menutup panggilannya sepihak karena merasa kesal dengan laporan Leri yang tidak berguna.
__ADS_1
Dia hanya ingin Riana kembali, itu saja…
****
"Wah sialan, gue pikir nyari pekerjaan di malaysia gak sesusah di indonesia, ternyata sama aja ihh!". Gita menggerutu sambil melempar ijazah sekolahnya.
Riana mencebik kesal, " lagian siapa juga yang bakal nerima karyawan yang cuman lulusan SMA?".
Gita hanya rebahan di sofa, wanita itu uring-uringan tampak menyesal telah pindah ke malaysia.
" Ri…kita balik ke indonesia aja yuk!". Ucap Gita yang langsung mendapat tatapan tajam dari Riana. " Lo aja gue mah ogah!".
" Tapi Ana, sampai kapan lo bakal sembunyi dari si Demian itu, kata lo di pengusaha muda yang sukses jadi cepat atau lambat kita juga bakal ketahuan tau!".
Riana terdiam mencerna ucapan Gita. Benar, cepat atau lambat mereka akan ketahuan, ini sudah satu bulan semenjak ia pindak ke malaysia. Bahkan Riana dan Gita harus menunda pendaftaran mereka di kampus baru itu karena mengingat jika ia meninggalkan jejak sekali saja maka akan langsung tercium oleh Demian dan anak buahnya, karena itu Riana masih mengurung diri di apartemennya sedangkan Gita uring-uringan mencari pekerjaan.
Tiba-tiba Gita bangkit dari sofa dan menatap Riana intens, " Ri…. Umur lo 22 tahun kan?".
" Umur si Demian itu berapa?".
Riana tampak memasang wajah berpikirnya, ia memegang dagunya berusaha mengingat-ngigat, " Hmm..kayaknya udah 30-an lebih deh".
" What the f*ck?! Ri…lo mau tunangan sama om-om yak?!". Gita memekik hebat, ia berlari langsung memeluk Riana dengan tampang sok-sok sedih yang dibuatnya.
" Ri…lo emang udah buat keputusan yang benar buar lari dari Demian, gue khawatir masa depan lo yang cerah harus sirna karena nikah sama om-om".
Riana berdecak kesal mendorong pelan tubuh Gita yang memeluknya, " Aduh gak usah lebay deh, umurnya aja yang udah tua tapi mukanya keliatan muda tuh!".
" hah?!". Gita melongo mendengar ucapan Riana.
" Iya, dia itu keliatan kayak masih umur 20-an tau, kalau si Rini gak ngasih tau umurnya duluan mungkin gue beranggapan kalau dia memang masih muda".
__ADS_1
" Wah jangan-jangan pakai ilmu hitam—!". Riana langsung menjitak kepala Gita dengan cangkir kopi yang di pegangnya.
" Sakit woy!".
" Makanya kalau ngomong itu jangan ngawur! Mukanya kelihatan kayak orang polos gitu jadi mana mungkin pakai ilmu hitam, tapi kalau gue debat sama dia gak pernah menang. Dianya gak mau ngalah jadinya gue takut sama dia, bisa-bisa dia bakal ngatur hidup gue kalau sampai gue tunangan apalagi nikah sama dia".
" Iya lebih baik lo mandi deh, kita bakal cari makan di warungnya Mail".
Riana melonggo, " hah? Maksud lo Ismail Bin Mail?".
" Iya!".
" Mana ada go*lok!!!".
Sekali lagi Riana menjitak kepala Gita karena kesal dengan tingkahnya. Sepertinya Riana memang ditakdirkan hidup dikelilingi orang-orang yang kurang waras.
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
-
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA~
THANKS
__ADS_1
SAYANG KALIAN❤️**