
Om-om Itu Suamiku: Bab 18
.
.
.
_Happy Reading_
-
" Dian sayang makan malam yuk?". Ny. Adiputra mengetuk pintu kamar Demian yang dari sore tak kunjung dibuka. Demian mengurung dirinya di kamar dan tak mau makan ataupun minum, bahkan untuk sekedar melihat makanannya saja membuat Demian tak nafsu makan.
Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Demian dengan tampilan urak-urakannya, ia masih memakai jas kantornya dengan dasi yang sudah tak berbentuk lagi, rambut Demian acak-acakan menandakan kalau laki-laki itu benar-benar kacau.
Demian pergi melewati Maminya yang belum sempat berbicara dengannya. Ny. Adiputra langsung mengikuti langkah Demian menuruni tangga dengan cepat.
" Kau mau kemana Dian?". Demian menepis tangan maminya yang hendak menghentikan langkahnya.
" Demian mau keluar mih".
" Tapi Dian, Kau belum makan nak, setidaknya makan dulu".
"Demian gak lapar mih".
" Demian!!!!". Demian mendongkak ketika mendengar suara berat ayahnya.
Tn. Adiputra turun dari tangga memandang Demian dengan tatapan tajam, " selain manja kau sekarang sudah mulai membangkang yah? Berani sekali kau menepis tangan istriku seperti itu Demian!".
" Aku sudah bilang kalau aku tidak mau makan!".
" Baiklah tidak usah makan, bahkan lebih baik kau tidak usah pulang ke rumah ini lagi".
__ADS_1
" Sayang!!!". Ny. Adiputra menggeleng kuat menatap suaminya, " Sayang, tolong jangan seperti itu, anak kita sedang putus asa, bukannya menenangkannya kau malah menambah beban pikirannya".
" Sudahlah aku tidak apa-apa mih, jika itu keinginan Tuan Adiputra yang terhormat, aku dengan senang hati akan meninggalkan rumah ini".
" kau lihat! Anak manja mu ini tidak apa-apa".
" Demian! Jangan tinggalin mamih nak, kau disini saja— Demian!!!".
Demian melangkah keluar tanpa menoleh sedikitpun kebelakang. Sakit yang teramat Demian rasakan membuat laki-laki itu menjadi seperti ini.
Sedangkan Ny. Adiputra meraung-raung memanggil nama Demian, Ia tau kalau Demian tak bisa hidup tanpa orang yang dia sayang di sisinya. Bagaimana Demian menjalani hari-harinya yang rumit karena selama ini dia hanya bergantung kepada kedua orangtuanya ketika laki-laki itu rapuh dan tidak berdaya.
****
Hiruk piruk keramaian club malam berkelas menyambut indra pendengaran Demian. Beat dari sang DJ yang tengah asik memadukan lagu membuat Demian serasa ingin ikut bergoyang mengikuti irama. Dilihatnya semua penghuni Club itu tengah menari, menghentak-hentakan kepala menikmati musik yang semakin memekakkan gendang telinga.
Banyak orang yang memenuhi basement dalam ruangan minim cahaya itu, sinar dari lampu laser berputar-putar memberikan cahaya yang semakin membuat penghuninya makin menggila.
Beberapa pengunjung memilih duduk di bar dan membiarkan sang bartender meracik minumannya. Masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri.
****
Diana termenung di meja bar, pikirannya kacau semenjak pembatalan kontrak dengan perusahaan terkemuka di indonesia. Video yang sudah banyak beredar di semua media sosial tak dapat dia cegah, ah…nasi sudah menjadi bubur, Diana harus menerima dengan lapang dada walau hatinya masih menyimpan dendam kepada Riana—adiknya.
Tiba-tiba salah satu teman Diana menepuk bahunya, Diana menoleh, ah…ternyata Jihan, teman karibnya dalam hal "itu"
" Ada apa?". Tanya Diana to the point, tak mau berbasa basi dengan Jihan.
" Gue punya hiburan yang menarik nih buat lo".
Diana mengenyit bingung, " apa? Awas aja kalau gak penting".
" Lo tau CEO dari NineNow Company kan?".
__ADS_1
Diana semakin bingung dengan arah pembicaraan Jihan, " maksud lo?".
" Dia ada disini!". Diana langsung membulatkan matanya terkejut, spontan perempuan itu berdiri dari duduknya.
" Lo serius? Gak bohong kan?!".
Jihan berdecak kesal, " Yaelah serius lah gue lihat dia lagi minum-minum di pojok bar".
Diana langsung tersenyum licik, buru-buru ia memperbaiki penampilannya, memoleskan lipstick tebalnya menjadi merah menyala.
" Kalau kontrak pekerjaannya gak dapat, apa boleh buat. Gue bakal tidur sama CEO nya aja".
" Wah dasar j*lang sejati belum tentu juga dia mau sama lo! Secara lo kan udah di pakai sama preman jalanan, jadi punya lo udah gak berkelas lagi".
" B*ngsat j*lang teriak j*lang! Jangan sok suci deh!".
Jihan berdecih, " Setidaknya gue j*lang berkelas bukan kayak lo".
Dan terjadilah aksi saling jambak menjambak antara j*lang.
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
-
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA YAH~
__ADS_1
THANKS.
Sayang kalian❤️**